Sukses di MTQ ke-15 Tingkat Universitas, Unsyiah Optimis Jadi Tuan Rumah MTQ Tingkat Nasional

gomuslim.co.id- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) sering digelar oleh banyak lembaga pendidikan. Kompetisi ini adalah membaca Alquran dengan Qira’at, yakni ilmu Alquran yang membahas perbedaan lafaz wahyu, baik dari segi menulisnya maupun membacanya. Lomba MTQ memiliki abang-cabang lomba beragam, antara lain: tilawah, tartil, fahmil, syarhil, dan khattil Qur’an. Bahkan belakangan ini ada tambahan cabang lomba lainnya seperti menulis isi kandungan Alquran, dan akan terus berkembang. 
 
Baru-baru ini, berlangsung selama tiga hari sejak (4/10), ajang Musabaqah Tilawatin Qur’an (MTQ) ke-15 tingkat Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) tahun 2016 resmi berakhir. Ajang MTQ bergengsi ini dimenangkan sebagai juara umum adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Sementara juara umum II diraih oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan juara umum III adalah Fakultas Hewan (FKH). Ada 11 cabang lomba yang diperlombakan, yaitu cabang Mushabaqah Tilawah Qur’an, Khaththil Qur’an, Tartilil Qur’an, Qiraat Sab’ah, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Alquran, Debat Ilmiah Alquran dalam Bahasa Arab, Desain Aplikasi Komputer Alquran, dan Hifzhil Qur’an.
 
“Hifzhil Qur’an dibagi tiga kategori, yaitu Hifzhil Qur’an 1 juz, Hifzhil Quran 5 juz, dan Hifzhil Qur’an 10 juz. Hampir semua cabang lomba dibagi atas regu putra dan putri,” ungkap Sekretaris Dewan Hakim MTQ Unsyiah Ustadz Zamakhsyari dalam keterangan tertulis, Ahad (6/11).
 
Selain itu, Wakil ReKtor III Bidang Alumni dan Kemahasiswaan Unsyiah, Alfiansyah Yulianur dalam pidato penutupannya berharap hasil dari lomba ini benar-benar maksimal. “Selamat kepada FMIPA yang berhasil meraih juara umum. Insya Allah Unsyiah akan terus menggalakkan kegiatan keagamaan sebagai sarana dakwah. Namun jangan lupa tahun depan Unsyiah akan menghadapi MTQ Mahasiswa Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya (UBM) dan Universitas Negeri Malang (UNM), “ ujar Alfiansyah.
 
Target tersebut tidak berlebihan, karena pada tahun 2015 lalu Unsyiah berhasil meraih juara II pada MTQ Mahasiswa Tingkat Nasional di Universitas Indonesia (UI) Jakarta.
 
“Rektor Unsyiah juga berpesan, setelah mengikuti lomba MTQ DI Malng nanti, kita harus mengajikan permohonan agar Unsyiah menjadi tuan rumah MTQ Mahasiswa Tingkat Nasional pada tahun 2019 mendatang,” ungkapnya.
 
Sistem Musabaqah dilaksanakan dalam dua babak, yaitu babak penyisihan dan babak final, kecuali cabang Musabaqah Fahmil Qur’an yang dilaksanakan dalam tiga babak (penyisihan, semi final dan final). Maqra’a atau soal musabaqah dibuat oleh Tim yang ditunjuk dan ditentukan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi yang terdiri dari unsur Perguruan Tinggi dan LPTQ Pusat. 
 
Adapun, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) adalah perguruan tinggi negeri tertua di Aceh yang berdiri pada tanggal 2 September 1961, universitas ini memiliki visi menjadi universitas yang inovatif, mandiri, dan terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora, olahraga dan seni seningga menghasilkan lulusan berkualitas yang menjunjung nilai-nilai moral dan etika. (nat/dbs)

Back to Top