Raih Penghargaan Minat Baca Terbaik di Dunia Arab, Sekolah Menengah Palestina Dapat Bantuan 1 Juta Dolar US

gomuslim.co.id- Perdana Menteri Uni Emirat Arab dan Gubernur Dubai Sheikh Mohammad bin Rashid al-Maktoum memberikan penghargaan kepada Sekolah Menengah Atas (SMA) Talai al-Amal di Nablus Utara, Tepi Barat, Palestina. Penghargaan tersebut diberikan kepada pihak sekolah sebagai juara terbaik dalam ajang “Arab Reading Challenge” tahun 2016.

Atas raihan itu, sekolah ini berhak mendapatkan hadiah uang sebesar 1 juta dolar Amerika dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). Perolehan hadiah didapatkan setelah SMA Talai al-Amal berhasil menyabet gelar juara dalam kategori membaca terbaik. Sementara, untuk juara dua diraih ROAA Hamoud dari Yordania dan juara ketiga diraih oleh Wala’a Al Bakali dari Bahrain.

Acara penyerahan hadiah berlangsung di Gedung Opera House Dubai pada Senin (24/10). Dalam kesempatan tersebut, hadir sejumlah pejabat dan anggota komite, termasuk Hanan Al-Horoub, Dr. Abdullah Al Maghlout, dan Dr. Sultan Al Omaimi, serta Menteri Pendidikan Palestina Sabri Saidam turut menghadiri upacara penutupan tersebut.

“Keberhasilan Dapartemen Pendidikan Palestina yang sedang berlangsung tidak akan berhenti begitu saja, bersama-sama kita bangga dengan prestasi yang telah didapat sekolah dan anak-ank didiknya,” kata Sabri Saidam, seperti dilansir dari publikasi Gulfnews.

Dalam perlombaan itu, terdapat sekitar 828 sekolah negeri dan swasta ikut berpartisipasi. Sekolah-sekolah tersebut berasal dari 15 negara, di antaranya seperti Mesir, Arab Saudi, Aljazair, Yordania, Palestina, Mauritania, Qatar, Lebanon, Kuwait, dan Bahrain.

Komite tertinggi menyatakan SMA Talaie Al Amal berhasil mengalahkan dua sekolah lain dari Palestina. Penghargaan sebesar 200 ribu dolar diberikan kepada pengawas dan kepala sekolah. Sementara sisanya 800 ribu dolar akan digunakan untuk kepentingan kegiatan membaca dan pendidikan, di samping memperbaiki perpustakaan sekolah.

Selama liburan musim panas, sekolah telah mengikuti program pelatihan dan program membaca secara intensif. Pada pelatihan ini, peserta diminta untuk membaca dan kemudian menulis ringkasan buku yang telah dibaca selama 20 menit. Setiap kelas disediakan perpustakaan sebagai sarana utamanya. Presentase dan penilaian kinerja membaca setiap siswa dilakukan dalam evaluasi akhir.

Pemberdayaan teman sekelas untuk berpartisipasi dalam perlombaan membaca ini diberlakukan bagi setiap siswa. Sebanyak 830 siswa di SMA Talaie Al Amal telah membaca 50 buku dalam satu tahun. Hal inilah yang menjadikan sekolah ini meraih penghargaan dan hadiah.

Dalam kesempatan tersebut, Hanan Al Horoub mengatakan generasi sekarang banyak menghadapi gangguan dalam hal membaca. Ia menilai adanya tantangan ini, generasi penerus akan lebih sadar akan pentingnya membaca.

“Ini adalah cara terbaik untuk membuat generasi ini sadar untuk membaca. Kita harus terus mendorong mereka supaya mau membaca. SMA Talaie Al Amal telah menginspirasi saya sebagai guru untuk mengikuti berbagai metodologi baru untuk murid untuk mendorong mereka untuk membaca. Hal ini juga mengilhami bangsa-bangsa lain untuk menyadari tentang pentingnya membaca,” ujarnya.

Sementara itu, dalam prestasi individu, siswa bernama Mohammed Jaloud asal Aljazair berhasil meraih juara Arab Reading Challenge 2016. Ia mengalahkan ROAA Hamoud dari Yordania dan Wala'a Al Bakali dari Bahrain.

ROAA Hamoud mengatakan bahwa dirinya selalu membaca beberapa jenis buku selama satu jam setengah setiap hari. Ia sangat bersyukur mendapatkan penghargaan itu. “Penghargaan ini saya persembahkan untuk ibu dan guru saya. Mereka adalah orang yang sangat berjasa bagi saya karena terus mendorong untuk membaca dan memilih buku-buku bagus untuk dibaca,” ujarnya.

“Saya telah mendapatkan begitu banyak konsep baru dalam kehidupan karena membaca. Saya pernah mengikuti kompetisi semacam ini dan sebagian besar mudah. Tapi pada tantangan kali ini berbeda. Saya melakukannya dengan sukacita,” ungkapnya.

Ajang penghargaan Arab Reading Challenge ini sebenarnya sudah berlangsung sejak 2015 lalu.  Kompetisi ini diprakarsai oleh Sheikh Mohammed bin Rashid untuk mendorong anak-anak untuk membaca buku-buku berbahasa Arab.

Menteri Kabinet Mohammed Al Gergawi mengatakan, tantangan membaca itu dirancang untuk menanamkan kebiasaan membaca dan gairah untuk pengetahuan generasi mendatang di dunia Arab. “Tujuan kami adalah untuk menarik 50 persen dari siswa dan mahasiswa Arab selama empat tahun ke depan,” katanya. (njs/gulf/dbs)


Back to Top