Luncurkan Produk Baru, Institusi Standar Turki Akan Sertifikasi Modal Halal

gomuslim.co.id- Produk halal menjadi satu hal penting bagi seorang Muslim. Tidak hanya makanan dan minuman, semua hal yang berkaitan dengan hidup harus sesuai dengan syariat Islam. Baru-baru ini, Lembaga Sertifikasi Halal di Turki, yaitu Turkish Standards Institution (TSE) membuat terobosan baru di dunia Islam dengan program Sertifikasi Modal Halal.

Biasanya, TSE ini  bertanggung jawab untuk mengeluarkan sertifikasi halal di berbagai bidang dari makanan untuk pariwisata dan kosmetik untuk bahan kemasan. Namun kali ini TSI akan melakukan akreditasi ke setiap perusahaan untuk membuktikan kehalalan modal yang mereka gunakan untuk menjalankan perusahaan.

Sertifikasi ini salah satu fasilitas dalam memberikan jaminan kepada seluruh karyawan perusahaan. Dengan demikian tidak lagi kekhawatiran akan gaji yang mereka terima karena sudah diuji kehalalannya.

Perusahaan yang telah memiliki sertifikasi halal dapat memberitahu pegawai mereka bahwa mereka dibayar dengan uang yang halal. Selain itu produk yang telah disertifikasi halal berasal dari modal yang halal.

Saat ini kriteria agar pengusaha mendapatkan sertifikasi halal masih dibahas. Usaha yang mendapat sertifikasi modal halal harus dapat menjawab beberapa pertanyaan diantaranya apakah modal yang mereka dapatkan juga berasal dari pendapatan bunga, apakah mereka membayar gaji pegawai tepat waktu, atau jika memiliki utang kepada pemerintah telah dibayarkan meskipun mereka memiliki tabungan.

Perusahaan nantinya akan dinilai berdasarkan kriteria tersebut. Perusahaan akan dievaluasi dengan menghubungi Lembaga Jaminan Sosial, apakah pengusaha telah membayar premi asuransi dan gaji pegawai secara teratur.

Selama ini, TSI dikenal sebuah lembaga yang penting di dunia dalam hal sertifikasi halal. Mereka mengeluarkan sertifikasi halal di berbagai bidang mulai dari makanan hingga pariwisata dan kosmetik hingga produk kemasan serta pemotongan hewan. Mereka telah mengeluarkan 341 sertifikasi halal untuk 166 perusahaan per Juli 2016 lalu. Sertifikat ini mengambil standar umum yang dikembangkan oleh Badan Standar dan Metrologi Negara-Negara Islam (SMIIC) sebagai referensi.

Direktur Pusat Sertifikasi Produk TSE Dogan Yazar dalam publikasi Daily Sabah mengatakan lembaga ini telah melakukan riset yang sangat sensitif selama evaluasi pengajuan sertifikat. Ia juga menyebutkan bahwa pakar-pakar Islam mengikuti prosesnya dari awal sampai akhir.

Menurut Yazar, para ahli TSE fokus kepada rincian teknis, sementara para pakar di Direktorat Urusan Agama Turki menilai dari segi agama. “Direktorat Urusan Agama yang mengambil keputusan akhir. Bahkan jika aplikasinya lolos seluruh riset dan uji teknis namun para ahli dari Direktorat Urusan Agama punya sedikit kecurigaan saja terhadap datanya, kami tak akan mengeluarkan sertifikat untuk aplikasi tersebut,” ujarnya.

Model sertifikasi baru merupakan yang pertama dari jenisnya di dunia. Perkembangan bisnis yang terus meningkat akan membuat setiap perusahaan akan dipertanyakan tentang sumber modalnya. Dengan mendaftarkan sesuai untuk kriteria halal ini akan menguntungkan karyawan dan produk yang mereka hasilkan terjamin kehalalan bisnis. (njs/dbs)


Back to Top