Ini Pasar Modal Syariah Pertama di Afrika

gomuslim.co.id- Perkembangan keuangan syariah telah masuk ke sistem ekonomi di beberapa negara dunia. Tidak hanya untuk negara dengan muslim mayoritas seperti Indonesia dan Malaysia, keuangan berbasis syariah ini juga telah mendapat tempat di beberapa negara dengan muslim minoritas. Salah satunya adalah pasar modal syariah yang baru-baru ini hadir di negara Afrika.

Hal tersebut dilakukan oleh Bursa Efek Regional (BRVM) yang menjadi pasar modal syariah pertama di wilayah West African Economic and Monetary Union (WAEMU). Lembaga ini berkomitmen untuk mengembangkan industri keuangan Islam. Hal ini akan meningkatkan daya tarik sukuk terutama bagi investor individu, dan merupakan upaya untuk memperbanyak penerbitan sukuk di masa depan.

Sebagai langkah awal, telah tercatat lima sukuk yang diterbitkan oleh beberap daerah di Afrika, yaitu Pantai Gading, Senegal, dan Togo dengan total penawaran 1,3 miliar dolar AS. Perdana Menteri Pantai Gading Daniel Kablan Duncan dalam publikasi The Exchange mengatakan sukuk merupakan sumber pembiataan yang inovatif untuk pertumbuhan perekonomian di negara-negara WAEMU. Kata Daniel, perkembangan keuangan Islam adalah fokus utama untuk pengembangan pasar keuangan dan membiayai pembangunan ekonomi di wilayah regional WAEMU.

Selain itu, lewat peran BRVM dalam pasar modal syariah, diharapkan dapat mengundang investor swasta untuk ikut mengeluarkan sukuk dalam rangka percepatan pembangunan di regional WAEMU. Peluncuran pasar modal syariah ini tidak lepas dari dukungan The Islamic Corporation for the Development (ICD) yang berada di bawah naungan Islamic Development Bank Group (IDB). Dalam hal ini ICD merupakan pemain utama dari transaksi dengan broker dan perusahaan pengelola reksa dana sekuritas.

Sebelumnya, perbankan syariah telah berkembang dengan pesat di seluruh dunia tetapi di Afrika industri tesebut masih dalam masa pertumbuhan. Meski begitu Afrika menyajikan kesempatan besar bagi pasar perbankan syariah.

Kepala Perbankan Syariah Global dan Perbankan Konsumer Standard Chartered Saadiq, Wasim Saifi mengatakan hal tersebut dapat dilihat dari konferensi syariah yang dihadirinya belum lama ini.

"Setelah perkembangan lambat selama bertahun-tahun, para delegasi merasakan bahwa perbankan syariah sedang menuju terobosan di sub-Sahara Afrika," ujar Saifi, seperti dilansir dari publikasi CPI Financial.

Aset perbankan syariah global saat ini mencapai lebih dari 1,3 triliun dolar AS pada akhir 2012. Pada akhir dekade ini, kata Saifi, sangat mungkin perbankan syariah tumbuh hingga 10 persen yang disumbang dari aset perbankan syariah lima atau enam negara Afrika termasuk Kenya dan Nigeria.

Adapun, saat ini sekitar 30 persen dari populasi muslim di Afrika telah menggunakan jasa perbankan syariah yang disediakan oleh bank lokal. Aset bank syariah di negara Afrika Selatan sendiri diperkirakan sebesar 12 miliar rand dan total populasi muslim di Afrika Selatan saat ini diperkirakan lebih dari dua juta jiwa. (fau/dbs)


Back to Top