OPQ 2016

Museum Bayt Alquran Istiqlal Ramaikan Ajang Olimpiade Pecinta Quran 2016

gomuslim.co.id- Ratusan pameran dan stand turut memeriahkan gelaran Olimpiade Pencinta Quran (OPQ) yang diselenggarakan One Day One Juz (ODOJ), Ahad (06/11) di Islamic Centre Kota Bekasi. Hasil pantauan gomuslim, ada salah satu stand yang menarik perhatian pengunjung dan memadati booth tersebut. Stand tersebut adalah Bayt Alquran.

Kepala Seksi Koleksi dan Pameran Bayt Alquran dan Museum Istiqlal Syaifudin mengatakan Bayt Alquran mempunyai koleksi khusus tentang Alquran baik dari sisi sejarah Alquran kuno yang ada di nusantara sampai Alquran cetak yang modern sekarang. “Ada juga kelompok koleksi seni Quran kontemporer dan juga tafsir Alquran dari berbagai macamnya,” ujarnya saat ditemui tim gomuslim.

Selanjutnya, Syaifudin menambahkan, Museum Istiqlal sendiri adalah koleksi keislaman secara spesifik pada seni dan budaya keislaman Indonesia secara umum. “Ada enam kelompok koleksi sejarah masjid kuno di nusantara di antaranya ada replika benda terkait masjid kuno, nisan peninggalan (kuburan) bersejarah yang salah satunya nisan replika peninggalan Fatimah binti Maimun (penyebar Islam di nusantara pada abad 11), ada pula tekstil yang bernuansa Islam, kaligrafi, dan manuskrip buku zaman dahulu yang mulai abad 17,” jelasnya.

Kedua lembaga ini merupakan sebuah lembaga yang ada di bawah lajnah pentashihan mushaf Alquran. Salah satu UPT yang ada di bawah badan litbang dan diklat Kemenag RI. “Nama Istiqlal ini diambil dari nama festival istiqlal yang diadakan pada tahun 1991 dan 1995. Dua festival ini menghasilkan berbagai macam koleksi kemudian dirumahkan dalam museum Istiqlal itu. Terkumpul daei 27 provinsi di Indonesia,” paparnya.

Lebih lanjut, Syaifudin menuturkan, pihaknya mengadakan sebuah kuis supaya menarik perhatian para pengujung yang datang ke OPQ supaya masyarakat lebih cinta dan termotivasi membaca menghafal Alquran. Adapun mengenai bentuknya, pengunjung akan diminta untuk membacakan sedikitnya satu lembar Alquran atau murojaah dari hafalan surat pendeknya dari Alquran.

“Ini merupakan salah satu kegiatan sosialisasi kita karena lembaga ini berada di bawah lajnah pentashihan Alquran yang punya tugas pokok mengawal kesucian dan pemahaman masyarakat terhadap Alquran. Bayt Alquran punya visi meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Alquran. Dari visi misi ini kita kemas dalam acara pameran kali ini,” tuturnya.

Syaifudin mengungkapkan, melalui momen-momen seperti OPQ ini, pihaknya akan membagikan dooprize berupa produk penerbitan buku tafsir tematik, ilmi dan DVD secara cuma-cuma kepada masyarakat yang mengikuti kuis. “Dari tadi pagi sampai sekarang lebih dari 50 orang yang ikut kuis. Tadi ada juga ibu-ibu majelis taklim yang mencoba ikut kuis ini. Tesnya mudah, hanya membaca atau menghafal alquran. Tadi juga banyak yang hafal surat arrohman,” ujarnya.

“Makanya kita bikin acara ini sekaligus sosialisasi produk-produk lajnah. Selain mengontrol tashih alquran supaya tidak terjadi kesalahan teks atau terjemahan, kita juga menerbitkan buku-buku terkait dengan alquran (tafsir) setiap tahun,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pamerannya sendiri, Bayt Alquran menampilkan sejarah Alquran yang kita sajikan dari hasil riset penelitian teman-teman lajnah. “Sejarah mulai dari masa nabi ditulis seperti apa, kaligrafinya, tanda baca, media tulisnya, dan segala macamnya dan runtut sampai nusantara. Walau secara sekilas, paling tidak memberikan pemahaman terhadap masyarakat kalau perjalanan alquran dari waktu ke waktu secara garis besar,” katanya.

Syaifudin menambahkan, tafsir tematik produk Bayt Quran sekarang sudah ada 26 jilid. Menyusun tafsir tersebut berdasarkan tema-tema penting yang ada di masyarakat. “Misalnya tema tentang keluarga harmonis, kita bikin satu buku khusus yang membahas tentang itu atau tema jihad. Ya bahasa arabnya tafsir maudu’i,” ucapnya.

Di sisi lain, ia menjelaskan tafsir ilmi ini karya penting dari Kemenag karena bentuk hasil kerjasama antara tim kemenag para prof di bidang tafsir, ilmu pengetahuan yang diwakili oleh LIPI, UI dan lain sebagainya. “Mereka duduk bersama menyusun karya tafsir ilmi,” ujarnya.

“Yang ditafsirkan itu ayat-ayat yang membahas tentang fenomena alam dan ilmu pengetahuan. Ada tentang penciptaan jagat raya. Dijelaskan secara tafsirnya. Kemudian para ilmuan menjelaskan secara teorinya ilmu pengetahuan. Jadi menggabungkan petunjuk Alquran dengan petunjuk ilmu pengetahuan. Karena sering menemukan hal-hal baru, ternyata wahyu yang diturunkan ratusan tahun lalu dengan penemuan saat itu berjalan sinergis tidak ada pertentangan di dalamnya,” paparnya.

Terakhir, Syaifudin mengatakan dalam satu DVD yang telah dibagikannya itu sudah mencakup semua 26 jilid tematik dan 16 tafsir ilmi. “Ini boleh disebar dan dicopy secara gratis buat masyarakat. Sebagian besar datanya sudah diupload melalui website lajnah.kemenag.go.id,” tandasnya. (njs)     


Back to Top