Indonesia Jadi Sektor Utama Perkembangan Produk Kosmetik Halal di Asia-Pasifik

gomuslim.co.id– Produk kosmetik halal tengah naik daun di pasar Asia-Pasifik (APAC). Hal ini akan membuat sebuah event mendatang yakni pada ajang kosmetik Asia event di Bangkok akan mengeksplorasi untuk produk kosmetik halal semakin berkembang lagi. 

Dengan perawatan pribadi yang tinggi yang menjadi agenda rutin dari para konsumen kosmetik di seluruh APAC, kosmetik halal akan menjadi focal point di dalam kosmetik Asia tahun ini, yang akan berlangsung di Bangkok, Thailand, pada tanggal 8 sampai 10 November 2016.

Dilansir dari CosmeticDesignAsia (26/10) wilayah utama untuk produk halal tetap berada di Indonesia, karena merupakan negara mayoritas Muslim terbesar di dunia. Dengan populasi 250 juta, yang 90% adalah Muslim, dengan sebagian besar merek kini telah disertifikasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan secara total, lebih dari 2.000 produk telah menerima sertifikasi ini.

"Kesadaran konsumen muslim yang tidak hanya terhadap produk makanan halal tetapi juga mencari kosmetik halal meningkat, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Ini adalah hasil dari tahun pendidikan dengan organisasi-organisasi Islam seperti MUI di Indonesia, para sarjana Muslim, lembaga sertifikasi halal dan masyarakat konsumen halal, dan semuanya telah dimasukkan ke dalam permintaan untuk kosmetik halal, " kata Muti Arintawati perwakilan LPPOM MUI ketika berbicara dengan Kosmetik Desain Asia.

Mendorong Penjualan dan Pemasaran

Namun, Euromonitor International mengungkapkan bahwa produk halal masih hanya membuat sejumlah kecil penjualan di Indonesia. Hal ini sebagian besar karena status kawasan halal tersebut masih terbatas dalam hal kesadaran konsumen. Kurangnya pemasaran produk halal berarti bahwa banyak konsumen yang tidak menyadari bahwa produk ini tersedia untuk membeli.

Meskipun demikian, peningkatan populasi Muslim di Indonesia dan daerah lain APAC merupakan sebuah peluang yang cukup besar bagi produsen kosmetik dan sebagainya, dengan kampanye pemasaran yang canggih dan dikembangkan secara lebih baik, industri bisa menyaksikan pertumbuhan yang cukup besar dari beberapa inisiasi yang dilakukan oleh para vendor dan pemangku kepentingan lainnya.

Lebih lanjut, sebelum produk halal resmi mencapai pasar, berbagai kriteria ketat harus dipenuhi termasuk masuknya bahan-bahan hanya murni yang bebas dari bahan 'najis atau najasah, seperti alkohol dan juga lemak hewan yang diharamkan.

Selain itu, yang menjadi daya tarik utama di acara tahun ini adalah melihat pemasok produk halal menunjukkan bahan-bahan mereka telah bersertifikat dan memberikan peserta informasi penting tentang rentang produk halal.

Sementara itu, Muti Arintawati juga akan berbagi pengetahuan dengan konsumen di ajang Kosmetik Asia Event tahun ini, nantinya ia akan menjelaskan kriteria dan prosedur untuk mendapatkan sertifikasi kosmetik halal. Sekadar informasi, saat ini produsen produk dapat mengakses sistem layanan online LPPOM MUI untuk mendaftarkan produk mereka, produsen juga dapat mencari informasi dan wawasan tentang 11 kriteria yang diperlukan ketika mencari akreditasi untuk memastikan bahwa produk yang tengah dikembangkan sesuai dengan kebutuhan saat ini.

Para pelaku usaha industri halal di APAC sangat berinvestasi dalam upaya R & D untuk memperluas ke pasar yang berkembang. Sejumlah peserta pameran yang akan hadir pada acara tersebut dan menunjukkan produk bersertifikat halal mereka di antaranya Ashland, Brenntag Ingredients, Lipotec, Suru Chemical & Pharmaceuticals, Nikko Chemicals, Gattefosse Asia Pasifik, Mibelle dan Ogawa. (ari/dbs)

 


Back to Top