Produk Makanan Halal di UEA Makin Naik Daun di Pasar Global

gomuslim.co.id- Industri produk makanan halal tengah naik daun, dan hal ini yang coba dimanfaatkan oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Dengan total belanja untuk sektor riil pada tahun lalu mencapai 1,9 triliun dolar Amerika Serikat dan aset sektor keuangan Islam mencapai 2 triliun dolar Amerika Serikat, industri halal dari produk makanan dan minuman halal memiliki potensi yang sangat besar.

Apalagi belum lama ini IHAF menyatakan  pentingnya menyatukan standarisasi untuk industri halal global antara para pemangku kepentingan utama yang telah harus berurusan dengan perbedaan standar halal untuk waktu yang lama di masa lalu.

Berkaca dari hal ini, penjualan makanan di Uni Emirate Arab (UEA) juga diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 7,3 persen antara tahun 2015 dan 2020, menurut laporan terbaru BMI untuk Dubai World Trade Centre (DWTC) dan dirilis bersamaan dengan pembukaan event tahunan trio food spesialis show, yang berlangsung hingga hari Rabu, (09/10).

Selain menggarisbawahi posisi negara sebagai pasar makanan terbesar kedua GCC, laporan dari BMI ini juga memberikan sebuah dorongan lebih lanjut untuk relevansi dari event trio DWTC setelah kegiatan ini selesai.

Untuk diketahui, trio event ini adalah The Speciality Food Festival, Yummex Middle East and SEAFEX yang menjadi tiga investasi dan sumber platform strategis untuk industri ritel makanan dan perhotelan di negara timur tengah ini.

Trio event ini sendiri dihadiri oleh lebih dari 700 pemasok makanan lokal, pemasok makanan regional dan internasional dari lebih dari 60 negara menampilkan ribuan produk makanan spesialis di depan pengunjung yang diperkirakan sebanyak 15.000 pembeli internasional di event spesialis makanan pada pekan ini.

Seperti dilansir dari publikasi Khaleej Times (7/11), laporan dari BMI tersebut juga mengutip peningkatan permintaan domestik untuk gourmet khusus, makanan laut dan makanan manis sebagai penggerak utama pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

 

Permintaan domestik di Uni Emirates Arab yang tinggi untuk produk makanan juga tercermin dalam 10 persen pertumbuhan di tiga acara tadi, menurut Trixie LohMirmand, Senior Vice President, Pameran & Events Manajemen, DWTC.

"Kegiatan makanan yang sudah dikenal masyarakat ini jadi sebuah wadah bagi kami dan telah menghasilkan dua digit pertumbuhan tahun-ke-tahun dalam hal ruangan eksibisi dan partisipasi Jumlah peserta tahun ini," kata Loh Mirmand.

Tambah Loh Mirmand, pertumbuhan ini menyoroti pentingnya strategis yang pemasok pangan global menempatkan di UEA baik sebagai menguntungkan pasar penjualan dan re-ekspor hub untuk wilayah yang lebih luas.

Untuk Speciality Food Festival diperkirakan akan menjaring lebih dari 200 peserta yang berasal lebih dari 50 negara, termasuk paviliun negara baru dan portofolio internasional seperti pembeli, pemasok, produsen, importir dan eksportir gourmet, produk halal dan organik.

Sedangkan Seafex 2016 akan menampilkan lebih dari 145 peserta pameran yang berasal dari 25 negara lebih. Acara tahun ini tersebar di lokasi dengan luas 4.500 meter persegi atau 12,5 persen lebih besar dari pada tahun lalu. Event ini juga dihadiri oleh peserta pameran baru yang berasal dari Inggris, Norwegia, Amerika Serikat, UEA dan Vietnam.

Sementara event Yummex Middle East diharapkan akan meningkatkan penjualan gula di pasar UEA. Pasalnya, sektor pangan UEA juga diperkirakan akan mengalami pertumbuhan dalam hal penjualan cokelat dan permen dengan target tumbuh sebesar 6,2 persen secara  Compound Annual Growth Rate (CAGR) pada tahun 2020 dan penjualan kapita meningkat dengan rata-rata tahunan sebesar 4,7 persen pada periode yang sama. (ari/dbs)


Back to Top