IIF 2016

Lewat Kreasi Produk Fashion Muslim Berbahan Kain Songket, UKM Ini Ikut Ramaikan International Islamic Fair

gomuslim.co.id– Perhelatan International Islamic Fair (IIF) dan Indonesian Internasional Halal Expo  (INDHEX) resmi dimulai pada hari Kamis (20/10) sampai Minggu (23/10). Dua kegiatan besar ini menjadi wadah bertemunya berbagai macam sektor industri halal di Indonesia, serta dihadiri oleh para tamu undangan dan lembaga sertifikasi halal dari negara lain. Bukan hanya itu, perhelatan ini juga merupakan sebuah ajang unjuk gigi bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) khususnya di bidang fashion. Pada kesempatan ini, gomuslim mencoba bertanya lebih jauh kepada salah satu UKM Fashion yang membuka booth di acara ini.

Salah satu booth fashion yang berlokasi di booth no.41,  hall C3 JIExpo Kemayoran bernama Chandrakirana ini merupaka pelaku UKM yang menjual berbagai produk fashion khususnya busana muslim yang berasal dari kain songket.

Owner Chandrakirana, Khelaswara Chandrakirana mengatakan produk yang mereka jual adalah produk yang berbahan songket tenun tangan asli. “Kami menjual produk busana muslim yang berbahan songket tenun tangan asli Palembang, tas yang berbahan songket, baju-baju bahan jumputan, serta baju muslim kombinasi songket. Pokoknya semua produk berbahan dasar songket,” katanya saat ditemui gomuslim di booth mereka, Kamis (20/10).

Ia menambahkan, semua produk yang dijual merupakan produk handmade alias buatan tangan dan dibuat di daerahnya langsung dengan desainernya bernama Vinda, jadi bukan impor dari ataupun reseller produk. Sementara untuk dasar awal mendirikan usaha ini, Khelaswara menuturkan, karena baik ia maupun desainer produknya memiliki kesamaan hobi dan sama-sama suka dunia fashion. Khelaswara suka belanja baju, sementara Vinda suka design baju, sehingga hal inilah yang menjadikan mereka membuka usaha baju muslim ini.

Sementara ketika disinggung mengenai tantangan sendiri, Khelaswara menuturkan semua usaha baru pasti memiliki tantangan yang sama sedangkan untuk hal positifnya adalah karena dengan usaha ini, mereka bisa mengeksplorasi bakat dan ide mereka.

“Kita senang bisa lebih mengeksplor ide-ide kita, Misalnya kain songket bisa dipakai untuk baju sehari-hari umat muslim. Biasanya kan songket digunakan untuk acara-acara sakral seperti acara pernikahan, acara adat, dan sebagaianya.Sedangkan dengan mengkombinasikan songket, akan membuat songket lebih dikenal masyarakat,” tuturnya.

Untuk harga sendiri, Khelaswara membanderol produknya ini di kisaran harga mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 3.500.000. Sejauh ini, mereka juga telah mensosialisasikan songket Sampai ke Brunei Darussalam dan anehnya songket di Brunei lebih diminati oleh kaum adam ketimbang wanitanya.

Ia juga menuturkan bahwa usahanya ini belum mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal ini disebabkan karena usaha mereka baru berdiri selama satu tahun. Namun, Ia menggaransi kalau pakaian yang dijual adalah pakaian muslim, mulai dari pakaian kerja hingga pakaian resmi.

Berbicara mengenai omzet penjualan, sejak tahun lalu penjualn mereka sudah diatas modal penjualan, sedangkan untuk ajang IIF tahun ini, mereka tidak menargetkan apa-apa karena memang tujuan mereka mengikuti pameran hanya untuk mensosialisasikan songket.

Untuk diketahui, pada pembukaan IIF, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan jika potensi pasar halal di Indonesia sangatlah besar, bahkan bisa menembus angka 10 miliar US Dollar. Dengan hadirnya IIF ini, diharapkan para pelaku usaha di industri Halal Indonesia dapat lebih mengembangkan usaha mereka. (ari)


Back to Top