Tampil Berbeda di Event ke-16, Begini Persiapan Gelaran Islamic Book Fair 2017

gomuslim.co.id- Islamic Book Fair (IBF) 2017 akan resmi diluncurkan pada Hari ini, Rabu (09/11) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Sementara penyelenggaraan IBF 2017 sendiri akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) padatanggal 3 sampai 7 Mei 2017 mendatang. 

Sekretaris Panitia IBF 2017 Mappa Tutu mengatakan grand launching IBF 2017 dimaksudkan untuk menjelaskan kepada publik, terutama calon peserta dan pengunjung IBF bahwa Pameran Buku Islam tetap digelar sebagaimana biasa seperti tahun-tahun sebelumnya. “Tahun 2017 ini merupakan penyelenggaraan IBF yang ke-16,” ujar Mappa, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Mappa mengatakan dengan launching ini pula diharapkan peserta IBF khususnya, bisa mempersiapkan diri sejak awal, sehingga pada saat pelaksanaan nanti berjalan optimal. “Tahun 2016 lalu, jumlah peserta mencapai 448 unit. Tahun 2017 diperkirakan sekitar 488 peserta,”  ujarnya.

Dari 448 peserta itu, terdiri atas peserta dari penerbit buku dan peserta non-buku, seperti makanan, minuman, pakaian muslim, elektronik, perlengkapan ibadah, media massa, dan lain sebagainya. “Ada juga peserta dari perbankan atau asuransi,” papar Mappa yang juga sekretaris Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta.

Nantinya, dalam grand launching ini, kata dia, para peserta akan mengambil atau memiliki stan yang diinginkannya. Sehingga, lanjut Mappa, dari jauh hari para peserta sudah mengetahui lokasi stan mereka di JCC nanti.

Tiket

Untuk IBF 2017 sendiri, panitia memberlakukan tiket masuk bagi setiap pengunjung. “Besarnya Rp 5.000 per orang,” ujarnya. Untuk para siswa/pelajar/santri nantinya akan diberikan diskon, baik untuk pembelian buku maupun tiket masuk.

Menurut Mappa, dalam setiap penyelenggaraan IBF para siswa/pelajar/santri banyak yang hadir dan mengunjungi Islamic Book Fair (IBF). “Mereka bahkan sudah mengagendakan setiap tahun untuk hadir di IBF,” katanya.

Tahun 2017, panitia menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah, seperti Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), sejumlah pesantren, perguruan tinggi, dan lainnya. “Momentum IBF menjadi kesempatan bagi para belajar untuk mendapatkan buku-buku berkualitas dengan harga yang lebih murah dibandingkan di toko buku,” kata Mappa.

Ketua Bidang Publikasi dan Promosi IBF, Dedi Esmardi mengatakan, untuk menyemarakkan penyelenggaraan Islamic Book Fair, pihaknya menggandeng sejumlah media massa, baik cetak, elektronik, maupun online, serta televisi. “Semakin banyak akan semakin baik, agar tujuan dari penyelenggaraan IBF dan tema besar yang diusung panitia, yakni Membangun Peradaban Melalui Literasi Islam,” ujar Dedi.

Untuk diketahui, perhelatan ini akan digelar untuk yang ke-16 kalinya  dengan rata-rata pengunjung 400 ribu orang tiap gelaran. Untuk IBF ke-16 ini menjanjikan tampilan yang berbeda.

Ketua Bidang Promosi dan Publikasi IBF ke-16, Dedi S Mardi menjelaskan tema yang akan diusung pada IBF ke 16 pada 2017 adalah 'Membangun Peradaban Melalui Literasi Islam'. Sebab kata Dedi, bila umat cinta buku akan tumbuh generasi unggul.

Sementara itu, disinggung mengenai venue acara yang berada di JCC, Dedi mengatakan bahwa keinginan untuk menggelar kegiatan ini di JCC sudah ada sejak lama. "Keinginan itu sudah ada sejak lama. Dengan pindah ke JCC, kami harap antusiasme peserta pameran dan pengunjung tetap tinggi," ungkap Dedi.

Kepindahan di JCC juga dikarenakan ketidakcukupan Istora Senayan-lokasi IBF di tahun-tahun sebelumnya-untuk menampung pengunjung yang hadir. Dengan pengunjung rata-rata 400 ribu orang dalam sekali gelaran IBF selama 10 hari, gelaran ini berhasil mengalahkan gelaran sekelas Frankfurt Book Fair di Jerman yang dihadiri sekitar 270 ribu orang. (ari/dbs)


Back to Top