Indonesia Segera Jadi Pusat Perkembangan Psikologi Islam Dunia

gomuslim.co.id- Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi yang terdepan dalam pengembangan psikologi Islam. Baru-baru ini, Universitas Gadjah Mada (UGM) akan menjadi tuan rumah dari penyelenggaraan 5th International Conference of International Association of Muslim Psychologists pada tanggal 4 sampai 6 November 2016 mendatang di University Club UGM.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama antara 4 Perguruan Tinggi di Yogyakarta, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), serta 2 asosiasi profesi, yaitu International Association of Muslim Psychologists (IAMP) dan Asosiasi Psikologi Islam (API).

Selain itu, melalui kegiatan ini juga sekaligus akan ada pembentukan pusat aktivitas IAMP yang kini ada di Malaysia. Dengan begitu, Indonesia akan menjadi pusat Asosiasi Internasional Muslim Psikolog (IAMP).

Dosen Fakultas Psikologi UGM yang menjadi salah satu pembicara dalam konferensi ini, Dr. Bagus Riyono mengatakan kegiatan yang diadakan setiap dua tahun sekali ini menjadi momentum yang menandai pemindahan pusat aktivitas IAMP ke Indonesia. Karena itu, penyelenggaraan konferensi ini juga akan diikuti dengan pembentukan kepengurusan internasional di Indonesia.

“Momentum ini cukup spesial, meskipun bukan pertama kalinya konferensi ini diadakan di Indonesia. Konferensi kali ini menjadi momentum untuk memindahkan pusat IAMP yang tadinya di Malaysia, akan dipindah ke Indonesia. Dengan demikian, nantinya kegiatan IAMP akan lebih banyak diselenggarakan di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bagus mengungkapkan kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perkembangan kajian ilmu psikologi Islam di Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan arah yang diambil oleh Fakultas Psikologi UGM dalam mengembangkan indigenous psychology  serta cultural psychology. “Kajian psikologi Islam di Indonesia harus terus kita kembangkan jika ingin menjadi pusat dunia,” tambahnya.

Pada tahun ini, konferensi internasional dua tahunan tersebut akan menghadirkan pembicara dari sepuluh negara dengan tema "Islamic Child Psychology" atau Psikologi Anak Dalam Islam. Selain itu, akan dibahas juga mengenai Islam dan Perspektif Budaya.

Di sisi lain, hasil penelitian tentang keluarga, anak-anak bermasalah, serta "school-based mental health" atau kesehatan mental berdasarkan sekolah juga akan mendapatkan porsi yang besar dalam konferensi kali ini.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, Mochamad Sodik mengatakan konferensi ini sangat penting bagi pengembangan psikologi yang berbasis pada keluarga. Menurutnya, konferensi ini menyegarkan dinamika keilmuan psikologi, khususnya di Indonesia, serta menekankan aspek mikro dalam ilmu dan penerapan psikologi yang kerap kali terabaikan.

“Konferensi ini penting untuk memberikan kesadaran bahwa negara yang kuat tidak akan terwujud tanpa keluarga yang kuat. Kalau mikro jadi perhatian, dinamika konflik di ruang publik dapat lebih mudah diredam,” jelasnya. (njs/ugm/dbs)

 


Back to Top