Kinerja Dinilai Baik, BTN Kaji Ulang Percepatan Spin Off Unit Syariah

gomuslim.co.id- Kinerja unit syariah di PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk dinilai cukup bagus. Hal ini membuat pihak manajemen bank mempertimbangkan percepatan pemisahan unit usaha syariah (UUS) dari induk (spin off) supaya mampu berdiri sendiri. Namun, hingga saat ini, BTN terus melakukan kajian lebih matang terhadap rencana tersebut.

Menurut Direktur Bank BTN Oni Febriarto Rahardjo, paling cepat, proses pemisahan unit usaha syariah itu baru bisa dilakukan pada semester kedua di tahun 2017. Padahal, menurut Oni, normalnya baru bisa di tahun 2018 mendatang.  “Namun karena melihat pencapaian kinerja UUS BTN cukup bagus, maka proses spin off bisa dipercepat pada semester II-2017,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Oni mengatakan kajian terhadap rencana spin off alias pemisahan dari perusahaan induk terhadap unit usaha syariah (UUS) tersebut dilakukan secara internal oleh BTN dan dibantu pula oleh konsultan. “Sekarang sedang ada kajian tentang spin off oleh internal dan dibantu konsultan, diharapkan bisa lebih cepat dari target,” ungkapnya.

UUS Bank BTN berhasil mengelola bisnis syariah dengan sangat baik. Pada 30 September 2016, aset UUS Bank BTN tercatat sebesar Rp 16,3 triliun atau tumbuh 23,7 persen dibandingkan tahun sebelumnnya yang sebesar Rp 13,2 triliun.

Sementara itu, penghimpunan dana UUS BTN juga dilaporkan meningkat 27,7 persen dari Rp 10,5 triliun pada kuartal III 2015 menjadi Rp 13,4 triliun pada kuartal III 2016. Adapun pembiayaan yang disalurkan pada kuartal III 2016 mencapai Rp 13 triliun, tumbuh 24,1 persen dibandingkan Rp 10,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Oni mengatakan kenaikan kinerja UUS BTN sampai September 2016 ini disebabkan karena penyaluran kredit di sektor perumahan. Tercatat hampir 90% pembiayaan yang disalurkan UUS BTN dikontribusikan dari sektor perumahan. Sedangkan rasio kredit yang macet masih terkendali, di angka 1,1%.

Berdasarkan kinerja pada periode tersebut, UUS Bank BTN telah mencatatkan keuntungan sebesar Rp 230 miliar. Realisasi ini tumbuh 17,4 persen dibandingkan Rp 196 miliar pada kuartal III 2015. “Keuntungan yang diperoleh UUS Bank BTN tumbuh 17,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 196 miliar,” ujarnya.

Portofolio UUS Bank BTN sama dengan induknya, yakni 90 persen disalurkan untuk sektor perumahan. Rasio pembiayaan macet atau NPF-nya pun sangat rendah, hanya 1,1 persen. “NPF (rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing) 1,1 persen. Secara keseluruhan di-manage dengan baik dan sangat selektif,” katanya.

Ony juga menjelaskan perseroan pada dasarnya menargetkan rencana spin off UUS pada tahun 2018. Akan tetapi, apabila prosesnya bisa dilakukan lebih cepat, maka spin off UUS BTN bisa dilakukan pada semester II tahun 2017 mendatang. Terkait bisnis UUS BTN, Ony menjelaskan bisnis UUS BTN tidak ada perbedaan yang berarti dengan bisnis konvensional BTN, yakni di bidang perumahan. (njs/dbs)


Back to Top