Makin Serius Garap Pariwisata Halal, Kini Dubai Miliki Vila di Atas Laut

gomuslim.co.id- Perkembangan pariwisata halal membuat banyak negara di dunia terus mempercantik destinasi wisata khas masing-masing untuk menarik kunjungan wisatawan muslim. Hal tersebut dilakukan dengan memberikan fasilitas restoran halal, akomodasi, sampai peta perjalanan khusus yang mempermudah wisatawan muslim berkeliling di Negara tersebut.

Salah satunya dilakukan Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) baru-baru ini. Rencana Dubai untuk memiliki vila mewah mengapung di atas air bernama The Floating Seahorse benar-benar direalisasikan tahun ini. Pengembangnya, yakni Kleindienst Group telah berhasil membuat satu Floating Seahorse di tengah-tengah The World, sebuah proyek pulau buatan di lepas pantai Dubai.

Adapun, struktur vila yang dibangun oleh Kleindienst Group sudah dilengkapi dengan furnitur dan saat ini mereka tengan fokus membangun taman koral. Secara keseluruhan, Kleindienst Group akan membangun 42 vila di lokasi tersebut. Namun, Kleindienst Group membuat struktur vila tidak bisa bergerak dan hanya akan merapat di pulau-pulau buatan The Heart of Europe yang merupakan bagian dari The World.

Rencananya, 42 vila tersebut akan selesai dibangun semua pada akhir 2016 dan telah dijual ke investor. Floating Seahorse merupakan jenis struktur pertama dari serangkaian tahapan yang dibuat oleh Kleindienst Group. Mereka mengklaim akan membangun 131 rumah di sekitar "The World."

Sedangkan, untuk pemberian nama Floating Seahorse tersbeut sebagai tajuk proyek ini diakui Kleindienst Group berhubungan dengan upaya untuk melindungi kehidupan laut di Teluk Persia.

"Kami akan membuat terumbu karang buatan di bawah vila mewah yang akan menjadi kawasan lindung agar kuda laut dapat hidup dan berkembang biak dengan aman," kata perwakilan Kleindienst Group, seperti dilansir dari publikasi Nationalgeographic.

Sementara taman koral dalam tahap pembangunan, hanya waktu yang dapat membuktikannya menjadi habitat layak tinggal bagi spesies laut. Vila yang dijual seharga 1,8 juta dollar Amerika Serikat  atau sekitar Rp 23,7 miliar itu memiliki tiga lantai yang didesain untuk memberikan pemandangan sekitarnya.

Lantai paling atas adalah teras luar yang memiliki jendela untuk melihat langit. Lantai kedua berisi dapur, area makan, ruang keluarga, mini bar dan sebuah Jacuzzi. Lantai paling bawah terdapat kamar tidur dan kamar mandi. Dua ruangan ini berdinding kaca sehingga penghuni bisa bertatap langsung dengan terumbu karang dan kehidupan biota laut lainnya saat mereka tidur, mandi, atau pun berpakaian.

Sebelumnya, seperti dua tahun lalu, dua ajang penghargaan kelas dunia untuk sektor pariwisata akan digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Beberapa negara pun sudah menggelar kompetisi berskala nasional demi menyaring potensi wisata halal di negara masing-masing untuk diikutsertakan dalam perwakilan ajang dunia tersebut. Sempat dikabarkan batal, Abu Dhabi sebagai tuan rumah kini merilis info terbaru bahwa ajang dunia tersebut akan berlangsung Desember 2016 mendatang.

Dua ajang promosi halal terbesar di dunia tersebut adalah International Travel Week (ITW) dan World Halal Travel Summit (WHTS) yang di dalamnya ada penghargaan World Halal Tourism Awards 2016. Sebagaimana terjadwal, publikasi Halalfocus menyebutkan kedua acara tersebut akan berlangsung  pada tanggal 25 sampai 28 November 2016 mendatang di Abu Dhabi. Sebelumnya ITW akan berlangsung pada 21 sampai 25 November di Abu Dhabi Nasional Exhibition Center. Kemudian diundur menjad 25 sampai 28 November hingga akhirnya Abu Dhabi merilis pendaftaran nominasi penghargaan tersebut.

Ajang penghargaan yang ditujukan bagi industri pariwisata halal dan ramah keluarga ini  telah mulai membuka pendaftaran nominasi penghargaan sejak (11/09/2016). Secara total ada 16 kategori penghargaan, di antaranya Best Halal Tour Operator, Best Family Friendly Hotel dan World’s Best Non OIC Emerging Halal Destination.

Indonesia sendiri akan berpatisipasi dalam kompetisis tingkat internasional ini. Setelah rampung gelaran Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) 2016, Kementrian Pariwisata (Kemenpar) merilis 10 nominasi destinasi wisata halal yang akan mewakili Indoensia di ajang World Halal Tourism Award (WHTA).

Kini masyarakat umum dapat memilih pilihan favorit mereka secara online melalui bit.ly/VOTEIndonesia mulai 17 Oktober 2016 sampai 25 November 2016. Selain melalui voting, akan ada pula tim juri independen, yang terdiri dari pelaku industri terkemuka di industri pariwisata halal. Nama pemenang dan runner-up pun kemudian akan diumumkan pada (7/12/2016). (fau/dbs)


Back to Top