Investor Arab Ini Ingin Ikut Kembangkan Wisata Halal di Lombok

gomuslim.co.id– Industri halal saat ini tengah naik daun, hal ini ditandai dengan banyaknya produk halal yang tengah dipasarkan di berbagai negara, tak terkecuali di Indonesia. Berbagai Produk halal ini meliputi makanan, produk kecantikan, obat-obatan, fashion, hingga tour and travel yang semuanya tengah di garap di berbagai negara.

Di Tanah Air sendiri, industri halal juga diprediksi akan menghasilkan setidaknya 10 miliar USD. Hal itu diutarakan langsung oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu. Dari berbagai jenis produk halal yang siap dipasarkan, potensi besar tersaji di produk wisata halal Indonesia. Negara Indonesia yang memiliki pesona alam yang banyak dan Indah coba dipasarkan melalui wisata halal.

Hal ini dimulai dari pemilihan restoran halal, penginapan halal serta initerary yang ramah halal, seperti menyediakan waktu untuk beribadah dengan tersedia Masjid ataupun Musholah. Keindahan alam Indonesia ternyata juga dilirik oleh investor asing, baru-baru ini, perusahaan Maarij Capital dari Kerajaan Arab Saudi tertarik untuk berinvestasi di bidang pariwisata halal di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi NTB Lalu Gita Ariyadi di Mataram, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa investor asal Arab Saudi itu menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi dalam pengembangan wisata halal di NTB. "Ketertarikan perusahaan Arab ini disampaikan saat bertemu Gubernur NTB, Jumat kemarin. Gubernur sangat merespon baik dengan rencana itu dan berharap komitmen ini akan diwujudkan," kata Gita pada keterangan resminya.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan antara Gubernur NTB dengan pemimpin perusahaan Maarij Capital dari Kerajaan Arab Saudi Akmal Saleem, investor asal Arab Saudi tersebut tertarik untuk berinvestasi di Gili (Pulau) Sunut yang berada di Dusun Sunut Baru, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. "Selain Gili Sunut, Maarij Capital juga tertarik di sejumlah titik di kawasan,seperti Desa Sembalun kaki Gunung Rinjani untuk dikembangan sebagai lokasi wisata halal," paparnya.

Gita menambahkan Gubernur NTB di dalam pertemuan itu juga menawarkan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah. Di mana 250 hektar lahan di lokasi itu diperuntukkan sebagai kawasan khusus wisata halal. "Gubernur NTB juga menceritakan dan menawarkan soal potensi NTB dalam bidang peternakan yang mana tujuannya adalah halal food, sehingga terintegrasi dalam pengembangan pariwisata halal di NTB," tambahnya.

Meski demikian, mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB tersebut belum bisa membeberkan berapa besar nilai investasi yang akan ditanamkan investor asal Arab Saudi itu, mengingat saat ini Maarij Capital masih melakukan penjajakan secara lebih mendalam. "Jadi ini baru kesamaan visi, setelah ini akan ada tindak lanjut dari kedua belah pihak. Bila perlu tiga bulan setelah ini antara Pemerintah Provinsi NTB dan Maarij Capital sudah ada MoU dari hasil pertemuan itu," tukasnya. (ari/dbs)


Back to Top