Torehkan Sejarah, Muslimah Ini Bersiap Jadi Presiden Wanita Pertama di Somalia

gomuslim.co.id- Islam di negara Somalia adalah minoritas. Suara dan peran umat Islam di negara ini juga tidak mendapatkan tempat yang sesuai. Tapi, baru-baru ini, rakyat Somalia sedang mendapatkan perhatian khusus dari seorang muslimah yang akan mencalonkan diri menjadi Presiden. Satu hal yang menjadi pembicaraan di dunia adalah calon Presiden Somalia tersebut adalah perempuan dan dia adalah seorang muslimah. Jika terpilih nanti, hal ini membuat sang kandidat menjadi wanita pertama yang memimpin pemerintahan negara Somalia.

Adalah Fadumo Dayib, muslimah yang telah menorehkan sejarah di Somalia. Pada Pemilihan Presiden Somalia tahun 2016 ini, Dayid bersaing dengan 17 calon presiden yang ada. Salah satunya termasuk incumbent Hassan Sheikh Mohamud, seorang mantan aktivis akademik dan yang telah berkuasa sejak tahun 2012. Pada pemilihan presiden tersebut, Dayib adalah satu-satunya wanita.

Banyak pihak menilai kemungkinan Dayib bisa menang adalah nol. Tapi di sisi lain, kampanyenya telah berdampak untuk beberapa hal, yaitu meningkatkan profilnya, mendorong diskusi lebih luas tentang perempuan di Somalia, dan menunjukkan kepada 11 juta penduduk negara itu bahwa Dayib adalah alternatif pilihan elit politik yang ada.

"Banyak warga Somalia yang shock karena saya muncul entah dari mana tapi berhasil untuk menantang semua mereka yang berkuasa dan sekarang semua orang di dalam negeri yang tahu siapa saya, " pungkas Dayib, seperti dilansir dari publiaksi mvslimdailylife.

Dalam beberapa pidatonya, Dayib terlihat jelas memiliki tekad yang kuat dan kemauan. Hal ini dapat membantu dalam membuatnya menang menjadi Presiden Somalia dalam situasi yang sangat sulit ini. Dayib juga mengatakan bahwa dia memiliki pengalaman yang dalam soal pendidikan sebagai alumni Master Mid-Karir di Public Administration Edward S. Mason Program, yaitu tempat pelatihan bagi para pemimpin dari pengembangan, industri baru dan negara-negara transisi ekonomi. Dia mempersiapkan diri dengan baik untuk menjadi presiden yang baik untuk pemilu tahun 2020 pemilu dan ia juga sudah tidak sabar untuk mengakhiri perang sipil.

Berjuang di Negeri Asing

Dayib lahir di Kenya, dan merupakan putri dari orang tua Somalia. Ibunya pergi ke negara tetangga untuk mencari perawatan medis yang lebih baik setelah 11 saudaranya meninggal karena penyakit menular saaat itu.

Saat berusia 12 tahun, ia dan keluarganya selamat dari penyakit menular tersebut. tapi, mereka diusir dari Kenya pada tahun 1989, keluarganya mencoba untuk membuat kembali kehidupan mereka di Mogadishu. Kemudian datang runtuhnya rezim Siad Barre dan perang saudara. Somalia pun mengalami perang saudara hampir 26 tahun yang laludan  keluarganya di Mogadishu menjual segala sesuatu untuk mengirim Dayib remaja ke luar negeri untuk keselamatannya.

Dayib pun tiba di Eropa Utara pada usia  18 tahun  sebagai pencari suaka miskin dan kurang berpendidikan. tapi, saat ini Dayib adalah  seorang ahli dalam kesehatan masyarakat dan aktivis yang banyak mendapatkan  penghargaan. setelah membangun karir di Eropa tersebut, Fadumo Dayib berharap untuk kembali ke tanah airnya untuk mengakhiri pembunuhan dan korupsi dan membantu memimpin Somalia menuju kemakmuran dan stabilitas.

Saat menetap di Finlandia, Dayib bekerja sebagai perawat pasien untuk perawatan kritis, melatih spesialis kesehatan untuk PBB dan memperoleh gelar doktor. Dia juga bekerja di sektor swasta pada lapangan kerja bagi para pengungsi dan memenangkan beasiswa ke Harvard University untuk belajar administrasi publik.

Beberapa hari terakhir semester musim gugur di Harvard Kennedy School (HKS) tahun 2015, Dayib membahas visinya untuk Somalia dan perubahan dia ingin membuat dalam memimpin bangsa sebagai presiden perempuan pertama di tanah airnya tersebut.

"Bahkan jika saya seorang pemimpi, saya juga memiliki keterampilan dan kemampuan untuk menempatkan mereka (warga Somalia) ke dalam tindakan nyata. Itulah sebabnya saya di sini hari ini, ini ambisi yang sama, motivasi, keyakinan dan berharap bahwa saya mengambil keputusan untuk kembali ke Somalia," ungkap Dayib.

Hal ini menjadi angin segar bagi babak baru optimisme pemerintahan Somalia yang dipimpin oleh presiden perempuan pertama yang juga seorang muslimah di negara ini. Jika Dayid terpilih pada Pemilu tersebut, muslimah ini akan menorehkan sejarah sebagai muslimah pertama yang menjadi Presiden di Somalia, bahkan dunia. (fau/mvslim/dbs)

 


Back to Top