Untuk Jamin Status Produk, BPOM Akan Labeli Produk Non Halal

gomuslim.co.id– Pemerintah saat ini sedang fokus untuk memberikan label atau sertifikasi halal kepada berbagai jenis produk halal, mulai dari makanan, fashion, kosmetik, hotel hingga obat-obatan juga akan besertifikat halal yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan, rasa aman dan terpercaya bagi konsumen muslim ataupun wisatawan dari luar negeri yang mengunjungi Indonesia.

Pemberian label halal kepada produk memang menjadi penegasan konsumen. Namun, label untuk produk tidak halal dinilai juga menjadi bagian penting untuk menenangkan konsumsen.

Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM Suratmono mengatakan label halal bukanlah satu-satunya langkah yang bisa menjamin keamanan status produk. Ia menuturkan, langkah lain yang bisa diterapkan adalah dengan memberi label kepada produk-produk tidak halal. "Jadi kalau ada unsur babi misalnya, wajib dilabelkan mengandung babi," kata Suratmono, Selasa (1/11).

Ia menjelaskan, langkah itu sebenarnya sudah dilakukan BPOM dengan non halal mandatory, yakni dengan melabelkan produk makanan dan obat–obatan yang mengandung babi. Produk makanan mengandung babi diberi label berwarna merah, sedangkan produk obat-obatan yang mengandung bahan babi diberikan label khusus warna putih.

Untuk penerapan UU Jaminan Produk Halal sendiri, Suratmono berpendapat obat-obatan seharusnya diperhatikan dulu pemanfaatannya baru kehalalannya. Pasalnya, Suratmono merasa sebagian besar obat-obatan menggunakan bahan campuran yang mungkin tidak termasuk halal, tapi diperuntukkan sebagai obat.

Terkait sertifikasi halal, ia menambahkan jika produk-produk yang sudah memiliki label halal LPPOM MUI tinggal memberi catatan untuk penegasan pemeriksaan. Menurut Suratmono, produsen maupun pelaku usaha tidak perlu bingung karena yang dilakukan LPPPOM MUI dan BPOM pada prinsipnya tidak jauh berbeda.

“Jadi ketika produk mendapat sertifikat halal dari LPPOM MUI tinggaal kasih notifikasi," ujar Suratmono.

Sementara itu, berbicara mengenai sertifikasi halal yang akan tersedia untuk produk obat-obatan, belum lama ini Kepala Biro Hukum dan Organisasi kementerian Kesehatan (Kemenkes) Barlian mengatakan semua produk obat-obatan akan memiliki label halal pada 2019. Pihak Kemenkes juga sudah menyelesaikan pemetaan produk obat yang akan diberi label halal tersebut.

"Rencananya memang pada 2019 seluruh obat akan diberi label halal. Pemetaan produk sudah selesai, hanya saja untuk pemberian label halal belum bisa dilakukan dalam waktu dekat," ujar Barlian ketika dikonfirmasi beberapa hari lalu. Ia menambahkan, pemetaan ini bertujuan untuk mengelompokkan produk obat mana yang menjadi prioritas utama dan prioritas selanjutnya untuk diberi label halal.

Penetapan prioritas antara lain ditentukan oleh bahan baku obat. Untuk memberikan label halal, harus dipastikan bahan baku obat benar-benar halal. Padaha, kata Barlian, masih ada produk obat-obatan yang diduga masih menggunakan bahan baku tidak halal.

Kemenkes dan kementerian terkait juga dapat menyusun kategori obat-obatan mana saja yang dapat disertifikasi halal terlebih dahulu. Seperti halnya vaksin, Cina sudah lebih dulu mengembangkan vaksin halal karena mengakui bahwa pangsa pasar Muslim pengguna produk halal itu luas. (ari/dbs)


Back to Top