Dubes Amerika Serikat Puji Keberagaman Indonesia Usai Kunjungan ke Masjid Cheng Hoo Surabaya

gomuslim.co.id- Duta Besar Kebebasan Beragama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Amerika Serikat David Saperstein mengunjungi Masjid Muhammad Cheng Hoo, Surabaya beberapa waktu lalu. Selama kunjungannya tersebut, ia mengaku terkesan dengan keberadaan Masjid baik dari sisi jamaahnya, arsitekturnya, maupun aktivitas di dalamnya.

Selain itu, menurut Saperstein, Masjid Cheng Hoo merupakan hal yang sangat langka dan mungkin tidak dimiliki komunitas muslim di negara Tiongkok, Myanmar, dan Vietnam. “Keberagaman ini sangat luar biasa. Belum tentu di negara-negara tertentu punya kebebasan beragama selevel ini,” ujarnya.

Saperstein sendiri merupakan ambassador-at-large atau utusan khusus presiden Amerika Serikat yang berkeliling dunia untuk mempromosikan kebebasan beragama sesuai dengan bidangnya, yakni international religious freedom. Ia didampingi asistennya Victoria Thoman dan Kepala Seksi Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal AS di Surabaya Jett Thomason.

Kunjungannya ke Masjid Cheng Ho merupakan rangkaian dari lawatannya ke beberapa negara. Saperstein tiba di Masjid Cheng Hoo pukul 10.30 WIB. Dia disambut Ketua Takmir Masjid Cheng Hoo Abdullah Nurawi dan pendiri Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Surabaya Bambang Sujanto.

Selain itu, hadir dalam kesempatan tersebut pengurus takmir dan anggota Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jawa Timur. Selama kurang lebih 30 menit, Bambang membawa Saperstein untuk melihat-lihat kompleks masjid pertama Yayasan Cheng Hoo tersebut. Bambang memperlihatkan plakat nama-nama donatur pembangunan masjid itu.

Selanjutnya, mereka berkeliling untuk melihat sekolah empat bahasa di samping masjid, kerajinan batik khas Yayasan Cheng Hoo, serta interior dalam masjid. Bambang menjelaskan bahwa masjid tersebut dibangun dengan arsitektur Tiongkok karena menghormati leluhur mereka. “Tapi, kami pasang lafaz Allah dan Muhammad karena kami Muslim,” jelasnya.

Dinding mihrab Masjid diukir mirip pintu gereja. Bambang menjelaskan, hal itu  karena muslim mengakui keberadaan Isa Almasih sebagai nabi. Masjid tersebut juga tidak memiliki pintu. “Itu artinya, siapa pun, agama apa pun, boleh masuk ke sini karena ini terbuka untuk semua yang hendak berkunjung,” katanya.

Saperstein hanya mengangguk-angguk sambil sesekali menjawab kekagumannya terhadap keberadaan Masjid Cheng Ho. “Ini Sangat mengesankan. Jarang sekali negara yang mampu menjaga persatuan ditengah keberagaman,” ujarnya.

Bambang juga menceritakan bahwa yayasan berencana untuk mendirikan 17 Masjid Cheng Hoo di seluruh Indonesia. Masjid kesepuluh akan diresmikan di Banyuwangi pada November ini. “Di sana juga ada pesantren pertama kami, silakan kalau Anda mau datang,” ujarnya.

Setelah puas mengelilingi seluruh bagian Masjid, Saperstein dan pengurus Yayasan Cheng Hoo kemudian terlibat diskusi tertutup. Mereka membahas banyak hal selama kurang lebih setengah jam.

Sementara itu, ketua Takmir Abdullah Nurawi menerangkan bahwa Cheng Hoo merupakan salah satu model keberagaman yang tumbuh di Indonesia. “Ya, kami perkenalkan bahwa Islam yang tumbuh di sini, di Indonesia itu damai.  Penuh cinta damai,” katanya.

Saperstein menuturkan bahwa dirinya merupakan penasihat utama Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Menlu John Kerry dalam bidang kebebasan beragama. Dia sengaja memilih Indonesia karena Amerika dan Indonesia sama-sama negara demokrasi terbesar di dunia. “Kami berdua juga punya tradisi panjang mengelola keberagaman iman,” jelasnya.

Saperstein menyatakan bahwa salah satu kebijakan luar negeri AS adalah mempromosikan kebebasan beragama dan mempelajari sampel-sampel pluralisme yang telah berjalan di berbagai belahan dunia. Dia berharap model keberagaman di Indonesia bisa berjalan berbarengan dengan Amerika. “Dua ini kita harapkan bisa berjalan bersamaan,” ungkapnya.

Saperstein dan rombongannya berkeliling Indonesia sejak 23 Oktober lalu. Sebelumnya, dia telah mengunjungi Jakarta, Banda Aceh, dan Bali. Dia juga sempat mengunjungi Kuba dan Inggris. Perjalanan selanjutnya adalah ke Malaysia. (njs/dbs)


Back to Top