Tim Senam Santri DKI Jakarta Rebut Emas di Pospenas 2016

gomuslim.co.id - Pertarungan olahraga santri dalam Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) ke VII resmi ditutup. Namun hal ini masih terasa manis oleh tim peserta senam santri dari kontingen DKI.

Pada babak final senam santri yang digelar di GOR Baladika Kopassus Kota Serang, Selasa (25/10), tim putri dari Jakarta mengungguli lima tim lainnya yang masuk ke final. Skor akhir setelah penggabungan seluruh juri, DKI Jakarta meraih nilai 5806,5 disusul tim dari Jawa Barat yang mendapat nilai 5777,5. sementara itu, tuan rumah Banten hanya memperoleh nilai 5502,5 dan harus puas dengan medali perunggu.

Koordinator Cabang Olahraga Senam Santri, Dianing Arista Puspitasari menjelaskan untuk satu tim mendapat tujuh juri inti dan tiga juri tambahan. Dengan skor akhir itu merupakan total keseluruhan dari 10 juri.

Pada hari terakhir tim senam santri berlaga, Arista mengatakan tidak menemui kendala. Namun ia memiliki beberapa catatan sebagai evaluasi agar ke depan lebih baik. “Sebenarnya untuk pelaksanaan Pospenas khususnya dari cabang senam santri tidak ada kendala, sejauh ini sudah sesuai dengan yang kita inginkan,” ujarnya dalam siaran persnya.

Catatan yang dimaksud, sambungnya, ke depan harus dibuat sebuah aturan untuk seragam lomba putri, mengingat mereka adalah anak-anak santri. “Misalnya terkait ukuran, ketat atau longgarnya baju seperti apa, agar ada keseragaman. Setelah itu tinggal dimodifikasi agar tetap terlihat cantik,” tutur Arista.

Senam santri sendiri merupakan salah satu bentuk lain dari senam irama dan senam aerobik yang bermanfaat untuk menjaga kebubagaran. Senam yang dilakukan ini bukan senam biasa. Pasalnya, gerakan yang disebut senam santri ini memadukan gerakan seperti salat dan doa yang terlihat unik.

Senam santri mematahkan anggapan bahwa santri hanya beribadah dan bermain musik Islami. Olahraga juga menjadi bagian penting dari kehidupan santri sehingga akan dapat tampil prima saat beribadah maupun bekerja.

Senam ini lahir dibelakangi oleh ide dari para pemimin dan anggota panitia kerja tetap nasonal Pospenas yang berkeinginan memberikan  kontribusi di bidang olahraga dan kesehatan masyarakat. Senam ini telah dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dilaksanakan oleh para santriawan dan santriwati dengan riang dan gembira.

Selain senam santri, Pospenas 2016 melombakan sejumlah cabang olahraga antara lain, Bulu tangkis, Tenis meja, Pencak silat, Senam santri, dan Cabang Atletik. Sedangkan untuk bidang seni yaitu kaligrafi, melukis, pidato bahasa Arab, pidato bahasa Indonesia, dan pidato Bahasa Inggris, serta cipta puisi.

Sementara itu, dari  perhelatan Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) 2016, Kemenpora mengharapkan terus memacu pemasalan olahraga di kalangan pesantren dan masyarakat secara umum dan menopang prestasi olahraga Indonesia.

“Dari Kemenpora, pada Pospenas ini kita membantu dalam penyelenggaraan even olahraganya. Ada 11 Cabor yang dipertandingkan. Karena ajang ini lebih bersifat pemasalan, sebenarnya jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan masih kurang, mudah-mudahan ke depan bisa ditambah,” jelas Asisten Deputi Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus pada Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Bayu Rahadian.

Pospenas ke- VII di Banten berlangsung pada 22 sampai 28 Oktober 2016, diikuti 6.000 santri dari 34 provinsi seluruh Indonesia. Mempertandingkan 12 cabang seni dan Untuk 11 cabang olahraga. Cabang olahraga yang dilombakan adalah atletik, bola basket, hadang, bola voli, bulu tangkis, futsal, sepak takraw, tenis meja, pencak silat, senam santri, dan panahan. Acara penutupan akan digelar Jumat (28/10) malam.

Tuan rumah  Banten meraih juara umum dalam ajang Pospenas 2016 ini dengan mendapatkan 19 emas, 9 perak dan 14 perunggu. Disusul Jawa Barat dengan raihan medali 19 emas, 9 perak dan 14 perunggu, kemudian Jawa Timur dan Jawa Tengah. Namun demikian, khusus untuk sektor olahraga, peraih medali terbanyak adalah Jawa Barat. (ari/dbs)


Back to Top