Makin Serius Bidik Konsumen Muslim, Singapura Segera Bentuk Asosiasi Bisnis Online Produk Halal

gomuslim.co.id- Produk halal yang semakin berkembang saat ini menjadi rnah baru bagi para oengusaha untuk melebarkan sayap bisnis mereka. Salah satunya terjadi di negara Singapura. Baru-baru ini, para pengusaha Singapura tertarik untuk memanfaatkan pasar produk halal. Sebagai negara non Islam terbaik untuk menjamu para wisatawan muslim, Singapura berupaya untuk asosiasi bisnis elektronik halal atau bisnis online.

Menurut laporan Pew Research Center di Amerika, Islam adalah agama tercepat yang sedang berkembang di dunia dan diprediksikan populasi muslim dunia sampai tahun 2050 mendatang dari satu miliar enam ratus juta sekarang ini akan bertambah mencapai 2 miliar tujupuluh enam juta orang.

Karena itu, untuk sektor bisnis, perkembangan populasi berarti kesempatan memanfaatkan sebuah pasar menguntungkan. Barang-barang yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan sekuler tidak diminati banyak kaum muslim dikarenakan tidak sesuai dengan undang-undang agama, dan membutuhkan adanya sebuah merek yang mengindahkan undang-undang dalam produksi-produksi tersebut.

Baru-baru ini, di sebagian negara Islam seperti Malaysia dan Indonesia, para pengusaha sedang memanfaatkan gelombang bisnis elektronik guna memasarkan produk-produk halal dalam dunia internet, semisal startup pemasokan busana-busana muslim asal Indonesia HijUp dan juga pasar produksi Halal eHalal.com.

Singapura juga termasuk salah satu negara yang tertarik untuk memanfaatkan pasar bisnis online produk halal ini. Meski sebuah negara non Islam, namun banyak sekali kaum muslim tinggal di negara ini, yaitu 15% populasinya adalah muslim.

Demikian juga negara tersebut adalah sebuah pulau kecil Asia Tenggara yang hanya bertetanggaan dengan Malaysia dan Indonesia. Publikasi Iqna menyebutkan para pengusaha negara ini juga berupaya merubahnya menjadi asosiasi produk-produk halal, di mana contoh dari upaya ini adalah peluncuran toko online produk halal AladdinStreet.

Negara-negara seperti China dan Jepang juga melihat negara Singapura sebagai panutan untuk pemanfaatan sukses pasar halal dengan tanpa gangguan dalam kebudayaan sosial dan ekonomi. Bisnis elektronik juga dengan melihat difusi pemakai produk halal, maka berubah menjadi salah satu area bisnis yang menguntungkan.

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Singapura Tharman Shanmugaratnam mengumumkan dimulainya sebuah hub untuk menempatkan perusahaan lokal ke dalam pasar makanan halal global.

Berbicara pada acara gala dinner amal yang diadakan oleh Singapore Malay Chamber of Commerce dan Industri (SMCCI) untuk merayakan ulang tahun ke-60, Shanmugaratnam mengatakan hub akan memungkinkan perusahaan untuk berbagi sumber daya untuk pengembangan produk, produksi, dan distribusi.

Di sisi lain, Mohammed Saleh Badri, Sekretaris Jenderal Forum Akreditasi Halal Internasional (IHAF) mencatat bahwa sektor makanan halal berkembang pada kecepatan yang luar biasa. Menurut sebuah laporan oleh Thomson Reuters, Negara Ekonomi Global Islamic Report 2016-2017, umat Islam secara global telah menghabiskan USD 117 triliun pada makanan dan minuman pada tahun 2015.

Angka ini merupakan 17 persen dari pengeluaran pasar global $ 7 triliun. Sedangkan belanja Muslim pada makanan dan minuman diperkirakan akan mencapai $ 190 triliun pada 2021, Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 9 persen dari tahun 2015, laporan perkiraan lanjut. (fau/dbs)

Baca juga:

Aladdin Street Bantu UKM Digitalisasi Pemasaran Produk Halal


Back to Top