OPQ 2016

Olimpiade Pecinta Quran Kupas Tuntas Soal Jodoh di Seminar Pra Nikah: 'Merajut Sakinah Menggapai Jannah'

gomuslim.co.id- Hari kedua perhelatan Olimpiade Pencinta Quran yang diselenggarakan oleh One Day One Juz (ODOJ) berlangsung meriah. Ratusan pengunjung tampak memadati arena bazar dan seminar. Satu hal yang tidak luput dari pantauan gomuslim adalah Seminar Pra Nikah bertajuk “Merajut Sakinah Menggapai Jannah” pada Ahad, (06/11) di Islamic Centre Bekasi.

Pada seminar tersebut, panitia menghadirkan Kang Abay selaku motivator muda sekaligus penyanyi lagu Jodoh Dunia Akhirat. Tak hanya itu, panitia juga menghadirkan pasangan artis Indonesia yaitu Dimas Seto dan Dini Aminarti. Acara yang dipandu oleh Bem Wijhanarko ini mampu memukau para pengunjung yang didominasi kaum akhwat.

Pada kesempatan tersebut, Kang Abay mengatakan persoalan jodoh merupakan persoalan penting bagi setiap manusia. Menurutnya, jodoh merupakan seseorang yang diyakini bersatu dalam ikatan pernikahan melalui ridha Allah SWT. “Meyakini itu lebih dari sekedar cinta. Dan menikah, itu tidak saja cukup hanya dengan cinta. Kita harus selalu melibatkan Allah dalam segala hal,” ujarnya.

Lebih lanjut, kang Abay menuturkan dalam mencari pasangan atau jodoh, harus masuk juga dalam proposal hidup. Hal ini, kata kang Abay, harus ada target yang akan dicapai dimasa yang akan datang disamping doa dan ikhtiar. “Kita harus tau arah hidup kita mau kemana. Jodoh memang kuasa Allah, tetapi kita juga harus memasang target yang jelas, kapan cita-cita itu direalisasikan,” tuturnya.

Selain itu, menurut motivator sekaligus penyanyi lagu-lagu Islami ini ada tiga hal yang harus dilakukan dalam menjemput jodoh. Pertama, mengikhlaskan segala sesuatu yang kurang menyenangkan di masa lampau. Kedua, menyibukan diri dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang positif, dan ketiga mendapat waktu yang tepat dari teman, komunitas atau sahabat-sahabat.

“Semuanya bisa dilakukan secara bertahap dan harus diperjuangkan. Saya hanya berpesan, jadilah manusia pembelajar yang selalu tunduk untuk memantaskan diri. Jadilah atlet Allah yang tangguh, tidak mudah galau, dan hatinya selalu berharap hanya kepada Dzat yang satu, Allah SWT,” pungkasnya.

Sementara itu, Dimas Seto dan Dini Aminarti berbagi kisah tentang perjalanan mereka menemukan jodoh serta berbagi tips dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Dimas mengaku kekuatan doa begitu besar dalam perjalanan hidupnya menemukan pendamping hidup.  

“Awalnya kami juga bertemu biasa saja sebagai teman. Dan saya selalu meniatkan untuk bersilaturrahim kepada setiap orang yang bertemu. Alhamdulillah, melalui pertemuan dan doa yang tidak terputus, saya akhirnya disatukan dengan dini melalui ikatan pernikahan,” ucapnya.

Di sisi lain, Dimas mengatakan sebelum memutuskan untuk menikah, ia sudah berdiskusi untuk menyamakan persepsi dan tujuan dari pernikahan. “Tanya pada diri sendiri dan diskusikan dengan pasangan, tujuan nikah itu untuk apa. Dan jika sudah mendapat jawaban, baru kita lanjutkan pada tahap selanjutnya. Kita semua tahu, nikah itu untuk beribadah, kalau di tengah jalan ada masalah atau apa pun, anggap saja itu bumbu-bumbu cinta dalam sebuah pernikahan,” lanjutnya.

Dimas juga mengatakan bahwa dirinya selalu ingin melakukan hal-hal baik yang bisa diikuti oleh semua orang. “Di akhirat kita semua akan dimintai pertanggungjawaban. Selama hidup ini saya selalu ingin memberikan contoh yang baik buat masyarakat, ingin diikuti hal-hal baiknya. Itu menjadi nilai ibadah bagi saya. Alhamdulillah semuanya telah Allah bukakan pintu-pintu kebaikan itu,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dini mengungkapkan, keputusannya untuk berhijab melalui proses yang panjang. Menurutnya, hidayah telah menuntunnya untuk berpakaian lebih islami. “Suami saya selalu mengatakan bahwa hidayah itu sesungguhnya ada disekitar kita. Ada di antara teman, sahabat dan keluarga yang kita sayangi. Ada banyak tanda-tandanya, tergantung kita melihatnya atau tidak,” katanya. (njs)


Back to Top