Asosiasi Muslim Australia Gelar Aksi Damai 'Loyalty to Homeland'

gomuslim.co.id– Agama Islam merupakan sebuah agama minoritas di Australia. Jika berkaca dari sensus nasional pada tahun  2011 menyebutkan populasi Muslim di Australia sebanyak 476.291 jiwa, atau hanya sekitar 2,2 persen dari total penduduk Australia. Angka ini menempatkan Islam sebagai agama keempat di negeri Kangguru tersebut.

Menjadi minoritas di negeri asal kanguru itu, tak lantas membuat Muslim kehilangan nasionalisme mereka. Umat Islam di ustralia nyatanya memiliki kecintaan dan loyalitas terhadap bangsanya. Sikap ini menepis anggapan dan stigma negatif yang dilekatkan terhadap umat Muslim di Australia.

Berbagai upaya juga telah ditempuh untuk membuktikan kecintaan komunitas Muslim terhadap Australia ke publik. Salah satunya adalah inisiasi bertajuk Loyalty to Homeland yang dikomandoi oleh Asosiasi Muslim Australia. Dengan membagikan 500 ribu pamflet di penjuru negeri, delapan ribu di antaranya disebarkan di Canbera, organisasi ini menyuarakan kesetiaan Muslim Australia terhadap bangsanya.

Khalid Mahmood Syed, salah satu anggota asosiasi menyebutkan aksi ini sebagai bentuk untuk menunjukkan kepada warga Australia bahwa Muslim Australia cinta damai dan tanah air serta bebas dari segala macam bentuk aksi negatif. "Kami ingin menunjukkan bahwa umat Islam dapat menjadi warga negara yang damai dan warga negara yang setia," ujarnya.

Puncak dari aksi ini adalah dengan mengadakan pertemuan bersama warga Australia yang dibarengi dengan kegiatan barbekyu, bermain kriket, dan lainnya sehingga diharapkan terjadi keakraban dan mengenal lebih jauh antarsesama warga Australia.

Indonesia Bantu Islamkan Australia

Agama Islam sendiri merupakan agama yang paling cepat pertumbuhannya dalam lima tahun di Australia, dengan peningkatan 39,9 persen dari 2006 ke 2011. Bukan hanya itu, warga muslim di Australia juga memiliki hak suara untuk pemilihan umum. Dari sekitar 500.000 warga Muslim di Australia, persentase jumlah pemilih terbesar terdapat di daerah pemilihan Broadmeadeows di pinggiran Kota Melbourne. Di dapil ini 31,3 persen pemilih merupakan warga Muslim.

Dari data daerah pemilihan selain Broadmeadows juga terdapat dua dapil di negara bagian New South Wales yaitu Bankstown dengan 26,7 persen pemilih Muslim dan Auburn yang memiliki 25,6 persen pemilih Muslim.

Seperti diketahui, dengan populasi Muslim terbesar dunia berada persis di dekat Australia yaitu di Indonesia, maka sangat penting bagi masyarakat Australia untuk memahami Islam. Perkenalan Islam di Australia telah dimulai pada 1600-an atau sekitar abad ke-16. Kedatangan Islam di Australia tak lepas dari campur tangan nelayan asal Indonesia. 

Nelayan Muslim dari Pulau Sulawesi di kepulauan Indonesia mulai mengumpulkan teripang (siput laut) dari Australia utara pada pertengahan 1600-an. Nelayan Muslim Indonesia ini berasal dari Makassar dan bugis. Nelayan ini sering disebut makassans.

Dalam proses pengumpulan teripang, Muslim Indonesia sering melibatkan warga dari suku Aborigin Australia. Mereka dipekerjakan dengan imbalan ketentuan. Akibatnya, suku Aborigin dan nelayan Muslim Indonesia memiliki ikatan kuat yang berlangsung berabad-abad. Bukti keberadaan Muslim Indonesia ke Australia ini dapat dilihat dalam bentuk peninggalan berupa artefak dan budaya dari beberapa orang Aborigin utara. (ari/dbs)


Back to Top