Dukung Komunitas Muslim, Pemerintah Jerman Serukan Toleransi

gomuslim.co.id- Perkembangan populasi Muslim di Jerman kian meningkat. Hal ini karena jutaan imigran asal Timur Tengah dan Afrika datang ke Jerman tahun lalu. Fenomena ini juga menimbulkan reaksi yang beragam dari kalangan pemerintah dan masyarakat Jerman.  

Menteri Keungan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan kedatangan puluhan ribu imigran memerlukan pengertian yang lebih baik dari warga dan pemerintah Jerman. Ia meyakini mayoritas rakyat akan menerima kedatangan imigran tersebut dan bisa hidup berdampingan. “Saya pikir mereka juga akan mengatakan, ya, kami ingin anda jadi bagian kami," kata Wolfgang Schaeuble, seperti dilansir dari publikasi Reuters. 

Di sisi lain, Schaeuble menyerukan adanya toleransi mengenai apa yang penting bagi imigran dan bagaimana mereka ingin hidup. “Tak diragukan lagi, meningkatnya jumlah Muslim di negara kami saat ini adalah tantangan bagi pemikiran terbuka dari masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut Scheuble mengatakan, dengan meningkatnya jumlah pengungsi tersebut, maka selain beragamnya agama, maka tantangan lain yang harus dihadapi warga Jerman yakni beragamnya budaya yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya. “Keragaman ini akan menjadi kekuatan jika kita bisa memanfaatkannya,” ungkapnya.

Dalam pernyataannya yang dipublikasi di Koran Jerman Die Welt, Schaeuble menulis bahwa Jerman harus menghindari suasana pengasingan dan ketidakpercayaan terhadap umat Islam yang berada di dalam Jerman. “Daerah asal mayoritas pengungsi menunjukkan bahwa kita akan semakin berurusan dengan orang-orang dari lingkaran budaya yang cukup berbeda dari sebelumnya,” katanya.

Bukan kali pertama Schaeuble menyuarakan toleransi di Jerman. Pada konferensi tahunan tentang Islam ia mengatakan, bahwa semua agama adalah bagian dari Jerman. “Kita tidak seharusnya, dalam situasi yang lebih tegang seperti ini, memunculkan atmosfer yang membuat orang-orang yang terintegrasi dengan baik di Jerman merasa asing,” ujarnya.

Xenophobia dan rasis banyak dilontarkan oleh beberapa kalangan. Namun ia memiliki pendapat berbeda dari yang lain. “Kami bersedia sekarang untuk mempromosikan pengembangan Islam Jerman, membangun persepsi diri umat Islam yang tinggal di sini sebagai Muslim Jerman,” tulisnya seperti dikutip dari Sputnik News.

Dia mencatat bahwa Jerman harus lebih aktif menyatukan pendatang baru jika mereka ingin mempertahankan cara hidup tradisional mereka. “Perbedaan ini tidak seharusnya menjadikan sebuah perpecahan. Kita harus senantiasa terbuka untuk membantu siapa pun ketika berada dalam kesulitan,” ungkapnya.

Pernyataan sama juga diungkapkan sekutu lama Angela Merkel. Ia bahkan telah mendesak komunitas Muslim di Jerman untuk mengembangkan Islam Jerma berdasarkan kebebasan dan toleransi. “Datangnya gelombang pengungsi ini menjadi tantangan untuk masyarakat secara umum,” ujarnya.

Merkel menyatakan bahwa Islam merupakan milik Jerman, tetapi tidak menyebutkan Islam seperti apa yang dia maksud. Jumlah Muslim di negara itu telah meningkat secara drastis selama tahun lalu, menyusul kebijakan Merkel yang menerima pengungsi dari Timur Tengah. (njs/reteurs/dbs)


Back to Top