IIF 2016

Pasar Halal Indonesia Berpotensi Tembus 10 Milyar Dollar

gomuslim.co.id – Acara bertajuk International Islamic Fair (IIF) 2016 dihelat di JIEXPO Kemayoran Jakarta Pusat pada tanggal 20 sampai 23 Oktober 2016. Tak tanggung-tanggung, semua sektor industri akan hadir di event IIF yang menambah semarak event kelas dunia ini. Event  IIF ini sendiri meliputi lima aspek kegiatan yaitu yaitu Islamic Cuture Expo, Islamic Fashion, Islamic Food & Bevarage, Islamic Education & Book Fair, serta Islamic Fair. IIF akan dimeriahkan dengan pameran dan atraksi kesenian, seminar, talkshow, kompetisi, fashion show, dan bedah buku.

Diikuti tak kurang 20 negara yang tergabung dalam keanggotaan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Chairman of IIF Maghda berharap setiap negara yang terlibat dapat memamerkan progres gaya hidup Islam negara masing-masing dalam setiap bidang. Bukan hanya itu, IIF 2016 juga mendapat dukungan penuh dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Komite Tetap Timur Tengah dan OKI, serta Kantor Utusan Presiden untuk Timur Tengah dan OKI.

Pada acara pembukaan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga mengatakan jika potensi pasar halal di Indonesia sangatlah besar. Hal ini diutarakannya di sela-sela ajang IIF 2016, Ia juga mengungkapkan jika Indonesia bisa menjadi Halal Hub Internasional.

“Potensi Industri Halal Indonesia sangatlah besar, bahkan mencapai 10 billion US Dollar, Bukan hanya itu, Indonesia juga berpeluang menjadi Halal Hub Global dengan potensi yang besar ini,” katanya yang menggantikan Presiden Joko Widodo untuk membuka acara ini.

Sementara itu, ketika disingung mengenai sasaran Industri Halal Indonesia, ia menjawab bahwa potensi pasar masih berada di kawasan Timur Tengah. “Potensial marketnya masih di timur tengah, yang kami bisa lakukan adalah mengemangkan kawasan industri brikatnya untuk meyakinkan pasar di luar bahwa prosesnya sudah baik, terutama mengenai ekspor,” tutur Pria yang 27 Juli 2016 lalu resmi dilantik menjadi Menteri Perindustrian ini.

Sementara itu, Ketua LPPOM MUI Lukmanul Hakim beranggapan, perdagangan halal yang dideteksi secara nyata memang belum ada data yang valid, namun Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki pangsa pasar yang potensial di industri halal ini.

“Tapi, dalam di beberapa kesempatan forum pertemuan  antarnegara, perdagangan di Indonesia itu potensial di halal. namun, hingga saat ini kita belum dapat memilah milih perdagangan halal atau bukan,” kata Lukman pada kesempatan yang sama.

Dalam industri wisata halal, nanti MUI akan mengawasi pendukung-pendukungnya seperti restoran, dapur, itu lebih integrated program dengan Kemenpar. Memang yang digiatkan adalah promosinya. Terkait dengan parisiwata halal ini, Kemenperin meminta agar aspek-aspek pendukungnya juga harus halal.

Sedangkan mengenai konsepnya adalah bagaimana para pelaku usaha melakukan inplace service dan inplace control kepada industri-industri yang memproduksi produk-produk halal.

“Tujuannya untuk produk lokal yang akan diekspor. Memang, ini tujuannya kan mengarah ke politik perdagangan, dengan membawa ke politik perdagangan maka agar orang akan lebih percaya. Kondisi lingkungan kami kendalikan, pencarian bahan baku bisa kami bantu percepatan, jadi tidak ada penggantian bahan baku di luar standar. Sehingga, dengan adanya kawasan industri itu proses perdangangnya tidak terganggu,yang kami lakukan adalah bisa mendapatkan percepatan. Kami sedang membahas ini. Sebab, drafting sudah berlangsung lama, dua tahun. Setelah itu barulah muncul Peraturan Menteri (Permen),” tukas Airlangga. (ari)

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top