Bertekad Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia, ISEF Segera Luncurkan Kurikulum Pendidikan Ekonomi Syariah

gomuslim.co.id- Perhelatan Indonesia Syariah Ekonomi Festival (ISEF) berlangsung mulai tanggal 24 hingga 30 Oktober 2016 di Grand City Surabaya. Kegiatan ini merupakan salah satu ajang ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia yang mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dengan perekonomian sektor riil.

Acara ISEF sendiri pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014 bersamaan dengan pertemuan Gubernur Bank Sentral Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Rencananya, Presiden Joko Widodo akan membuka Festival Ekonomi Syariah (Indonesia Shari'a Economic Festival/ISEF) secara resmi  pada Kamis (27 Oktober 2016) di Surabaya.

Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Jatim Budi Widihartanto mengatakan Presiden Jokowi akan mengangkat sejumlah aspek pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Selain itu, Presiden juga dijadwalkan meninjau sejumlah stan pameran syariah yang sudah disiapkan oleh penyelenggara.

“Pada festival syariah tahun ini akan diluncurkan kurikulum pendidikan ekonomi syariah, dan dihadiri seluruh perwakilan perguruan tinggi di Indonesia, termasuk juga diluncurkan komite ekonomi syariah,” kata Budi dalam rilis resminya. 

Lebih lanjut, ia mengatakan festival tersebut akan mengangkat aspek pengembangan ekonomi syariah dalam 5F, yakni finance (keuangan), food (kuliner), fashion, funtrepreneur (wirausaha) dan fundutainment (hiburan dan pendidikan). “Festival ekonomi syariah kali ini juga kami selenggarakan dengan dua kegiatan, pertama forum syariah yang digelar pada 25 sampai 28 Oktober 2016 dalam bentuk kegiatan seminar, workshop, high level panel discussion,” paparnya.

Selanjutnya, ada Bazar Syariah yang digelar pada tanggal 27 sampai 30 Oktober 2016, dengan menampilkan kolaborasi kegiatan hasil kerja sama BI dengan berbagai pihak untuk mendorong perekonomian syariah. “Festival ini terbuka untuk umum dan gratis, serta merupakan festival syariah terbesar di Indonesia dengan banyak pameran dan acara menarik yang perlu diikuti,” ujarnya.

Rangkaian pelaksanaan ISEF ini diawali dengan kegiatan seminar dan launching pembentukan Satuan Tugas Akselerasi Ekonomi Syariah (Satu Akses), Selasa (25/10/2016). Menurutnya launching Satu Aakses ini merupakan satuan tugas untuk pengembangan ekonomi syariah. “Secara konprehensif, terpadu dan diikuti integratif oleh seluruh stake holder yang terkait,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Departemen Regional II Bank Indonesia Dwi Pranoto mengatakan, ajang ISEF memang sudah paten dilaksanakan di Surabaya, Jawa Timur, setiap tahun karena di wilayah tersebut banyak tersebar pesantren sehingga ada potensi untuk dilakukan inklusi keuangan.

Dwi mengatakan ISEF 2016 semakin lengkap dengan adanya seminar internasional mengenai working group meeting on waqf core principles sekaligus peluncuran model sukuk berbasis wakaf. Tak hanya itu, untuk pertama kalinya di ISEF 2016 ini akan digelar seminar internasional working group meeting on zakat (technical notes).  “Kami juga ingin menjadikan Jawa Timur sebagai regional ekonomi syariah terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Diharapkan pada tahun 2020, Indonesia bisa menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah dunia. Untuk mencapai target tersebut, Dwi menjelaskan, pada tahun ini ISEF ingin memperluas keuangan inklusif dalam rangka meningkatkan akses keuangan masyarakat termasuk transaksi nontunai, dan UMKM terhadap layanan lembaga keuangan syariah.

Selain itu, ingin mengembangkan pendalaman pasar keuangan, model bisnis UMKM, dan pola kemitraan dengan korporasi. ISEF juga ingin mengintegrasikan hasil kajian serta pengembangan ekonomi syariah di sektor keuangan, dan sektor riil. “Kali ini kami melakukan kombinasi antara bisnis dengan inklusi,” paparnya. (njs/dbs)


Back to Top