Kemenag Upayakan Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Madrasah Selesai Tahun Ini

gomuslim.co.id- Upaya memberikan kesejahteraan bagi tenaga pendidik di madrasah terus dilakukan oleh Pemerintah. Baru-baru ini, Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menyelesaikan pembayaran tunjangan profesi terhutang bagi guru madrasah yang sudah inpassing pada rentang 2014 sampai 2015.

Anggaran sebanyak Rp1,2 triliun sudah didistribusikan kepada 80.090 guru madrasah yang berhak menerimanya. Jumlah penerima tunjangan tersebut sesuai dengan hasil verifikasi Inspektorat Jenderal Kemenag.

Sementara untuk membayarkan tunjangan profesi guru madrasah periode 2015-2016 yang masih belum dibayarkan senilai Rp2,4 triliun. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam di Kemenag Ishom Yusqi, mengatakan masih ada tunjangan profesi guru madrasah yang terutang Rp2,4 triliun, untuk 82.090 orang.

“Tunjangan profesi guru madrasah yang kurang itu mencapai Rp2,4 triliun. Kemarin sudah dibayar Rp1,2 triliun untuk tunjangan profesi periode 2014-2015, sedangkan periode 2015-2016 belum dilunasi. Jumlah yang belum mendapatkan tunjangan profesi itu sekitar 82.090 guru madrasah,” kata Ishom dalam publikasi resmi Kemenag, Kamis (03/11).

Lebih lanjut, Ishom menuturkan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan DPR menginginkan tidak ada lagi masalah utang tunjangan profesi guru madrasah yang sudah inpassing pada 2017. Untuk itu, pihaknya meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus mengalokasikan anggaran tersebut sejak tahun ini.

“Pak menteri dan DPR sudah meminta supaya hal ini segera diselesaikan mengingat tunjangan tersebut sudah cukup lama tertunda. Dan kami pun tidak ingin terus berlarut-larut karena para guru disana sudah menanti pencairan supaya segara dilakukan,” katanya.

Isom memastikan, jika alokasi anggaran itu sudah tersedia, maka Kemenag bisa segera mendistribusikannya. Sebab, proses pembayaran tunjangan 2014 – 2015 juga berjalan lancar. “Data 82.090 lebih guru madrasah yang berhak menerimanya juga sudah diverifikasi oleh Itjen Kemenag. Jadi insya Allah tidak ada hambatan pada distribusnya,” jelasnya.

Menurutnya, jika pembayaran bisa dilakukan tahun ini, maka seluruh tunjangan profesi guru madrasah terhutang bisa diselesaikan untuk kedepannya. Memasuki tahun 2017, proses pembayarannya bisa dimulai dari awal dan Kementerian Agama sudah mengalokasikan anggarannya.

“Ini menjadi ukuran kedepannya. Buktinya untuk pembayaran 2014-2015 saja sudah berjalan lancar. Artinya, untuk tahun berikutnya tidak ada lagi kendala yang sama sehingga kembali tertunda,” ucapnya.

Sebagai informasi, anggaran pembayaran tunjangan profesi guru madrasah pada tahun 2017, menurut Isom hampir mencapai lebih dari Rp15 triliun, terdiri dari Rp9.9 triliun untuk tunjangan profesi guru PNS dan Rp4.8 triliun untuk tunjangan profesi guru Non PNS. Jumlahnya lebih dari 50% anggaran Belanja Pegawai Kementerian Agama, baik PNS maupun Non PNS.

Jumlah tunjangan profesi untuk 2017 itu juga mencapai lebih dari setengah anggaran belanja pegawai Kemenag. “Untuk anggaran pembayaran tunjangan profesi guru tahun 2017, sudah kita alokasikan. Jadi saya harap tidak ada lagi perubahan atau halangan lain yang memperhambat dalam pencairannya,” tandasnya. (njs/kemenag/dbs)


Back to Top