Bidik Pasar Syariah, Bank Banten Targetkan Miliki Unit Syariah Independen Tahun 2018

gomuslim.co.id- Demi menjaring pasar syariah yang ada di wilayah Banten, PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk berencana membuka bisnis syariah sendiri. Pembukaan bisnis syariah ini rencananya ditargetkan dalam dua tahun ke depan. Hal ini merupakan salah satu strategi Bank untuk memperkenalkan diri ke masyarakat.

Direktur Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa mengatakan pihaknya akan mempersiapkan kebutuhan untuk pembentukan unit usaha syariah mulai tahun depan. “Kalau dilihat di Serang dan beberapa kota besar di Banten lain, sudah banyak unit usaha syariah dan bisnis syariah dari bank lain yang berdiri. Ini menunjukkan potensi bisnis syariah di sana,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Selain bisnis syariah, ada bisnis baru lain yang sedang diincar oleh Bank Banten. Namun, Fahmi masih belum merinci terkait bisnis baru apa yang dimaksud. Yang jelas, saat ini bank masih akan fokus untuk menyelesaikan akusisi oleh Banten Global Development.

Bisnis syariah ini, menurut Fahmi penting karena untuk menambah pilihan dari nasabah dalam menempatkan uangnya. Sebagai gambaran, menurut Fahmi, dana kelolaan dari pegawai negeri di provinsi Banten saja tercatat mencapai Rp 8 triliun dari 4.349 pegawai Pemprov.

Ini belum jika ditambah PNS di seluruh Kabupaten Kota di seluruh Banten yang jika ditotal mempunyai dana kelolaan sebesar Rp 26 triliun yang salah satunya berasal dari guru yang mencapai 9.000 orang. Apalagi menurut perkiraan dalam beberapa tahun mendatang akan ada kenaikan alokasi APBD daerah.

Sementara itu, meski Bank Banten masih berstatus sebagai bank konfensional, namun pihaknya akan membuka sistem perkreditan syariah yang siap melayani 60 nasabah di 30 provinsi dengan 145 anak cabangnya.

“Nasabah kami ada 60 ribu dan sebagian besar UMKM (usaha mikro kecil dan menengah). Ke depan, kami pun akan terus fokus ke sana. Kami juga akan membuka kredit syariah yang akan melakukan transaksi perbankan secara syariah,” tuturnya.

Guna mempermudah strategi bisnisnya tersebut, Bank Banten akan terlebih dahulu membuka sembilan cabang baru di Provinsi Banten. “Kami akan menambah sembilan jaringan (kantor cabang) lagi, sebelumnya kami sudah ada 10 jaringan. Selain itu, juga meningkatkan kantor cabang dari Kantor Cabang Pembantu (KCP) menjadi Kantor Cabang Operasional (KCO),” ujarnya.

Bahkan guna menambah nasabah, Bank Banten yang baru diluncurkan tersebut akan bekerja sama dengan pihak swasta. “Strategi kami membangun modal bisnis baru. Kami juga bangun kerjasama dengan instansi pemerintah ataupun swasta,” jelasnya.

Sebagai informasi, sebelum beralih ke Pemerintah Provinsi Banten, Bank ini sebelumnya bernama Bank Pundi Indonesia, Tbk. Pada tanggal 29 Juli 2016, pergantian nama bank yang berkode emiten BEKS ini telah mendapatkan surat keputusan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 12/KDK.03/2016 tentang penetapan penggunaan izin usaha atas nama PT. Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk mulai awal Agustus 2016.

Sebelumnya PT. Bank Pundi Indonesia, Tbk telah mendapatkan persetujuan Kementerian Hukum dan Ham terkait pergantian nama pada (27/6). Persetujuan Kementerian ini tertuang dalam Surat Keputusan No. AHU-0012108.AH.01.02 tentang Persetujuan Akta Anggaran Dasar PT. Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk. (njs/dbs)


Back to Top