Perkuat Ekonomi Islam, Pemkot Padang Dukung Bank Nagari Beralih ke Sistem Syariah

gomuslim.co.id- Selama ini, Kota Padang telah berkembang menjadi kota perdagangan dan tujuan wisata dengan kekayaan alam serta kekayaan seni budaya. Dengan potensi itu, Padang berpotensi untuk pengembangan perbankan syariah. Melihat peluang tersebut,  pemerintah Kota Padang mendorong perbankan daerah milik pemda, PT BPD Sumatra Barat atau Bank Nagari beralih menjadi bank syariah guna meningkatkan penetrasi keuangan syariah di daerah itu.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mengatakan sebagai kuasa pemegang saham Bank Nagari dari Pemkot Padang, pihaknya mendorong BUMD tersebut beralih dari bisnis konvensional ke syariah. “Idealnya diubah menjadi syariah, karena pasarnya sudah sangat jelas. Potensinya sangat besar sekali di Sumbar yang memang akrab dengan syariah,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Mahyeldi mengungkapkan pihaknya sudah mengajukan usulan tersebut dalam RUPS dan sebagian besar pemegang saham setuju dengan opsi mengubah dari bank konvensial menjadi syariah atau membentuk dua bank dengan spin off unit syariah. “Pengajuan rencana pemisahan ini sudah kami lakukan. Tinggal menunggu respon dari beberapa pihak terkait,” katanya.

Selain itu, dia menyebutkan kebijakan pemerintah yang mengembangkan sektor syariah, termasuk pariwisata halal yang menjadi jualan utama, perlu disinergikan dengan keberadaan sektor keuangan yang syariah pula. “Ini perlu, karena daerah juga mengembangkan sektor yang berkaitan dengan syariah, pariwisata misalnya. Bahkan kita mewakili Indonesia dalam ajang pariwisata halal dunia,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Nagari Suryadi Asmi menuturkan manajemen tengah menyiapkan roadmap pengembangan bank milik pemda Sumatra Barat itu, dengan opsi spin off unit syariah atau mengubah model bisnis menjadi bank syariah. “Keduanya memungkinan dilakukan, tergantung pemegang saham. Kalau unit syariah, OJK sudah wanti-wanti harus misah dari induknya paling lambat 2023,” katanya.

Meski begitu, Suryadi menegaskan keputusan spin off unit syariah atau mengubah perseroan menjadi bank syariah tergantung kebijakan pemegang saham. Manajemen hanya mengkaji potensi kedua pilihan untuk pengembangan bank di masa depan.

Adapun, untuk memisahkan diri dari bank induk, OJK mematok UUS harus memiliki modal minimal Rp500 miliar. Adapun mengenai modal unit syariah Bank Nagari baru berkisar Rp100 miliar lebih, sehingga masih dibutuhkan waktu lama untuk spin off, kecuali pemegang saham bersedia mengucurkan tambahan modal dalam jumlah besar.

Suryadi mengungkapkan perseroan tengah mengupayakan tambahan modal dari pemegang saham untuk menguatkan permodalan bank termasuk unit syariah dengan kebutuhan Rp400 miliar tahun ini. “Target kami pemegang saham bisa salurkan minimal 80% dari total kebutuhan dana RP400 miliar. Tahun lalu realiasisanya 75%,” katanya.

Direktur Pemasaran dan Syariah Bank Nagari Indra Wediana memaparkan kinerja UUS Bank Nagari tahun lalu mencatatkan pertumbuhan di kisaran 13% dengan peningkatan aset menjadi Rp1,30 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,15 triliun.

Kinerja pembiayaan hanya tumbuh 7,5%, dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh  20% dengan pertumbuhan laba mencapai 30% atau berkisar Rp60 miliar. Rasio pembiayaan bermasalah UUS hanya sebesar 1,2%. “Kinerja syariah cukup menjanjikan walaupun sedikit tidak optimal tahun lalu, karena tekanan ekonomi. Perkiraan kami ke depan akan lebih bagus,” katanya.

Sebelumnya, Komisaris Utama Bank Nagari Efa Yonnedi juga mengatakan manajemen tengah mengkaji sejumlah opsi untuk pengembangan bank milik pemda tersebut. Opsi yang dimiliki adalah mengubah model bisnis Bank Nagari dari model konvensional menjadi bank syariah, atau melakukan spin off unit usaha syariah menjadi bank syariah yang berdiri sendiri.

“Manajemen masih melakukan pengkajian, hasilnya nanti dilaporkan ke pemegang saham. Mereka yang tentukan apakah akan mengubah model bisnis, atau spin off. Prosesnya memang begitu, jadi kami hanya mengkaji dan mengupayakan belum menentukan,” ujarnya.

Adapun, sejumlah BPD di Tahan Air sudah mengubah bisnis menjadi syariah. Beberapa BPD tersebut seperti Bank Aceh, dan Bank NTB yang tengah menyiapkan diri menjadi bank syariah. “Bank Aceh dan Bank NTB sudah terlebihdahulu menyiapkan hal ini. Tentu sejalan dengan rencana menjadikan wilayahnya menjadi destinasi wisata halal dunia yang saat ini tengah menjadi primadona,” ungkapnya. (njs/dbs) 


Back to Top