Kampanye Bahaya Kanker Payudara, Ratusan Wanita Cape Town Afrika Kompak Pakai Hijab Pink

gomuslim.co.id- Ada banyak cara kampanye yang dilakukan masyarakat dalam mendukung penderita kanker. Salah satunya yang dilakukan oleh ratusan wanita ini. Mereka berkumpul di Masjid Al Quds, Gatesville, Cape Town, Afrika Selatan beberapa waktu lalu. Dengan peragaan yang cukup unik, para wanita ini menyuarakan aspirasi mereka.

Tidak hanya berkumpul, mereka pun dengan kompak mengenakan hijab berwarna pink selama sepekan terakhir Oktober. Penggunaan jilbab pink ini dalam rangka kampanye menyuarakan supaya kesadaran masyarakat tumbuh untuk para penderita kanker payudara yang saat ini semakin bertambah banyak.

Gelaran kampanye 'Pink Hijab Day' ini memang rutin diselenggarakan setiap tahun. Sejak empat tahun lalu, semakin banyak orang ikut berartisipasi dalam peringatan bulan kanker payudara internasional ini. Hal ini merupakan bagian dari solidaritas mereka terhadap wanita yang sedang berjuang melawan kanker. Mereka berharap para penderita selamat dari penyakit yang ganas ini.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat akan bahaya kanker payudara. Dengan kesadaran dan pemahaman tersebut, semua orang akan diingatkan untuk selalu menjaga kesehatan dan menjaga pola hidup yang sehat.

Mariam Kajig (61) didiagnosa menderita kanker payudara 24 tahun lalu saat hamil anaknya. Ketika itu, usia kehamilannya baru enam bulan. “Saat itu adalah hari yang biasa dan saya mandi ketika saya merasakan ada benjolan di payudara saya,” ujarnya sebagaimana dilansir dari iol.co.za.

Kajig kemudian datang ke dokter untuk menanyakan dan konsultasi keluhannya tersebut. Lalu, dokter mengatakan bahwa 99,9 persen dirinya menderita kanker payudara. “Hari yang berat bagi saya ketika mendengar langsung kabar yang kurang baik. Tapi dokter meyakinkan saya untuk melawan penyakit ini,” tambahnya.

Setelah itu, Kajig melakukan mastektomi ketika melahirkan anaknya. Tetapi setelah enam bulan melahirkan, dokter kembali menemukan sel kanker lain di payudara kanannya, sehingga dia harus melakukan kemoterapi untuk mengangkatnya. “Saya tidak punya pilihan lain kecuali mengikuti saran dokter untuk kemoterapi,” ujarnya.

Kajig menambahkan, dukungan keluarga dan orang-orang terdekat sangat penting bagi seseorang yang dinyatakan menderita kanker payudara. Dukungan ini setidaknya untuk menguatkan penderita supaya kuat melawan penyakit ganas. Untungnya, saat itu almarhum ayahnya sangat peduli dan memberikan dukungan penuh terhadap Kajig. “Ayah selalu mendukung saya, terus memotivasi saya supaya lebih kuat,” paparnya.

Meski saat ini ayah Kajig sudah tiada, namun dukungan dan perhatian ayahnya akan selalu ada dalam memori Kajig. “Dalam rangka untuk bertahan hidup dari serangan kanker, anda harus ikhlas menerimanya. Dan berbicara tentang hal itu merupakan setengah pertempuran untuk dimenangkan,” ujarnya.

Ada lagi penderita kanker payudara lainya, Myra America (62) yang didiagnosa Juni lalu dan memiliki mastektomi bulan yang sama. Dia adalah seorang koordinator untuk Kanker Asosiasi Afrika Selatan. Beberapa waktu lalu ia melakukan kunjungan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Selain itu, ia juga memberikan dukungan untuk para penderita penyakit ini.

Sementara itu, Faaika Agherdien mengatakan bahwa kegiatan Pink Hijab Day ini adalah sebuah inisiatif yang baik untuk menciptakan kesadaran kanker terhadap masyarakat dunia. “Peringatan ini akan membantu semua orang sadar akan bahaya kanker payudara. Jika ada tanda-tanda aneh pada diri anda, segeralah berkonsultasi dengan dokter,” paparnya. (njs/iol.co.za/dbs)


Back to Top