Pameran Mall to Mall Palembang Rangsang Pertumbuhan Ekspor Busana Muslim

gomuslim.co.id – Pameran mall to mall menyambangi Kota Palembang. Puluhan stand ada di pameran mall to mall yang digelar di Atrium Palembang Icon. Pameran ini diselengarakan mulai tanggal 3 hingga 7 November 2016. Pameran mall to mall ini dengan tematik Fashion Hijab dan Accessories. Beragam pakaian hijab dan aksesoris ada di pameran ini. Selain itu terdapat juga tas, sandal dan lain-lain. Tidak hanya itu beragam acara akan diadakan seperti fashion show, demo produk, tutorial hijab, talk show dan meet and greet serta hiburan-hiburan lainnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Mukti Sulaiman bersama Ketua TP-PKK Provinsi Sumsel Hj. Eliza Alex dan Sekretaris Jenderal Kementrian Perindustian dan Perdagangan RI  Srie Agustina SE, MM secara resmi membuka pameran Mall to Mall 2016, Tematik Fashion Hijab dan Accessoris di Atrium Palembang Icon Mall, Kamis (3/11).

Pameran Fashion Hijab dan Accessoris ini menampilkan berbagai fashion muslim hasil karya dari puluhan pelaku usaha yang bergerak di fashion muslim. Kegiatan ini merupakan kerjasama dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Kementrian Perindustrian dan Perdagangan RI.

Mukti menuturkan pameran Mall to Mall 2016 merupakan ajang untuk  menghasilkan karya dan menampilkan para desainer yang kreatif khususnya busana muslim, hijab dan accessoriesnya. Desainer yang kreatif dan karya-karyanya dapat membuat industri fashion semakin maju.

“Kegiatan ini adalah ajang uji daya saing industri tematik fashion dalam  melestarikan corak dan ciri khas daerah dan dapat membangkitkan fanatisme dan kecintaan warga dalam mengenakan busana muslim bermotif daerah asalnya,” ujar Mukti Sulaiman.

Lebih lanjut diungkapkan Mukti Sulaiman, kegiatan ini sebagai wujud untuk menjadikan mode sebagai industri sejati yang kapabel menembus pasar. Di dalamnya, kata Mukti Sulaiman terjadi sinergi antara para desainer untuk membuktikan kreativitas, para media yang mewartakannya, serta para buyers yang akan menimbang apakah karya-karya yang ditampilkan memiliki potensi untuk menarik hati konsumennya.

“Saya berharap Pameran Mall to Mall bukan hanya dilihat sebagai sebuah pertunjukkan yang dinikmati banyak orang, tetapi merupakan sarana marketing yang luar biasa dan dinilai bisa menjadi penggerak fashion lokal,” pungkasnya.

Senada dengan Mukti, Sekeretaris Jendral (Sekjen) Kementrian Perdagangan RI Srie Agustina yang turut hadir dalam kegiatan ini mengatakan, Indonesia memiliki peluang yang besar untuk merajai ekspor untuk segmen bisnis busana muslim. Srie menuturkan, Indonesia sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim merupakan pangsa pasar yang sangat potensial bagi industri busana muslim, hijab dan accessoriesnya baik produk lokal maupun impor.

Dikatakan, untuk tahun 2015 kemarin saja ekspor pakaian muslim mencapai angka 4,57 Miliar USD. Tak hanya itu,  terhitung sejak Januari hingga April 2016 ini saja, pihaknya telah mencatat ekspor sektor ini di angka 1,47 Miliar USD.

"Angka ini jika dianalogikan sudah ada kenaikan. Kalau dihitung-hitung sudah melampaui angka 4,57 Miliar USD. Semoga saja hingga akhir tahun nanti bisa membukukan angka ekspor yang lebih besar dibandingkan tahun lalu," harapnya.

Namun, papar Srie, kurangnya animo masyarakat dapat mengancam kelestarian tenun daerah. Inilah yang menjadi tugas bagi para desainer lokal, untuk bekerja keras melestarikan budaya yang telah diwariskan leluhur.

“Tema Fashion Hijab dan Accessoris ini diambil karna kita ingin membangun suatu fashion khas indonesia yang saat ini mulai diminati oleh berbagai negara di belahan Barat, saat ini ada 2500 pelaku usahanya bergerak di Fashion Muslim, tentu ini menjadi potensi yang sangat baik,” ungkapnya.

Lanjut Srie, para pelaku usaha yang bergerak di bisnis fashion (garmen) ini tercatat ada 750 ribu orang, dimana 30 persennya adalah pelaku usaha fashion muslim.

"Jadi 250 ribu orangnya adalah pakaian muslim. Dengan negara tujuan ekspornya seperti Amerika, Jepang, Korea Selatan, Brunei dan beberapa negara lainnya. Saat ini kita akui, sektor pakaian muslim kita masih bersaing dengan Malaysia" ujarnya.

Namun, masyarakat Indonesia terlebih khususnya untuk wilayah Sumsel harus tetap optimis dengan peluang yang ada. Apalagi, kata Srie, Palembang saat ini sudah menjadi salah satu pusat perdagangan nasional.

"Sumsel ini punya potensi besar, lihat saja untuk kain-kain tenunnya yang tak kalah saing, ada jumputan songket dan masih banyak lagi, masyarakat kalangan bawah pun bisa memilikinya. Bahkan, kulinernya pun seperti pempek per hari bisa satu ton diekspor" tuturnya. (ari/dbs)

 


Back to Top