Semarakkan Baca Alquran, Nusantara Mengaji Rilis Aplikasi Khataman Alquran Berbasis Android

gomuslim.co.id- Perkembangan teknologi berbasis aplikasi kini semakin gencar dilakukan oleh beberapa kalangan. Baru-baru ini, Gerakan Nusantara Mengaji secara resmi telah meluncurkan aplikasi android khataman Alquran online pertama di dunia.

Aplikasi ini bisa diakses melalui telepon pintar dengan mengunduhnya di Google play store. Dengan aplikasi ini, masyarakat Muslim bisa melakukan kegiatan Khataman Alquran secara bersama-sama meski di berada di lokasi berbeda.

Sebelumnya, Gerakan Nusantara Mengaji ini telah sukses mencatatkan rekor khataman serentak secara nasional beberapa waktu lalu. Kehadiran aplikasi Nusantara Mengaji ini menjadi gebrakan baru yang menjadi kebanggaan masyarakat.

Koordinator Nasional Mengaji Jazilul Fawaid mengatakan, aplikasi Nusantara Mengaji dibuat untuk mendekatkan masyarakat dengan Alquran. “Dengan aplikasi ini masyarakat dapat terhubung secara bersama-sama melaksanakan khataman Alquran serentak,” ujarnya saat acara Khataman Akbar Nusantara Mengaji di Masjid Siti Rawani, Jati Asih, Bekasi, beberapa waktu lalu.

Khataman adalah kegiatan setelah seseorang atau sekelompok orang menyelesaikan bacaan 30 juz Alquran. Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa dengan mudah membaca Alquran kapan saja dan dimana saja. “Aplikasi Nusantara Mengaji dilengkapi Alquran 30 juz serta fitur memilih juz sehingga setiap pengguna nantinya bisa memilih satu atau beberapa juz yang ingin dibaca. Khataman bersama dapat dilakukan dan dijadwalkan lewat fitur khatamanku,” tambahnya.

Dewan Penasihat Nusantara Mengaji Prof KH Akhsin Sakho Muhammad mengungkapkan, dengan aplikasi ini khataman Alquran bisa dilaksanakan bersama-sama oleh pengguna yang sudah memilih juz Alquran tadi. “Sistem pun akan mencatat berapa orang yang mengikuti khataman serta berapa kali khataman yang telah dilaksanakan,” ujar pakar Alquran lulusan Madinah ini.

Selain itu, aplikasi berbasis android ini juga menyajikan berbagai informasi seputar keislaman, tafsir, dan khazanah keilmuan Islam lainnya. “Ini media edukatif dan informatif terutama dalam era digital saat ini. Silakan unduh secara gratis, mudah-mudahan melalui aplikasi Nusantara Mengaji ini bisa menjadi nilai ibadah sekaligus media silaturahim kita,” katanya.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengapresiasi peluncuran aplikasi khataman Alquran online yang dinilainya bermanfaat sebagai ikhtiar penting sekaligus memberikan bekal bagi anak muda. “Jumlah mereka besar, dengan aplikasi semacam ini diharapkan mampu mendekatkan mereka pada Alquran dan membuat mereka mencintai Alquran,” katanya.

Tidak hanya itu dengan memasang aplikasi ini pengguna juga akan disajikan bermacam informasi menarik terkait tafsir Alquran, Keislaman serta khasanah keilmuan islam dari Smartphone secara gratis.

Peluncuran aplikasi ini sendiri diumumkan berbarengan dengan acara khataman akbar yang digelar di Bekasi, Minggu (30/10).  Khataman tidak berpusat di satu lokasi saja, tetapi juga berlangsung serentak di 200 lokasi di 56 kelurahan dari 12 kecamatan di Kota Bekasi. Pada hari yang sama juga dilakukan penyerahan beasiswa untuk 20 hafiz dan infak sejuta Alquran.

Inisiator Nusantara Mengaji, Abdul Muhaimin mengatakan, wajah Islam Indonesia seharusnya menjadi teladan sebagai umat terbesar dan terbaik di dunia. Kunci untuk mewujudkan hal itu, ujar Muhaimin, adalah pada kecintaan setiap Muslim terhadap agama dan Alquran. “Khususnya mencintai, menghafalkan, dan mengamalkan kitab suci tersebut,” ujarnya.

Karenanya, Muhaimin mengajak umat Islam menjadikan Alquran sebagai pegangan dan pedoman menjalani tantangan dan kehidupan. Ini penting, kata dia, agar bangsa Indonesia mampu bersaing dengan negara mana pun, tetapi tetap berpijak pada Islam dan Alquran.

Menurut Muhaimin, akar spiritualitas tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi, ujar dia, negara  mana pun yang merupakan model kemajuan saat ini tengah mengalami krisis.

Pada akhirnya, kata dia, kekuatan lahir batin dari setiap individu di dalam negara itulah yang akan mengatasi krisis ini. “Kita harus siapkan generasi tangguh dan tetap memiliki spirit Alquran yang mengakar,” pungkasnya. (njs/dbs)


Back to Top