Bidik Wisatawatan Muslim, India Mulai Promosikan Wisata Halal

gomuslim.co.id- Al Khalid Tours and Travel di Mumbai, India, mulai melirik wisata halal. Sebab, sampai saat ini, pasar wisata Muslim di India didominasi oleh lembaga yang mengkhususkan pada ziarah, seperti Haji dan Umrah saja. Kini, Al Khalid mencoba lebih dulu membuat tren wisata halal. Hal ini dipicu dengan banyaknya informasi, bahwa wisatawan Muslim Timur Tengah yang umumnya kaya raya ini, menyenangi liburan halal, artinya walau berlibur tetapi tetap bisa dengan nyaman menjalankan ibadah.

Halal dalam Islam berarti diperbolehkan. Pengertian halal bukan hanya mencakup mengenai makanan saja. Akan tetapi, liburan pun bagi seorang Muslim harus halal, dari segi akomodasi, juga perjalanan itu sendiri. Jadi, seluruh perjalanan harus disesuaikan dengan kebutuhan seorang Muslim yang mengutamakan fasilitas berbasis syariah.

"Paket kami termasuk makanan halal di restoran, akomodasi di hotel yang menyediakan prasmanan terpisah tanpa alkohol, jalan-jalan ke situs yang berhubungan dengan sejarah Islam dan berikut shalat yang tak bisa ditinggalkan. Jadi ada informasi masjid terdekat,"  ungkap Yusuf Kherada pemilik Al Khalid Tours & Travels.

Seperti dilansir IndiaTimes, berlibur pada dasarnya menjelajah ke tempat yang menyenangkan. "Kesenangan adalah istilah yang sangat subjektif. Bagi saya, liburan adalah kesempatan untuk berhubungan dengan kekuatan yang menciptakan laut sehingga bisa surfing, juga ke pegunungan dan puncak yang tertutup salju," tutur seorang Muslim, perwira senior polisi lalu lintas Mumbai.

Ia dan istrinya telah mengunjungi belasan tujuan wisata termasuk Turki, Uzbekistan, Mesir dan Maroko sejak 2012. Sebelum ia melakukan perjalanan liburan halal, ia memastikan didalam tasnya ada sajadah, salinan Quran, tasveeh (rosario) dan daftar situs Islam di negara-negara  yang masuk dalam jadwa tur itu.

Kemudian ia menceritakan, ketika  mengunjungi Bukhara, kota kuno di Silk Route, Uzbekistan pada 2013, ia menyempatkan berhenti untuk shalat di makam Imam Muhammad al-Bukhari, tokoh yang mampu mengumpulkan Hadits Rasulullah Saw secara otentik. Bukhara ini tempat lahirnya Imam Al Bukhari. Jadi Bukhara merupakan nama yang mengadopsi keluarga ‘Bukhari’.  

Dalam catatan sejarah, Imam lah yang meresmikan, Jama Masjid di Delhi, India. Ia datang ke India dari Bukhara. Hingga kini Jama Masjid Delhi, ramai dikunjungi orang sebagai salah satu tujuan wisata halal. Kemegahan bangunannya pun sungguh menakjubkan. Jama Masjid Delhi dibangun oleh Kaisar Mughal Shah Jahan antara 1644 dan 1656. Kemudian masjid ini diresmikan oleh seorang imam dari Bukhara, kini wilayah itu bernama Uzbekistan. Masjid ini selesai pada tahun 1656 AD dengan tiga pintu gerbang yang besar, juga dibangun dari batu pasir merah dan marmer putih. Halaman masjid ini bisa menampung lebih dari 25.000 orang.

Selanjutnya, tahun lalu, Kherada memimpin tur halal ke Turki, salah satu tujuan paling populer di zona pariwisata halal yang pertumbuhannya sangat pesat. Karena di Eropa, menurut anak dari Yusuf Khalid ini, sangat sangat sulit untuk menemukan hotel yang tidak melayani alkohol atau pork.

Promosi pun gencar dilakukan untuk mengenalkan paket perjalanan wisata halal. Seperti beberapa waktu lalu, pemilik restoran, di Mumbai Amin Abbagani, beserta istri dan dua anak melakukan pelayaran dari Athena ke Barcelona. Selama tujuh hari, perjalanan melalui paket Al Khaled ini  mengaktifkan wifi di kapal pesiar. “Jadi waktu shalat pun ada pemneritahuan, sehingga dapat melakukan perjalanan yang tidak meninggalkan shalat,” ujar Abbagani. Saat terasa lapar, keluarga Abbagani merasa bersyukur karena  makanan tersebut hala, makanan halal ini telah disediakan, dapur halal.  

Selanjutnya, seorang turis Muslim seharusnya mencari tur halal Syariah  dan tidak menyentuh alkohol dan daging babi, dan menghindari kunjungan ke pantai yang  banyak wisatawan berjemur dengan berbusana tipis.

Sementara, beberapa turis dari India mencari cara untuk tetap sehat, berorientasi pada keluarga, juga berbagai pengalaman. Memang harus menutup mata, ketika beberapa anggota muda dalam tim tersebut tidak bisa diatur. Karena itu, Abdul Kareem mengakui perusahaannya, Creative Tours telah beberapa kali melakukan liburan halal, ke Maroko, Yordania, Spanyol dan Turki. Kareem mengatakan rintangan terbesar menjalankan wisata halal adalah mengamankan visa. "Ada banyak Muslim kaya yang ingin melakukan perjalanan dengan kami, tetapi mereka tidak memiliki surat-surat mereka seperti bukti pajak. Tentu diangkap wajib untuk mengamankan visa di negara-negara Eropa," kata Kareem.

Al Khalid Tour & Travel Siap Bersaing di Pasar Global Wisata Halal

Menggeliatnya pariwisata halal, mendorong Muslim yang memiliki kekayaan berlimpah, memanfaatkan untuk bepergian ke pelosok negeri lainnya. "Pada tahun 2020, pariwisata halal global akan menjadi sekitar 168 juta pengunjung, dengan menghabiskan sekitar $ 200 miliar. Hal ini diperkirakan 11% dari pengeluaran pasar perjalanan," jelas Suhail Shaikh dari perusahaan perjalanan yang berbasis di Dubai Sandala Journeys, yang  kerap melakukan tur halal. Menurut Shaikh, untuk memasuki pasar India, ia memiliki kantor di Mumbai dan akan segera membuka satu lagi perwakilan di Srinagar. Shaikh pun menganjurkan promosi pariwisata halal di India. Sebab, India perlu memanfaatkan pariwisata halal sebagai bagian dari kampanye Incredible India yang lebih besar.

Ketika wisata halal India lebih dikenal,  banyak Syaikh kaya raya dari negara-negara Arab yang membakar petro dolar, piknik halal di Spanyol dan safari gurun di Uni Emirate Arab akan tergoda untuk mencari pengalaman wisata halal di India. Menikmati banyak tempat, bukan hanya di Kota Sufi yang diberkati, Ajmer dan Delhi tapi bahkan bisa ke jalan-jalan berkelok-kelok yang terkenal  seperti ke  Varanasi kuno, atau yang dikenal dengan nama Benares, yaitu sebuah kota di tepi Sungai Gangga, yang terletak di Uttar Pradesh, India Utara.

Al Khalid berupaya memurnikan perjalanan wisata. Sebagari sebuah warisan kebaikan, Al Khalid membantu Muslim dalam menjalankan kewajiban Islam, yaitu pergi haji, juga dalam melaksanakan ibadah Umroh. Telah lebih dari dua dekade, ketika seorang visioner Haji Yusuf Ahmed Kherada meletakkan dasar Al Khalid Tours & Travels pada tahun 1993.

“Sejak awal, kami, setiap tahun kami telah membuat ribuan peziarah berhasil memenuhi janji mereka kepada Allah. Tim ahli kami profesional yang berpengalaman di India dan Arab Saudi berkomitmen terhadap memastikan bahwa setiap aspek ziarah suci ini dijalankan dengan sempurna, dan haji pun harus dilakukan dalam keadaan rileks pikiran selama perjalanan suci.

Perusahaan travel ini pun bangga dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan hanya berfokus pada satu tujuan, yakni kenyamanan mutlak konumen. Al Khalid telah diakui oleh Pemerintah India dan Pemerintah Arab Saudi karena komitmennya dalam memberikan pengalaman yang luar biasa bagi para peziarah yang melakukan haji serta umrah .

Berdasarkan paket tur yang  dipiliha, tersedia akomodasi mewah, yang paling dekat dengan tempat ibadah selama periode tinggal di Makkah, Madinah, Mina dan Arafah. Hal ini membuat jamaah lebih mudah melakukan kewajiban agama dengan nyaman.

Di samping itu, Al Khalid terkenal dalam menyajikan makanan lezat selama haji. Penyelenggaran haji ini menawarkan berbagai hidangan bergizi untuk membantu aktivitas selama berhaji. Bagi peziarah yang ingin melakukan Haji dan Umrah, tentunya harus dalam keadaan yang nyaman.

Al Khalid Tours & Travels menjadi pilihan pertama. “Kami berharap dapat memberikan pelayanan yang sangat nyaman untuk tamu Allah di Tanah Suci. Kami adalah agen tur yang dikelola secara profesional dan berkomitmen melayani konsumen di setiap langkah dari perjalanan,” jelas Yusuf Kherada.

Lebih dari dua dekade Al Khalid telah pengalaman dan berdedikasi tinggi. Kerana itu layak menerimma sertifikasi dan akreditasi dengan organisasi besar. Disamping itu beberapa pengharagaan juga pernah diterima Al Khalid, yaitu,  IATA adalah sebuah badan perdagangan internasional, berdiri lebih dari 60 tahun yang lalu oleh sekelompok penerbangan.

Hari ini, IATA mewakili beberapa penerbangan 230 yang terdiri 93% dari lalu lintas udara internasional yang dijadwalkan. Organisasi ini juga mewakili, memimpin dan melayani industri penerbangan secara umum. Lalu, The Agent Travel Federasi Indoa (TFI) adalah organisasi yang dinamis yang dibentuk tahun 1986, prinsip bisnisnya sehat dan beretika. Kemudian, sekelompok dua belas agen Travel terkemuka, merasa bahwa waktunya telah tiba untuk membuat Asosiasi dalam mengatur industri Travel di India. Sedangkan International Organization for Standardization (IOS) adalah pengembang terbesar di dunia dan penerbit Standar Internasional.( iys/timesofindia/dbs)

 


Back to Top