Kemenag Beri Layanan Gratis Pengukuran Arah Kiblat, Begini Cara Daftarnya

gomuslim.co.id- Penentuan arah kiblat yang benar dilakukan dengan berbagai cara oleh para pengurus Masjid di beberapa daerah Indonesia. Untuk mempermudah akses penentuan arah kiblat shalat tersebut, baru-baru ini Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia melalui Ditjen Bimas Islam memberikan layanan gratis pengukuran arah kiblat masjid dan mushalla.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syaraih (Urais-Binsyar) M Thambrin dalam rilis resminya mengatakan Kemenag memberikan layanan gratis dan mudah dalam mengukur arah kiblat masjid yang ada, sembari menambahkan bahwa layanan ini untuk memberikan kenyamanan umat dalam beribadah.

Menurut Thambrin, untuk mendapatkan layanan pengukuran arah kiblat, pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) cukup mengajukan surat kepada Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama. Surat tersebut bisa dikirim melalui Fax 021 31907309 atau Email pembinaansyariah@yahoo.com.

Berdasarkan surat tersebut, Bimas Islam akan menugaskan aparaturnya yang bekerja di bagian Subdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat. Setelah itu, Kemang akan menugaskan 2 sampai  4 orang pegawai, dan pengukuran juga harus disaksikan oleh pihak DKM yang mengusulkan surat pengukuran arah kiblat.

Pada kesempatan berbeda, Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Nurkhozin mengatakan layanan gratis pengukuran arah kiblat masjid ini sudah disosialisasikan sejak 2006. Dalam praktiknya, proses pengukuran arah kiblat sebaiknya dilakukan pada siang hari dan saat tidak hujan. Sebab, menurut Khozin, matahari membantu dalam menentukan azimut arah kiblat.

Setelah pengukuran, Kemenag mengeluarkan berita acara yang ditandatangani pihak DKM dan petugas pengukur arah kiblat. Setelah itu, dikeluarkan sertifikat yang ditandatangani oleh Direktur Urais-Binsyar Kemenag. Dasar pembuatan sertifikat adalah berita acara itu, tegas Nurkhozin.

Adapun, sampai saat ini, Kemenag telah mengukur arah kiblat sekitar 3000an masjid di seluruh Indonesia. Penentuan arah kiblat ini menjadi penting, karena menurut publikasi resmi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam untuk tempat sewilayah Indonesia yang arah kiblatnya kurang dari 20 derajat atau lebih dari 26 derajat (dihitung dari titik barat) maka shalatnya tidak menghadap ke arah Kabah di Makkah.

Menurut Sekjen Kementerian Agama H Bahrul Hayat, sekarang ini kemajuan zaman dan ilmu pengetahuan telah memberikan kemudahan kepada manusia untuk menentukan posisi yang tepat mengarah ke Kabah, misalnya dengan teknologi komputer dan satelit atau dengan yang paling sederhana, navigasi yang telah Allah SWT berikan sejak dahulu yaitu matahari, karena pada tanggal 27 atau 28 Mei jam 16:18 WIB, dan 15 atau 16 Juli jam 16:28 WIB posisi matahari tepat berada di atas Kabah, sehingga bayang-bayang benda dipermukaan bumi pada jam tersebut mengarah ke Kabah.

“Jika arah tersebut telah kita temukan, berdasarkan hasil ilmu pengetahuan dan teknologi, maka hasil tersebut merupakan ijtihad yang wajib dipergunakan. Kita perlu melihat data dan sistem yang dipakai serta siapa dan alat apakah yang dipergunakan dalam melakukan pengukuran arah kiblat tersebut sehingga hasil yang didapat benar-benar akurat, “ jelas Bahrul.

Menurut pengamatan Kementerian Agama, lanjut Bahrul, arah kiblat masjid-masjid yang tersebar di tengah masyarakat satu sama lain masih ada perbedaan-perbedaan arah kiblatnya. Perbedaan ini dapat mencapai nilai 20 derajat bahkan dapat lebih besar lagi.

Untuk itu, pelayanan gratis penentuan arah kiblat ini menjadi sebuah solusi bagi para pengurus masjid di daerah-daerah Indonesia dalam menentukan arah shalat yang benar. (fau/kemenag)


Back to Top