Perkuat Ekonomi Islam, OJK Siap Jadikan Jakarta Pusat Keuangan Syariah Regional

gomuslim.co.id- Geliat keuangan syariah di Indonesia terus mengalami peningkatan. Hal demikian terjadi sejak pengaturan mengenai kegiatan ekonomi syariah di Indonesia diterbitkan pada 2008. Peraturan tersebut antara lain dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Baru-baru ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana untuk menjadikan Jakarta pusat keuangan syariah regional. Hal ini sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo terhadap OJK yang menginginkan penguatan sektor keuangan syariah di Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Haddad mengatakan, saat ini OJK sedang menjajaki kemungkinan berdirinya Jakarta Internasional Islamic Financial Center. “Belakangan Presiden meminta saya untuk siapkan Jakarta Islamic Financial Center. Dengan harapan Indonesia memberi kontribusi dan banyak yang bisa dilakukan dengan beberapa pengalaman dan pelajaran,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Muliaman mengungkapkan amanat pembentukan Jakarta Islamic Financial Center atau Pusat Pelatihan Keuangan Syariah ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian negara. “Presiden berpesan kenapa hal itu tidak diupayakan, dan saya kira ini memang untuk jangka panjang,” tuturnya.

Dengan adanya tempat pelatihan keuangan syariah, kata Muliaman, maka kompetensi pelaku industri keuangan syariah di Indonesia bisa meningkat. Sementara, hal yang paling penting untuk meningkatkan pangsa pasar industri keuangan syariah saat ini yakni melalui sosialisasi agar semakin dikenal oleh masyarakat.

“Langkah jangka pendek yang dilakukan OJK untuk meningkatkan pangsa pasar industri keuangan syariah yakni dengan melakukan sosialisasi. Bentuk sosialisasinya bermacam-macam, mulai dari sosialisasi formal maupun program-program sosialisasi kepada masyarakat luas,” jelas Muliaman. 

Selain itu, program sosialisasi ini seperti tertuang dalam roadmap industri keuangan syariah. Sedangkan, dorongann untuk unit usaha syariah melakukan spin off sudah menjadi agenda lama dan OJK telah memberikan batas waktu sampai 2023.

Pembentukan pusat pelatihan keuangan syariah ini sendiri dimaksudkan untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia untuk bersaing dengan tenaga kerja di sektor keuangan syariah dari negara lain. “Tenaga kerja yang berkualitas tentu sangat kita butuhkan untuk menghadapi persaingan global,” ungkapnya.

Indonesia akan masuk dalam integrasi antar bank di Asia Tenggara tahun 2020 atau ASEAN Banking Integration Framework (ABIF). Sehingga kompetensi sumber daya manusia (SDM) tanah air harus setara dengan kompetensi SDM negara lain di regional Asia Tenggara agar tidak kalah dalam persaingan.

“Tentu saja kalau bicara SDM, perlu dipersiapkan sedemikian rupa sehingga pada waktunya Indonesia punya daya saing yang kuat. Dengan begitu Indonesia jadi pusat kegiatan banyak area, ini langkah yang diperlukan,” katanya.

Muliaman juga menambahkan, kompetisi di tengah Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tidak perlu ditakutkan. Dengan adanya MEA, tenaga kerja Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkarir di negara-negara Asia Tenggara.

“Sebetulnya yang khawatir dengan MEA bukan kita, karena tenaga kerja kita juga akan masuk ke negara mereka. Kalau bicara kualitas SDM, kami buat sedemikian rupa, standar internasional,” pungkasnya. (njs/ojk/dbs)


Back to Top