Ini Keunggulan Produk Baru Asuransi Syariah Prudential untuk Pasien Penyakit Kritis

gomuslim.co.id- Perkembangan produk keuangan syariah Indonesia kini tidak hanya terkait perbankan saja, tapi juga berbentuk reksa dana dan asuransi syariah. Pada produk-produk tersbeut juga dilakukan inovasi untuk memberikan alternatif bagi nasabah muslim yang ingin bertransaksi sesuai akad syariah.

Salah satu produk baru terkait asuransi syariah baru-baru ini diluncurkan Prudential. Adalah PRUcrisis cover benefit plus 61, sebuah produk asuransi tambahan yang menawarkan perlindungan kondisi kritis yang komprehensif dan melindungi 61 kondisi kritis. Penyakit yang termasuk dalam perlindungan produk ini diantaranya stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, ketulian, kebutaan serta prosedur Angioplasty.

Produk ini diluncurkan berkaitan dengan data Organisasi Kesehatan Dunia pada 2014 yang menyebutkan ada tiga penyakit kritis utama penyebab kematian di Indonesia, yaitu stroke, jantung dan diabetes. Pada saat yang sama, per 2015 jumlah klaim penyakit kritis terbanyak di Prudential juga adalah stroke, kanker dan penyakit jantung. Per 30 Juni 2016, jumlah kasus klaim untuk penyakit kritis naik 18 persen.

“Kami menawarkan produk ini dalam bentuk asuransi syariah dan konvensional. Jadi kalau ada nasabah yang nyaman dengan asuransi syariah atau konvensional, kami memiliki dua-duanya,” kata Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch dalam Peluncuran Produk PRUcrisis cover benefit plus 61 di Prudential Tower, Rabu (2/11).

Dalam rangka memperkenalkan produk ini ke nasabah, Prudential memberikan penawaran khusus mulai Oktober 2016 sampai akhir Desember 2016. Selama periode ini, nasabah dapat memperoleh perlindungan PRUcrisis cover benefit plus 61 melalui persyaratan underwriting yang sederhana, dimana nasabah hanya perlu menjawab lima pertanyaan kesehatan.

Selain itu, PRUcrisis cover benefit plus 61 memberikan perlindungan terhadap risiko meninggal dunia berupa 100 persen Uang Pertanggungan dan manfaat tindakan Angioplasty sebesar 10 persen Uang Pertanggungan atau maksimal Rp 200 juta. Produk ini akan ditawarkan melalui jaringan sekitar 240 ribu agen Prudential Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Chief of Actuary Prudential Indonesia Kim Eng Yeoh menambahkan, untuk mendapatkan perlindungan PRUcrisis cover benefit plus 61, nasabah perlu memiliki produk utama PRUlink assurance account terlebih dulu, yaitu produk unitlink dengan kontribusi berkala. “Untuk nilai preminya tergantung kebutuhan dan usia nasabah. Patokannya bisa Rp 8 juta per tahun atau lebih,” katanya.

Adapun, asuransi Prudential Syariah atau kerap disingkat jadi Pru Syariah diluncurkan pertama kali pada 17 September 2007 dengan dikelola oleh Prudential Fund Management Berhad (PFMB), sejenis manajer investasi yang berkedudukan di Malaysia. Perbedaan antara yang konvensional dan syariah terletak di akadnya. Pru Syariah ini merupakan Asuransi syariah yang by definition merupakan usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang (jama’ah) melalui investasi dalam bentuk asset dan/atau tabarru’ yang memberikan peluang pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui perjanjian (akad) yang syar’i. 

Berbeda dengan konvensional yang masih menyisakan “ruang transaksi” yang bersifat Ghurur (transaksi semu) dan Maisir (undian mirip judi). Penjelasannya lebih lanjutnya ialah pertama dana yang disetor nasabah diambil alih oleh perusahaan dan risiko nasabah ditanggung perusahaan. Risiko yang akan dihadapi nasabah itu tidak pasti, sementara semua perjanjian transaksi muqayyad bizzaman (terikat dengan waktu/tempus). Apabila nasabah saat baru membayarkan preminya mengalami tutup usia, maka perusahaan berkewajiban membayarkan santunan.

Tapi apabila nasabah berusia panjang, maka presmi yang terbayarkan bisa melebihi apa yang diterimanya kelak. Transaksi ini menyisakan ghurur dan maisir. Selian itu, persoalan riba sewaktu-waktu dapat membelit perikatan transaksi konvensional ini. Karena nasabah tidak tahu, kemana dananya diinvestasikan dan bagaimana pengelolaannya.

Perbedaan lainnya dalam asuransi Pru Syariah, premi dikelola menjadi portovolio yang akan diinvestasikan oleh fund manajer-nya ke bisnis-bisnis etis, bukan yang dilarang oleh Islam (seperti minuman keras, industri rokok, pengolahan makan tidak halal, dan sejenisnya), ke bidang usaha yang lebih riil, sehingga bebas dari riba. Akadnya ialah tolong-menolong antar sesama anggota/nasabah. Dana yang disetor nasabah tidak diambil alih oleh perusahaan, tetapi dikelola oleh perusahaan menjadi dana tabarru’. Dana ini adalah dana yang harus disisakan dalam rekening polis, misalnya 5 juta, untuk dipergunakan sebagai santunan kepada anggota yang mengalami musibah. Jadi prinsip jama’ah sangat kuat dalam akad ini. Akad asuransi yang demikian ini lah yang diperbolehkan dalam Islam. (fau/prudential/dbs)

Baca juga:

Pru Link Syariah, Manfaat Bertambah Keuntungan Berkali Lipat

 


Back to Top