ITB Asia Ajang Promosi Wisata Halal Indonesia

gomuslim.co.id- Gelaran Internationale Tourismus-Borse (ITB) Asia Halal In Travel 2016 berlangsung pada tanggal 19 Oktober sampai 21 Oktober 2016 di Sands Expo and Convention Centre, Marina Bay Sands di Singapura. Acara yang diisi dengan pameran, konferensi ini merupakan ajang yang tepat untuk mempromosikan pariwisata di seluruh dunia. Pada Edisi kesembilan ITB Asia ini memberikan lebih banyak konten terkait wisata halal dari berbagai negara. ITB Asia menepati janjinya membuat acara terbesar dan paling menarik semenjak dimulai pada tahun 2008.

Acara ini pun menampilkan ratusan perusahaan dari kawasan Asia-Pasifik, Eropa, Amerika, Afrika dan Timur Tengah. Bukan hanya tentang pasar pariwisata, tetapi juga perusahaan dan perjalanan. Selain itu acara ini menggandeng perusahaan publikasi terbesar, Meeting Incentive Conference Events (MICE). Peserta dari setiap sektor industri, termasuk tujuan, penerbangan dan bandara, hotel dan resor, taman hiburan dan atraksi, operator tur, jalur pelayaran, spa, tempat, fasilitas rapat lain dan perusahaan teknologi perjalanan, semua yang terkait hadir.

ITB Asia yang kali ini bekerja sama dengan Crescentrating menampilkan wisata halal sebagai bagian dari topik utama pameran dagang ke dalam wisata Muslim. Crescentrating telah melakukan riset dengan melakukan konferensi dan berbagai lokakarya, hasilnya sektor wisata halal saat ini bernilai US $ 120 miliar dan diproyeksikan akan tumbuh ke US $ 220 miliar pada 2020.

Indonesia Hadirkan Wisata Unggulan

Keseriusan Indonesia untuk menggaet wisatawan manca negara ditunjukan dengan mengambil porsi cukup besar pada pameran ITB Asia. Apalagi dengan membawa 90 pelaku industri pariwisata yang berkualitas. Sebesar 60% stand berisi wisata halal Indonesia. Peningkatan Indonesia pada acara ini terlihat dengan mengambil tempat, floorspace sebesar 70%, dan  menggunakan stand pameran seluas 400m². Dengan stand seluas itu, Indonesia dalam ajang ITB Asia kali ini merupakan yang terbesar dalam sejarah acara yang diselenggarakan setiap tahun ini.

“Indonesia secara rutin mengikuti ITB Asia di Singapura. Keikutsertaan kali ini juga untuk mempromosikan sekaligus mempertahankan keberadaan pariwisata Indonesia di dunia khususnya kawasan ASEAN. Sebab, ITB Asia adalah tempat yang potensial untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Ajang ini adalah pameran business to business yang memungkinkan para pelaku industri di Indonesia memperluas jejaring pasar mereka dengan peserta dari berbagai negara itu,” papar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, I Gde Pitana.

Stand Indonesia tampil memukau dengan  mengusung “Wonderful Indonesia”. Pinisi, sebuah kapal tradisional Masyarakat Bugis menjadi pilihan dekorasi dengan desain yang kekinian. Di area Indonesia juga hadirkan keunikan seperti, tersedianya minuman khas Indonesia, Indonesian Exotic Drinks, Coffee Corner, minuman herbal, rempah-rempah, Wedang Uwuh, Teh Bunga Telang, Bir Mataram, yang dihasilkan dari pertanian organik.

“Kita memang sedang membangun banyak destinasi, slot presentasi di acara ini, kami manfaatkan semaksimal mungkin,” jelas I Gde Pitana. Pada slot pertama, Kemenpar menghadirkan Hiramsyah S Thaib yang berbicara tentang 10 Top Destinasi Bali baru, dengan topik Treasures of Archipelago.

 

Hiramsyah Sambudhy Thaib, yang merupakan Ketua Pokja Percepatan Bali Baru,  mempresentasikan mengenai 10 Bali Baru, yang merupakan Destinasi prioritas yang diagendakan oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.  Antusiasme peserta dari berbagai negara itu sangat tinggi saat presentasi dari Indonesia.  

Hiramsyah menjelaskan panjang lebar dalam presentasinya, bahwa Indonesia memprioritaskan wisata halal ini, karena itu infrastruktur, energi, pangan, dan maritim menjadi sektor prioritas. Lalu, menjelaskan mengenai 10 Top Destinasi dari berbagia daerah yaitu, Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu dan Kota Tua Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru (BTS) Jawa Timur, Mandalika Lombok NTB, Labuan Bako NTT, Wakatobi Sulawesi Utara dan Morotai Maltara.  Peserta pun tambah antusias, saat Hiramsyah menampilkan foto-foto alam yang penuh  keindahan  di 10 titik wisata prioritas.

Menurut Hiramsyah, saat ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi pada  tourism sector di Indonesia. “Karena komitmen pemerintah sangat tinggi untuk mendorong pariwisata tumbuh dan berkembang di Indonesia, menggantikan peran Minyak-Gas Bumi, Batubara dan Minyak Kelapa Sawit, yang sebelumna telah menjadi andalan Indonesia,” papar Hiramsyah.

Selanjutnya pada bagian lain di acara pembukaan ini, presentasi juga disampaikan dari Indonesia, yaitu Riyanto Sofyan sebagai Ketua Tim Percepatan Halal Tourism Kemenpar.  Pada bagian ini, Riyanto pun mendapatkan apresiasi yang tinggi dari peserta. Pada kesempatan itu  pemilik Hotel Sofyan ini membahas tentang National Strategies on Developing Halal Tourism.

 ITB Asia Catat Rekor Kumpulkan Penjual dengan Pembeli Terbanyak

Hal yang baru pada perhelatan tahun ini adalah adanya pertemuan puncak pariwisata halal yang diselenggarakan oleh Crescentrating, dan kemitraan baru dengan Singapore Airlines dan International SOS. Acara tahun ini juga membuat rekor baru dengan mendatangkan para penjual maupun pembeli sebanyak 15.000 perjanjian penjual-pembeli. Lebih dari 60% dari pembeli menghadiri acara yang direkomendasikan oleh peserta pameran dan mitra acara lainnya.

"Seperti yang kita saksikan meningkatnya kenaikan permintaan sektor perjalanan antara pembeli Asia, kami terus bekerja dengan peserta pameran dan mitra untuk membuat batas baru dan memberikan platform bisnis terbaik kami bagi mereka untuk terhubung dengan kunci pengambil keputusan di MICE, perusahaan dan rekreasi industri perjalanan," jelas Katrina Leung, Direktur Eksekutif Messe Berlin (Singapura), penyelenggara ITB Asia.


Selain itu keikutsertaaan Taiwan dan Panama untuk pertama kalinya ini, juga membuktikan betapa wisata halal banyak dimintai. Negara-negara lain pun telah meningkatkan pengadaan  ruang pameran mereka untuk tahun 2016 ini, termasuk Jepang dan negara mitra Finlandia, yang keduanya memiliki 60% lebih besar ruang pameran dibanding tahun lalu.

ITB Asia tahun ini  merupakan tahun kesembilan dan edisi ini adalah yang terbesar dengan kontribusi yang kuat dari Indonesia, Finlandia dan Jepang yang telah meningkatkan ruang pameran mereka dengan lebih dari 60 persen. Peserta pameran terbesar adalah Departemen Pariwisata Republik Indonesia dengan rekor ruang stan 400sqm - wakil negara stan terbesar dalam sejarah ITB Asia di Singapura. Hal ini juga menyambut pendatang baru termasuk Panama dan Taiwan.

Acara tiga hari juga berhasil menggebrak Google dengan Booking.com, sehingga menimbukan dampak gangguan digital dengan hadirnya pembicara yang berpengalaman dalam bidang travel ini. Selain itu, acara tersebut dibuka dengan diskusi panel merangsang oleh beberapa mitra baru ITB Asia seperti Crescentrating dan International SOS, yang memberikan wawasan ke tombol perusahaan dan konsumen tren yang berdampak pada industri perjalanan di Asia Pasifik dan bagaimana bisnis secara efektif dapat terlibat dengan generasi yang berbeda dari wisatawan diberikan lanskap perjalanan selalu berubah hari ini.

Kunci penting dari acara tahun ini adalah untuk pertama kalinya, sesi pembicara utama dilakukan setiap hari. Tahun ini ini pun ITB Asia memegang peranan penting, dalam memberikan konferensi yang komprehensif berturut-turut dengan lebih dari 5440 menit konferensi yang tersaji. Hal ini tentu lebih banyak 730 menit dibandingkan tahun lalu.

Peningkatan kehadiran dari acara tersebut terlihat dari penerbangan dengan Singapore Airlines, maskapai resmi, bersama dengan maskapai lainnya Finnair, Air Berlin, Qatar Airways, dan lain-lain. Beberapa pembicara utama konferensi ini mencakup: Greg Schulze , Senior Vice President, Strategi Komersial dan Jasa, Grup Expedia. Andrew Hughes, Wakil Presiden Penjualan, Pemasaran & Sourcing APMEA, GTA. Jenny Wu, Chief Strategy Officer, Ctrip.com Internasional.  (iys/dbs)

 

 
 

 


Back to Top