Terbesar di Asia Tengah, Masjid Ini Jadi Simbol Peradaban Islam di Turkmenistan

gomuslim.co.id- Turkmenistan merupakan sebuah negara cantik yang berada di kawasan Asia Tengah. Meski tertutup seperti Korea Utara, ternyata negara ini cukup megah. Ashgabat, ibukota Turkmenistan mendapat julukan sebagai The City of White Marble, alias Kota Marmer Putih di dunia internasional.  

Kemegahan dan kecantikan negara ini, tidak hanya dari wisata dan keindahan alamnya. Di Turkmenistan, ternyata ada sebuah masjid terbesar di kawasan Asia Tengah. Nama masjidnya adalah Turkmenbasy Ruhy. Rumah ibadah umat Islam ini begitu luas dan mampu menampung ribuan jamaah.

Masjid Turkmenbasy Ruhy atau dikenal juga sebagai Masjid Gypjak (dalam bahasa Turkmenistan: Türkmenbaşy Ruhy Metjidi) adalah sebuah masjid di desa Gypjak. Masjid ini berdiri dengan gagahnya berada sekitar 7 kilometer sebelah barat dari pusat kota Ashgabat, Turkmenistan di tepi jalan raya M37.

Masjid Turkmenbashi Ruhy ini mulai dibuka untuk umum tahun 2004 yang lalu. Menurut informasi, masjid megah dan luas ini dapat menampung jamaah yang kapasitasnya mencapai lebih dari 10 ribu orang. “Masjid ini jadi simbol kebesaran Islam Turkmenistan,” ujar salah satu pengurus Masjid.

Jika dilihat dari luar, memang masjid sudah tampak luas. Di bawah tanahnya juga terdapat area parkir yang muat 100 bus dan 400 mobil. Luas komplek ini pun mencapai sekitar 36 hektar. “Luasnya lahan di sekitar Masjid ini supaya jamaah dapat menikmati segarnya suasana disekitar tempat Ibadah,” katanya.

Masjid dua lantai ini didominasi cat putih dengan kubah berwarna kuning emas. Bagian dalamnya berlapis karpet Turkmenistan handmade dan dindingnya diberi dekorasi yang bernafaskan Islam.

Empat menara tampak menjulang setinggi 50 meter di berbagai sisinya. Tak ketinggalan, di halaman Turkmenbashi Ruhy juga dibuat air mancur serta taman-taman yang tertata rapi dan begitu indah dipandang mata.

Di sebelah masjid, terdapat mausoleum yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Presiden Saparmurat Niyazov. Lokasi pembangunan masjid memang merupakan daerah asal presiden yang memimpin Turkmenistan sejak tahun 1985 hingga ajal memanggil di tahun 2006.

Namun di balik kemegahannya, Masjid Turkmenbashi Ruhy pernah menjadi kontroversi di antara umat Muslim berbagai negara. Hal ini dikarenakan pada dindingnya tak hanya berhias ayat suci Alquran, tapi juga kutipan dari buku Ruhnama. Ruhnama atau buku jiwa ini berisi gagasan spiritual Niyazov dan Magtymguly Pyragy, seorang sufi asal Turkmenistan yang konon dianggap setara Alquran di Turkmenistan.

Terlepas dari kontroversinya, traveler tetap banyak yang mengunjungi masjid untuk beribadah. Warga lokal serta turis juga biasanya tak melewatkan kunjungan ke mausoleum di sebelah masjid untuk memberi penghormatan kepada Presiden Niyazov.      

Sementara itu, julukan Kota Marmer Putih ini ada alasannya, seisi Kota Ashgabat benar-benar terbuat dari marmer putih. Tak tanggung-tanggung, ada sekitar 543 buah bangunan di kota ini yang terbuat dari marmer putih. Total biaya pembangunannya pun mencapai 315 juta Manat Turkmen atau setara Rp 1,1 Triliun. (njs/dbs)

 


Back to Top