Sebarkan Semangat Belajar Alquran, Kini Lomba MTQ Rambah Peserta Tingkat Lansia

gomuslim.co.id- Lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) biasa digelar sebagai ajang unjuk kebolehan dalam membaca Alquranan yang memiliki cabang-cabang lomba, seperti tilawah, tartil, fahmil, syarhil, dan khattil (Qur’an). Jika pada umumnya kegiatan MTQ diikuti oleh kalangan anak-anak dan remaja, berbeda dengan Baitul Maat Hidayatullah (BMH) Jawa Timur yang menyelenggarakan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an MTQ tingkat lansia, yang diikuti oleh para orangtua  usia 40 tahun ke atas. 
 
Kegiatan yang diikuti oleh hampir 30 ibu-ibu tersebut bertujuan untuk memberikan penilaian sekaligus penghargaan kepada para peserta lansia untuk mengukur sejauh mana tingkat membaca Alquran secara tartil mereka. 
 
Sebelumnya dai-dai dari BMH sudah rutin memberikan materi seminggu sekali untuk pembelajaran Tartil Alquran kepada jemaah ibu-ibu tersebut. 
 
“Alhamdulillah acara terlaksana dengan sukses, seluruh peserta merasa senang dan semangat dengan kegiatan semacam ini,” ujar panitia MTQ Tingkat Lansia usai memberikan hadiah pekan lalu bertempat di aula kantor Kemenag Kabupaten Trenggalek dalam siaran persnya.
 
Panitia berharap agar kegiatan ini dapat memberikan motivasi kepada masyarakat luas agar mencintai Alquran. “Semoga dengan adanya kegiatan semacam ini bisa memberikan motivasi kepada masyarakat untuk senantiasa cinta terhadap Alquran dengan membaca dan mentadaburinya juga,” tutup panitia BMH Jatim.
 
Selain Baitul Maat Hidayatullah (BMH) Jawa Timur, lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)Tingkat Lansia juga pernah dilakukan hal serupa oleh Remaja Masjid Baiturrahmi Jorong Sungai Langsat, Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya, dan Kemenag Kota Padangsidimpuan beberapa waktu silam, bahkan pada saat lomba MTQ Tingkat Lansia di Kemenag Kota Padangsidimpuan, ada Pemecahan Rekor MURI dengan kategori terbanyak mengkhatamkan Alquran 39 kali dalam setahun. 
 
Pesertanya juga para lansia di daerah masing-masing dengan kategori usia 40 tahun ke atas, karena MTQ bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan para orangtua dalam membaca Alquran.
 
“Karena kita berharap kepada orang tua agar mereka bisa membaca Al-Qur’an sebelum anak-anak mereka juga bias membaca Al-Qur’an. Jadi orangtuanya harus bisa membaca Alquran terlebih dahulu, setelah itu baru anak-anak mereka,” kata Romi Arif selaku panitia acara di Kemenag Kota Padangsidimpuan.
 
Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan dapat dijadikan contoh oleh daerah lainnya. Jika terlaksana dengan baik, kegiatan ini dapat mewujudkan masyarakat yang agamis, maju, sehat, dan sejahtera. Hal ini patut dijadikan teladan, agar fadilah dan keutamaan membaca Alquran dalam kehidupan dapat diambil hikmahnya.
 
Kemampuan lansia dalam membaca Alquran tidak kalah hebatnya dengan anak-anak dan remaja, mereka patut diacungkan jempol karena juga memiliki ciri khas tersendiri dalam melantunkan ayat-ayat Quran dengan baik secara mujawwad, yaitu bacaan Alquran yang mengandung nilai ilmu membaca (tajwid), seni (lagu dan suara), dan etika (adab) membacanya. (nat/dbs)
 

Back to Top