Pesantren Akan Miliki Kurikulum Ekonomi Syariah Tahun Depan

gomuslim.co.id – Ekonomi Syariah saat ini tengah mengalami peningkatan yang besar. Berkaca dari hal tersebut, pemerintah mendorong santri memiliki bekal keahlian agar bisa masuk ke pasar tenaga kerja. Melalui bekal keahlian tersebut diharapkan dapat menumbuhkan jiwa-jiwa enterpreneur dalam diri para santri.

Pemerintah mendorong santri memiliki bekal keahlian agar bisa masuk ke pasar tenaga kerja. Melalui bekal keahlian tersebut diharapkan dapat menumbuhkan jiwa-jiwa enterpreneur dalam diri para santri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan peningkatan sumber daya manusia di kalangan santri dapat membantu menumbuhkan industri keuangan syariah. Sebab, sumber daya manusia merupakan hal penting yang berkontribusi dalam meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah.

"Di Jawa Timur lulusan santri ada lebih dari 1 juta orang, sebenarnya bisa dirancang pendidikan dan pelatihan vokasional yang disambungkan dengan pesantren," ujar Darmin dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Surabaya, pekan lalu.

Darmin menambahkan, Jawa Timur dinilai memiliki potensi yang besar untuk mengakselerasi pendidikan dan pelatihan vokasional bagi para santri. Sebab, basis pesantren di Jawa Timur sangat besar.

Apalagi, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tidak pernah dibawah pertumbuhan rata-rata nasional, dan menduduki posisi penting sebagai hub untuk kawasan Indonesia Timur. Oleh karena itu, industri dan jasa sangat berkembang di wilayah Jawa Timur.

Pendidikan vokasi di pesantren ini nantinya akan menghubungkan antara pelatihannya dengan industri. Darmin optimistis apabila pendidikan vokasi bagi pesantren ini dapat dilakukan maka para santri tidak hanya menjiwai nilai-nilai islam, namun juga mampu bersaing di pasar ketenagakerjaan.

"Saya juga mengakui bahwa di antara jenis sumber daya manusia yang menjadi kekurangan di kita adalah enterpreneurnya, dan ini bidang yang paling susah dikembangkan," kata Darmin.

Bak gayung bersambut, Kepala Departemen Keuangan dan Ekonomi Syariah Bank Indonesia Anwar Basori mengatakan, Bank Indonesia sedang merumuskan model kurikulum yang tepat untuk mengenalkan ekonomi syariah kepada para santri di pesantren. Model kurikulum ini nantinya diharapkan dapat menumbuhkan jiwa enterpreneur dan juga membentuk kemandirian di kalangan para santri.

Menurut Anwar, model kurikulum ini tidak akan menyentuh pendidikan agama yang selama ini menjadi bahan ajar utama di pesantren namun lebih menyentuh kepada unit usahanya. Apalagi, orang-orang yang mengelola unit usaha harus memahami ekonomi syariah sehingga perlu ada pengenalan mengenai ekonomi syariah di pesantren sehingga ke depan para santri bisa mengelola bisnis secara mandiri.

Anwar mencontohkan, di Pesantren Nurul Iman seluruh santrinya yang berjumlah sekitar 15 ribu orang sudah bisa mengelola bisnisnya secara mandiri.  "Nurul Iman ini menjadi salah satu pesantren yang dimintai masukan untuk merumuskan model bisnis seperti apa yang bisa diterapkan di pesantren. Jadi saat ini kami sedang mengambil beberapa sampel dulu dan mendiskusikannya," kata Anwar.

Rencana ini masuk ke dalam blueprint Bank Indonesia yang akan segera dibuat. Ditargetkan pada awal 2017 model bisnis dan kurikulum mengenai ekonomi syariah untuk pesantren bisa diluncurkan. Anwar optimistis dengan adanya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), maka dapat mempercepat literasi keuangan di pesantren dan akan sejalan dengan roadmap yang dibuat oleh Bank Indonesia. (ari/dbs)


Back to Top