Kini Makanan Halal Makin Mudah Ditemukan di Tiongkok

gomuslim.co.id- Tiongkok merupakan salah satu negara terbesar dunia. Populasi Muslim memang minoritas di negara ini, namun pertumbuhkannya terus meningkat. Tak heran jika pemerintah Tiongkok segera memfasilitasi kebutuhan warganya yang beragama Islam dengan menghadirkan produk halal. Di sisi lain jumlah wisatawan Muslim ke negara ini juga cukup banyak.

Wisatawan Muslim berasal dari beberapa negara timur tengah seperti Arab Saudi, Pakistan, Iran, Turki termasuk dari Indonesia. Dari seluruh wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Tiongkok, sebanyak 30 persennya adalah umat Islam. Dengan terus meningkatnya warga Indonesia yang pelesir ke Tiongkok, semakin banyak pula tempat makan bersertifikasi halal resmi di Tiongkok.

Ketua Bidang IT Indonesian Tour Leaders Association (ILTA), Eddy Efendy, didampingi anggota ITLA Christian Wen menyatakan, wisatawan Indonesia tidak perlu khawatir kesulitan beroleh menu makanan halal saat berkunjung ke Tiongkok. Banyak tempat makanan di Tiongkok yang memiliki sertifikat halal resmi dari pemerintah.

Menurut dia, pemerintah Tiongkok cukup ketat mengeluarkan sertifikasi halal kepada tempat makan atau restoran. Setiap restoran halal, biasanya ditempeli stiker sertifikat halal. “Sertifikasi halal di sana beneran (ketat). Mereka bisa menunjukkan sertifikatnya, justru kalau di Indonesia belum tentu ada,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, ia menyatakan prospek wisata ke Tiongkok besar sekali. Diperlukan 30 kali kunjungan agar bisa mengunjungi seluruh destinasi wisata di Tiongkok. “Negara Tiongkok memang sangat besar. Jadi para wisatawan tidak cukup hanya dengan sekali dua kali kunjungan mendatangi setiap destinasi yang ada,” katanya.

Direktur Avia Tour Waluyo Setiono membenarkan, dari empat musim di Tiongkok, semuanya ramai kunjungan. Dengan perbedaan musim di sejumlah daerah, wisatawan bisa memilih daerah dengan suasana musim yang diinginkan. “Inilah keunikan di negara ini, kita bisa memilih tempat dengan musim sesuai selera,” kata Waluyo.

Wisatawan Indonesia umumnya mengunjungi Beijing ketika berwisata ke Tiongkok. Selain dapat mengunjungi Tembok Besar, wisatawan juga dapat melihat kota tua dan tempat-tempat bersejarah lainnya. “Nomor satu ke Beijing, kedua ke Shanghai yang mirip New York, kemudian Guangzhou. Juga daya tarik pemandangan, seperti jembatan berlantai kaca tertinggi di Zhangjiajie,” katanya.

Selain wisatawan, banyak pula pelajar asal Indonesia yang mendapatkan beasiswa kuliah di negeri tirai bamboo ini. Ada juga lulusan pondok pesantren yang menuntu ilmu di negara tersebut. Ketakutan akan sulitnya mendapat makanan halal tentu banyak menyelimuti perasaan para pelajar dan orangtua.

Kekhawatiran itu dilandasi dari berbagai macam alasan. Salah satunya adalah soal makanan untuk kehidupan sehari-hari. “Takut karena banyak makanan yang tidak halal, atau takut tidak ada masjid. Ketakutan ini menjadi penghambat bagi kelancara studi anak-anak,” kata Dahlan Iskan saat melepas penerima beasiswa ke Tiongkok.

Ia mengingatkan kepada para orangtua untuk menepis kekhawatiran itu. Paparan detail tentang kondisi di Tiongkok dapat diketahui orang tua secara jelas. Apalagi, lanjut Dahlan, sudah banyak pembangunan fasilitas untuk orang Islam di Tiongkok. “Sudah banyak dijumpai makanan halal, dan mushala di sana. Orangtua tidak perlu khawatir lagi,” pungkasnya. (njs/dbs)

 


Back to Top