#SaudiVision2030

Saudi Ingin Cari Pemasukan Baru Selain Minyak

gomuslim.co.id- Sepanjang bulan April lalu, tanda tagar # SaudiVision2030 telah menerangi percakapan di sosial media Twitter. Hal ini ditujukan sebagai sala satu langkah  dalam mengantisipasi kabinet Saudi go public pada cetak biru yang tertera akan teks penuh yang menguraikan tentang 'Arab Saudi Visi 2030'.

Baru-baru ini, publikasi Al Arabiya melaporkan berbagai macam reaksi dari para masyarakat yang berasal dari golongan muda di Arab Saudi untuk melakukan sebuah reformasi ekonomi, sosial dan budaya serta pemotongan subsidi.

Mohammed, salah seorang pemuda di Arab Saudi yang bekerja di sebuah universitas, mengungkapkan nada  positif terkait reformasi itu, Ia mengatakan bahwa reformasi di bidang perekonomian ini merupakan ide yang baik untuk membuka ekonomi Arab Saudi yang  Dalam dua tahun terakhir telah banyak perubahan.

Cetak biru itu diumumkan setelah pengesahan Senin oleh kabinet Saudi, yang setuju untuk mendukung kegiatan yang digariskan dalam rencana yang bertujuan untuk menangani normalisasi dan modernisasi akan tantangan yang berkaitan dengan profil dari negara-negara Teluk yang lebih umum, seperti laporan dari TheMediaExpress(23/10).

Visi ini memodernisasi dan mengisyaratkan bahwa tidak ada lagi tempat untuk rezim totaliter atau negara pastoral, dan bukan hanya energi dan minyak bumi saja yang menjadi pendapatan negara, melainkan nikmat perekonomian yang lebih pluralistik dan seimbang pada investasi publik, sumber daya manusia dan transformasi nasional.

Lebih lanjut, Arab Veritas mengomentari hal ini dengan mengatakan bahwa reformasi ini merupakan rencana komprehensif untuk mempersiapkan kerajaan di era ‘pasca-minyak.' Pasalnya, minyak merupakan Sumber Daya Alam (SDA) yang akan habis sewaktu-waktu dan tidak dapat diperbaharui.

Sementara itu, pemotongan subsidi yang terjadi saat ini akan mempengaruhi ‘dompet’ dari orang tersebut. Terutama untuk air dan bahan bakar. Mengomentari beberapa pemimpin yang pernah merajai Arab Saudi, seorang warga bernama Ahmed yang bekerja di perusahaan retailer mengatakan bahwa pemotongan subsidi berdampak buruk bagi masyarakat.

"Air mahal dan bahan bakar tidak diperbaharui. Di bawah Raja Fahd itu juga mahal. air dan bahan bakar yang terjangkau adalah hadiah dari Raja Abdullah saat memimpin Arab Saudi, yang mengapa semua orang begitu sedih ketika ia meninggal, " katanya.

Peningkatan perekonomian dan peningkatan daya saing adalah fitur kunci dari rencana transformasi ekonomi Arab Saudi. Pangeran Sultan bin Salman, yang mengepalai Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional juga berharap pariwisata akan berdampak positif. Seperti diketahui, saat ini industri pariwisata halal dan industri halal pada umumnya tengah berkembang dan hal ini yang coba dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mencari sumber daya lainnya selain minyak yang bisa habis sewaktu-waktu.

Warga Arab Saudi sangat berharap untuk mendapatkan hak asasi manusia yang lebih baik lagi, sekaligus mempromosikan fitur keterbukaan sosial dan budaya dalam Visi Saudi 2030 ini, maka dari itu tweets yang berkaitan dengan hak asasi manusia termasuk Saudi sedang menuju ke masa depan ini sengaja dibuat. Selain itu, hadir juga tweeted yang berisi harapan para masyarakat untuk terealisasinya visi Arab Saudi di tahun 2030 ini terutama tentang hak-hak perempuan. Hak-hak perempuan yang juga merupakan topik yang menonjol, di mana tweet berkomentar 'wanita #Saudi menggantungkan harapan tinggi pada Transformasi Nasional, bagian dari #SaudiVision2030. (ari/dbs)

 


Back to Top