Jamaah Masjid York Way Islington Akan Kehilangan Masjid Satu-satunya Ini

gomuslim.co.id- Gedung perkantoran di sekitar jalan utama York Way ini mungkin bukan yang paling menarik. Akan tetapi, gedung yang terletak di  Jalan Brewery 55-61, Holloway, Islington, London, masih menjadi rumah bagi 300 jamaah di York Way Masjid, yang terletak di lantai 3. Sangat disayangkan pemerintah setempat telah menyetujui untuk melakukan pembongkaran. “Di mana lagi yang ada masjid,” tukas direktur Masjid York Way, Mukhtar Osman pada James Morris, wartawan dari Islington Gazette.

Sejak surat pemberitahuan pembongkarang sampai ke tangan Mukhtar Osman, ia mendadak tidak bisa tidur setiap malam. Apalagi menjelang pertemuan dengan komite dewan perencanaan tata kota Islington, setiap malam Mukhtar gelisah. Awalnya anggota Dewan menerima surat permohonan dari  Atlas Properti dan Jasa untuk menghancurkan bangunan di nomor 55-61, Brewery Road.  Setiap malam Mukhtar lebih gelisah, setelah keputusan itu ditunda pada tanggal yang akan ditentukan nanti. Ia mengharapkan pemerintah kota tidak membongkar gedung ini.

The York Way Masjid menyewa lantai pertama dan kedua bangunan ini dari Atlas. Kedua lantai di gedung ini telah dioperasikan sebagai masjid sejak tahun 2008, di samping juga  berfungsi sebagai pusat komunitas Muslim.

Komite meninjau lokasi tersebut untuk melihat desain dari rencana yang telah dibuat. Dengan melihat langsung, maka akan tergambar rencana pembangunan blok kantor lima lantai. Karena akan dibangun ditempat itu. Namun permohonan pembongkaran ini, diredam terlebih dahulu, sampai akhir November atau awal Desember.

"Saya telah mengalami malam yang sulit untuk tidur, memikirkan rencana penutupan ini, tapi bukan hanya saya. Hal ini telah menjadi perhatian besar bagi semua orang," ungkap Mukhtar. Keadaan ini sungguh dalam posisi yang rentan bagi jamaah York Way Masjid. Sedikitnya untuk melindungi bangunan itu  dari pengembang, Mukhtar pun telah mengajukan proposal untuk mengubah penggunaan bangunan ini, dari bisnis digunakan untuk agama dan komunitas masyarakat Muslim.

Sayangnya pengajuan Mukhtar ditolak oleh petugas dewan perencanaan tata kota, pada bulan Juli lalu. Alasannya, karena akan berakibat pada hilangnya ruang kerja. Sehingga menurut dewan, Brewery Road, terjepit di antara Caledonian Road dan York Way, yang merupakan daerah bisnis yang sangat maju.

Dalam laman Islington Gazatte juga diterangkan bahwa masjid ini memiliki 300 jamaah. Masjid ini memiliki kapasitas 250 jamaah saat digunakan untuk shalat Jumat. Karena itu, lebih dari 400 orang telah menandatangani petisi terhadap rencana pembongkaran masjid.

Masjid satu-satunya di daerah York Way ini diisi dengan berbagai kegiatan. Sebagai pusat komunitas, di masjid juga ada aktivitas lain, seperti klub pemuda dan kelas usai sekolah. Hal ini terutama digunakan oleh masyarakat Somalia Islington, serta minoritas Muslim seperti Bengali dan Ethiopia. "Kami memiliki komunitas yang sangat beragam di wilayah ini, dan York Way Masjid merupakan satu-satunya masjid di sekitar sini," kata Mukhtar.

Tentu saja dengan adanya pembongkaran, akan banyak  yang kehilangan. Konsekuensi dari rencana penutupan ini akan sangat besar. Bagi Mukhtar tentu saja, masyarakat, keluarga dan anak-anak akan kesulitan apabila masjid ditutup.

“Tidak ada alternatif untuk jamaah kami. Terdekat adalah Masjid Taman Finsbury, yang sudah sangat penuh. Jika anda lihat pada shalat Jumat, banyak orang yang shalat di luar, di halaman. Jadi orang-orang di Brewery Road tidak bisa bergabung di masjid lain,” terang Mukhtar.

Mukhtar juga berujar, “jika Atlas berhasil, tentu ada tempat lain untuk pergi, kami akan ditinggalkan di jalanan, seluruh keluarga kami akan kehilangan tempat tinggal.” Masjid itu bagi komunitas Muslim setempat merupakan rumah yang mereka harapkan bisa membawa ke surga.

Namun disisi lain, dewan perencanaan telah menyarankan agar menyetujui permohonan pembongkaran itu. Menurut anggota dewan, bangunan ini telah lama, dan merupakan bangunan tua. Dewan juga menyoroti bahwa gedung ini tidak ada aksesibilitas yang memudahkan difabel. "Lantai atas Subyek bangunan yang digunakan saat ini sebagai masjid, dianggap tidak sesuai dengan fungsi ekonomi daerah," jelas anggota dewan perencanaan.

Setelah penundaan beberapa hari lalu, juru bicara dewan mengatakan bahwa permohonan pembongkaran ini akan diolah lagi. Keputusannya akan diberikan pada akhir November atau awal Desember, atau mungkin bisa saja tahun depan.  Sementara itu, Atlas tidak menanggapi keadaan yang terjadi ini, Atlas memilih tidak berkomentar. (iys)

 


Back to Top