Hari Santri Nasional

Begini Perayaan Hari Santri di Berbagai Daerah Nusantara

gomuslim.co.id- Berbagai acara digelar dalam rangka memeriahkan perayaan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2016. Perayaan yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober ini menghadirkan banyak kegiatan yang unik dan menarik. Kegiatan itu mulai dari menulis ayat Alquran, pawai budaya religi, bedah buku, hingga aneka lomba skala lokal dan nasional.

Ada yang berbeda pelaksanaan perayaan menyambut HSN di kota Mojokerto. Puluhan remaja berbaris rapi di tepi jalur dua rel Kereta Api. Para remaja putri itu tampak cantik dengan busana muslim modis yang dikenakannya. Begitu KA Jenggala berhenti di stasiun, satu demi satu remaja naik ke dalam salah satu gerbong.

Berjalan bak model profesional, tiap remaja memamerkan busana muslim di selasar gerbong. Beberapa penumpang terlihat antusias menikmati fashion show yang digelar di area stasiun itu. Peragaan busana itu merupakan bagian dari lomba fashion busana muslim yang digelar PT KAI Daops 8 Surabaya di Stasiun Mojokerto.

Manajer Humas PT KAI Daops 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko mengatakan, perlombaan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober nanti. “Kami memilih menggelar fashion busana muslim terkait Hari Santri karena ingin menunjukkan bahwa pemakai busana muslim bisa tampil cantik. Ini juga agar perempuan muslim membiasakan mengenakan busana muslim,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gatut mengungkapkan, lomba fashion busana muslim ini dikhususkan pada remaja tingkat SMP atau sederajat. Kegiatan ini dimanfaatkan para siswa di 21 SMP/MTs se-Kota Mojokerto untuk ikut bersaing menampilkan busana muslim terbaik. Untuk lomba ini, ada lebih dari 90 peserta yang ikut, terutama dari siswa kelas 1 dan 2 SMP.

“Para peserta kami beri kebebasan ekspresi untuk busana muslim. Jika respon dari peserta lomba ini bagus, maka pada lomba fashion berikutnya, kami beri kesempatan peserta dari remaja tingkat SMA,” paparnya.

Dalam lomba busana muslim ini, para peserta berusaha menampilkan busana terbaik. Ada peserta yang menampilkan jilbab dengan motif variatif. Ada juga yang memadukan jilbab dengan pakaian terusan hingga menjuntai. Namun ada pula yang menampilkan busana muslim sederhana dan menonjolkan wajah cantik dan lenggak lenggok di atas panggung maupun di dalam gerbong KA.

Seperti yang dilakukan seorang peserta bernama Johana Christina Novinska (13). Pelajar kelas 1 SMPN 5 Kota Mojokerto ini lebih mengandalkan tampil percaya diri, karena dia sudah pengalaman ikut fashion show. “Saya dua kali ikut fashion,” ujarnya.

Ketika ditanya terkait fashion show di dalam gerbong KA, dia mengaku cukup tertantang untuk tampil baik. Selain tak biasa, berjalan di dalam gerbong KA harus hati-hati agar tak tersandung. “Tantangannya takut jatuh saja. Tapi saya berusaha tampil baik, karena sudah persiapan dua hari,” katanya.

Sementara itu, di tempat lainnya, ratusan warga di Kecamatan Bareng datangi stand pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh panitia Hari Santri Nasional (HSN) di MI Nurul Islam Bareng, Kamis (20/10). Puluhan peserta pengobatan gratis dengan membawa kupon yang sebelumnya dibagikan panitia, datang lebih awal sebelum acara dibuka. Mereka rela nunggu sembari mengikuti acara pembukaan.

Salah satu koordinator tim pengobatan gratis Minanur Rahman mengatakan, warga setempat sangat antusias mengikuti kegiatan yang menyemarakkan Hari Santri Nasional ini. “Meraka datang sangat pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, padahal jadwal kita baru dibuka pukul 08.00 WIB," ujarnya

Minan menyampaikan sebelumnya, panitia menyiapkan kupon peserta pengobatan gratis sebanyak 525. Kupon tersebut sudah diedarkan jauh-jauh hari sebelumnya. “Panitia membuat kupon sebanyak 525 untuk target peserta, yang diedarkan oleh pengurus NU Bareng. Namun realisasinya, jumlah akhir tadi sebanyak 371 peserta pengobatan gratis,” paparnya.

Di Gorontalo, perayaan Hari Santri akan diawali lomba cerdas cermat dan MTQ. Sementara di Sulawesi Selatan akan digelar festival santri perlombaan karya tulis, seni, dan halaqah para pemimpin pesantren.

Di Jatim, tiap kabupaten kota akan menjalankan agenda perayaan hari santri seperti karnaval santri, khatamul Quran, dan gerak jalan sehat. Di Sumatera Utara, pesantren-pesantren diminta memasang spanduk bertema dari pesantren untuk Indonesia menyambut HSN selain juga ada kemah santri, MTQ, dan khataman Alquran.

Di Bangka Belitung, Tabligh Akbar menyambut HSN rencananya akan disiarkan melalui TV dan radio lokal milik pesantren. Pawai dan karnaval santri bersama pengurus NU serta pemasangan spanduk HSN jadi salah satu agenda pada 22 Oktober mendatang. (njs/dbs/foto; antara)


Back to Top