Didominasi Kalangan Muda, Promosi Tren Pariwisata Halal Indonesia Perlu Manfaatkan Media Sosial

gomuslim.co.id- Sektor produk halal menjadi tren yang mendunia saat ini. Publikasi Dinar Standard menyebutkan bahwa belanja Muslim global untuk sektor riil halal mencapai 1,9 triliun dolar AS dan aset sektor keuangan Islam mencapai 2 triliun dolar AS. Secara agregat, pengeluaran Muslim global mencapai 3,1 triliun dolar AS pada 2015.

Perkembangan minat terhadap makanan dan pariwisata halal menjadikan tren konsumerisme fokus kepada Generasi Muslim atau Generasi M. Hal ini membuat beberapa pengusaha semakin tertarik dengan usaha halal berbasis syariah.

Hasil riset Pew Research Center on Religion and Public Life menyatakan, jumlah Muslim dalam 40 tahun ke depan akan meningkat 73%. Dari 1,6 miliar tahun 2010 menjadi 2,8 miliar tahun 2050. Artinya, kebutuhan semua produk halal akan terus meningkat setiap tahunnya. Ini menjadi sektor bisnis yang menjanjikan.

Wakil Presiden Ogilvy Noor Shelina Janmohamed mengatakan peningkatan populasi Muslim khususnya di kalangan muda, membuat beberapa sektor industri halal terus berkembang. “Populasi Muslim berkembang sangat pesat. Dan kebanyakan di dominasi oleh kalangan muda,” ujarnya dalam Media Discussion 'Understanding Generation M: Young Muslims Changing the World' di Ogilvy Office, Sentral Senayan III, Jakarta, Selasa (25/10).

Penulis buku berjudul 'Generation M: Young Muslim Changing the World' ini menjelaskan bahwa dari 1,6 miliar Muslim tersebut banyak di antaranya adalah anak muda yang bisa disebut Generasi M. Ia menyebutkan bahwa dari sepertiganya berusia di bawah 15 tahun dan dua pertiganya lagi berusia di bawah 30 tahun.

Di sisi lain, tren gaya hidup halal para Generasi M ini mampu menjangkau berbagai sektor, termasuk pariwisata halal. Ia menyebutkan bahwa dalam traveling, mereka cukup mementingkan berbagai hal yang sesuai dengan keyakinannya. Mereka memanfaatkan media sosial sebagai sarana mencari makanan halal hingga destinasi wisata dengan fasilitas yang ramah Muslim

“Jika diperhatikan, generasi M ini rasa ingin tahunya sangat tinggi. Tidak cukup hanya di label halal saja. Tapi bagaimana wisata itu memberikan pelayanan terhadap mereka. Kemudian membandingkan apakah destinasi yang mereka kunjungi lebih bagus dari destinasi lain,” jelasnya.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia harus bisa memanfaatkan tren wisatawan Generasi M ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim di seluruh dunia. Ada banyak destinasi yang penuh pesona yang dapat dipromosikan untuk menarik mereka supaya datang ke Indonesia.

“Indonesia ini merupakan negara yang luar biasa. Is a great untold story. Negara yang fantastis, kaya akan budaya, wisata dan keragaman lainnya. Akan sangat bagus jika promosinya lebih dioptimalkan ke seluruh penjuru dunia, “ katanya.

Sementara itu, dalam tiga tahun terakhir ini, kunjungan wisatawan Muslim ke Tanah Air belakangan terus menunjukkan peningkatan. Terdapat peningkatan sebanyak 10% dari tahun 2014 ke 2015.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar Riyanto Sofyan mengatakan Indonesia terus mempromosikan wisata halal ke berbagai negara. Ia menilai wisata halal di Indonesia bisa menjadi yang terbaik di dunia. “Ini adalah pasar yang besar, lebih besar dari pasar China. International turis besar, yang domestik juga besar," tuturnya.

Namun demikian, meski terdapat peningkatan, proses promosi dan pengembangan pariwisata halal tetap harus ditingkatkan karena Indonesia selama ini Indonesia baru menarik 1,2% dari total market share dunia. Sedangkan Malaysia telah mendapatkan 25% dan Thailand 24% di tahun lalu. “Kita tidak boleh kalah dari negara tetangga yang sudah berjalan lebih dulu,” paparnya.

Saat ini pemerintah Indonesia telah mulai melakukan berbagai strategi untuk mengembangkan pariwisata Muslim. Mulai dari mengadakan lomba pariwisata halal serta mengikuti kompetisi internasional, promosi lewat berbagai media cetak maupun online, mengembangkan destinasi ramah Muslim hingga memberi pelatihan kepada para pekerja di sektor pariwisata. “Semuanya dilakukan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat destinasi wisata halal dunia,” imbuhnya. (njs/dbs)


Back to Top