Dari Tokyo Sampai Kyoto, Inilah Serba-Serbi Pariwisata Halal di Negeri Sakura

gomuslim.co.id- Beberapa tahun terakhir ini, Jepang semakin serius meningkatkan destinasi wisata halal.  Salah satunya adalah di Kyoto yang menjadi ibu kota kuno Jepang selama lebih dari 1000 tahun. Kekayaan sejarah, tradisi, seni, kerjainan, serta praktik budaya masih terus dilestarikan hingga saat ini. Kyoto yang diberkahi kecantikan alamnya menjadikan wajah dan warna Kyoto bisa berubah-ubah mengikuti musim. Bukan hanya itu, Kyoto juga menjadi tempat 17 situs warisan dunia UNESCO. Tidak heran, jika Kyoto lantas menjadi destinasi wisata yang terkenal seantero dunia.
 
Berbagai wisatawan mancanegara berdatangan ke Kyoto, terkecuali dari negara-negara muslim di dunia. Seperti yang dilansir dari Khaleej Times, jumlah wisatawan dari kawasan Timur Tengah meningkat 37 persen pada tahun 2015 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menjadi cambuk bagi negeri bunga sakura ini memoles diri untuk meningkatkan wisatawan muslim mancanegara.
 
Untuk merespon hal positif itu, berbagai tempat pariwisata, hiburan dan kuliner menggalakan konsep bernuansa halal. Salah satunya hotel dan penginapan di Kyoto yang mencoba memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim. Pada 2013, Hotel granvia Kyoto menjadi hotel pertama di Jepang bagian barat yang menawarkan makanan bersertifikat halal pertama. Hal ini diikuti oleh restoran Ukihashi yang mulai menyediakan halal pada April 2014.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, Hotel Granvia berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk Muslim. Di antaranya yakni memberikan tanda kiblat di setiap ruang kamar. Sajadah, Al Quran, dan mini bar bebas alkohol juga tersedia.
 
“Kami percaya produk halal berkualitas tinggi tidak hanya untuk Muslim, tetapi juga kepada seluruh tamu kami,” ujar Juru Bicara Hotel Granvia. Karenanya mulai musim semi 2017 mendatang, Hotel Granvia berencana melengkapi kamar tamu dengan peralatan mandi yang serba halal seperti shampo, sabun, conditioner, dan sabun wajah. 
 
Selain Kyoto yang menjadikan Hotel Granvia sebagai salah satu ikon hotel halal pertama di Jepang. Kota Nara menjadi destinasi utama di wilayah Kansai. Di kota ini terdapat restoran ramen halal yang bernama Nara-Machi Jinnyah yang diambil dari Bahasa Arab. Lokasinya berada di Nara Machi (Nara Town) salah satu wilayah popular untuk sightseeing di kota yang pernah menjadi ibukota Jepang.
 
 
 
Lalu ada kedai Ka Ta Ta Ta yang merupakan restoran Cina yang menyajikan menu halal di dekat Masjid Hiro di Rappongi Tokyo dan Minato-ku Tokyo yang berlokasi di Motoazabu restoran ini menyediakan menu-menu yang hanya menggunakan daging halal. 
 
Sebelumnya, Pemerintah Jepang mendukung penuh proyek destinasi wisata halal yang kian berkembang pesat beberapa tahun terakhir ini. Oleh karenanya beberapa waktu silam International Islamic Halal Organization (IIHO) resmi didirikan, ini adalah badan Sertifikasi Halal yang diakui IIHO Arab Saudi sebagai cabang organisasi di Jepang yang merupakan bagian dari liga muslim dunia. 
 
IIHO menjadi pemberi sumbangsih terkait produk halal di Jepang diantaranya adalah sertifikasi halal untuk makanan, minuman, kosmetik, food supplement, sertifikasi halal untuk hotel, restoran dan fasilitas jasa lain seperti konsultan, marketing support, rumah pemotong hewan dan daging, training untuk perusahaan pabrik, workshop, seminar, fasilitas pariwisata, laboratorium tes produk dan branding yang serba halal.
 
Tujuan utama Jepang ciptakan pelayanan halal maksimal adalah tidak lain untuk memberikan kenyamanan pada wisatawan muslim, hal ini juga menjadi latar belakang Jepang mempromosikan diri sebagai tuan rumah olimpiade 2020, sehingga menarik perhatian turis Muslim dari seluruh dunia. (nat/dbs)

Back to Top