Islam Makin Dapat Tempat, Landmark di Negeri Paman Sam Ini Sediakan Ruang untuk Sholat Jumat

gomuslim.co.id– Agama Islam di Amerika Serikat semakin mendapatkan tempat. Hal ini terlihat dari mulai banyaknya tokoh dan public figure di negara Super Power tersebut yang beragama Islam. Bukan hanya itu, di Negeri Paman Sam tersebut juga terdapat banyak Masjid dan tempat untuk umat Muslim beribadah.

Salah satunya adalah Gedung Kongres Capitol Hill di Washington DC ternyata memiliki tempat khusus untuk shalat Jumat bagi warga Muslim. Hal ini tidak banyak diketahui orang, apalagi para turis Muslim yang mengunjungi ibukota Amerika Serikat tersebut.

Dilaporkan CNN (6/11), terdapat tempat shalat Jumat di gedung berkelir putih dan berkubah raksasa itu. Setidaknya, tidak perlu mencari Masjid yang letaknya jauh dari pusat kota. Namun, tidak ada tanda apa pun di gedung itu yang menunjukkan adanya pelaksanaan ibadah shalat. Kegiatan di Capitol Hill juga biasa saja, ramai dengan wisatawan yang melakukan tur di dalam bangunan berusia lebih dari 200 tahun itu.

Bagi Muslim yang ingin shalat Jumat, langsung saja masuk melalui pintu barat di gedung Kongres. Jemaah shalat akan diberi kode khusus yang ditempel di kertas nama oleh petugas keamanan. Setelah melalui pemeriksaan barang bawaan yang ketat, jemaah memasuki lorong yang kanan kirinya berdiri patung-patung pahlawan Amerika.

Di ujung lorong terdapat sebuah ruang besar yang berada tepat di bawah kubah raksasa Capitol Hill, yang dikenal dengan nama Great Rotunda. Di ruangan ini melingkar patung-patung presiden AS, termasuk juga dipamerkan naskah kemerdekaan Amerika. Tempat ini biasa ramai berkumpul para turis, yang masing-masing asyik mendengarkan pemandu bercerita.

Berbeloklah ke kiri, ada tangga terjal menuju kawasan bawah tanah. Di kawasan inilah terdapat sebuah ruangan besar berkarpet tempat shalat Jumat dilaksanakan. Sayangnya, belum tersedia tempat wudhu sehingga jemaah harus berjibaku mengangkat kaki di wastafel toilet.

Karena tidak adanya tanda akan adanya tempat sholat tadi, kebanyakan para umat Muslim yang melaksanakan Ibadah Sholat jumat di gedung tersebut adalah staf Capitol Hill dan beberapa orang warga setempat, serta anak-anak. Ibadah berlangsung khusyuk, tidak ada yang berbicara saat imam berkhotbah, sama seperti di Tanah Air.

Hussein Goal, salah satu staf Capitol Hill mengatakan jumlah jemaah shalat Jumat di tempat tersebut berkisar antara 80 hingga 200 orang. Menurut penuturannya, shalat Jumat di tempat ini telah berlangsung sejak tahun 1996. Izin diberikan setelah para staf Muslim memintanya kepada anggota Kongres.

"Ini adalah keindahan Amerika, kebebasan beragama. Staf Muslim tidak punya hari dalam sepekan untuk khusus ibadah, padahal shalat Jumat itu wajib. Lalu kami memutuskan berbicara dengan Ketua Kongres untuk meminta tempat," kata Goal.

Selain tidak perlu jauh-jauh mencari masjid, ada keuntungan lain shalat di tempat ini. Setelah beribadah, para jemaah bisa langsung berwisata di dalamnya.

Kembali dari ruang shalat, jemaah bebas menjelajahi gedung bersejarah itu, tapi di area umum untuk wilayah turis. Tidak perlu lagi antre panjang di pintu masuk bersama ratusan wisatawan lainnya. (ari/dbs)


Back to Top