Kembangkan Wisata Ujung Genteng, Masyarakat Sukabumi Segera Miliki Masjid di Atas Laut

gomuslim.co.id- Rencana pembangunan masjid di atas laut menjadi perhatian masyarakat kabupaten Sukabumi. Bagaimana tidak, hadrinya masjid ini akan menjadi ikonik penting bagi pariwisata di daerah Sukabumi Selatan tepatnya di Kecamatan Ciracap. Saat ini, masyarakat dengan sabar menunggu pembangunan masjid wisata kebanggan warga tersebut.

Menurut informasi, rencananya pembangunan masjid sendiri akan didirikan di sebelah barat dermaga peninggalan Belanda yang ada di Desa Ujung Genteng Kecamatan Ciracap. Bangunannya didesain berdiri 30 meter menjorok ke arah laut dengan arsitektur yang  menonjolkan tema pesisir. 

Bangunan masjid akan didesain memiliki  ketinggian lantai tiga meter di atas permukaan ombak, dan berbentuk seperti penyu. Desain tersebut menjadi arsitektur yang khas mengingat persis di pinggir pantai laut. Lokasi pembangunan masjid itu juga dinilai tidak ada ombak besar yang menjadi kendala.

Ketua SC pengusul pembangunan masjid wisata Ujung Genteng, Henda Peribadi mengatakan, pihaknya menginginkan masjid tersebut akan bermanfaat bagi pengunjung dan memberikan dampat positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat. “Detilnya, kami masih mengacu pada ahli, tepatnya seperti apa. Bagi kami, kami  tidak terlalu fokus mengenai bentuk dan struktur masjid, tetapi yang penting bagaimana masjid terwujud,” ujarnya. 

Lebih lanjut Henda menuturkan, secara teknis, pembangunan masjid di titik tersebut tidak memerlukan pertimbangan Amdal, melainkan hanya UPL–UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup). “Teknisnya pembangunan masjid ini tidak merusak lingkungan sekitar dan niatnya lebih mempercantik wisata yang ada di sini,” katanya.

Keinginan membangun masjid terapung ini semakin diperkuat dengan pencanangan rencana pembangunan masjid wisata tersebut oleh unsur pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Ciracap. Acara pencanangan bertepatan dengan pembukaan Seleksi Tilawatil Quran Kabupaten Sukabumi, di Desa Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap pada Sabtu (05/11) lalu.

Selain itu, menurut  Henda, pembangunan masjid berkapasitas sekitar 400 orang itu diperkirakan memakan biaya sekitar Rp10 miliar.  Namun pihak Pemprov Jawa Barat menaksir biayanya akan lebih dari angka tersebut yakni sekitar Rp15 miliar.

“Pelaksanaan pembangunannya ada dua opsi, apakah kami menjadi pengusul saja dan semua ditangani Pemprov, karena biayanya besar, atau kami yang garap dengan bantuan dari mana pun. Tetapi bagi kami itu tidak penting, yang jelas semua sudah  on the track, semua kepentingan sudah tahu ketika (dikemukakan) saat Festival Geopark (Ciletuh) dua bulan lalu,” paparnya.

Sementara itu, para pengusul pembangunan masjid ini juga terdiri dari ormas dan pemuka agama di Ciracap. Menurutnya, mereka tidak mempermasalahkan siapa yang akan mengelola pembangunan masjid, yang penting masyarakat Ciracap memiliki masjid yang representatif di kawasan Ujung Genteng. Sebab, wisatawan pun selama ini kesulitan bila ingin ke masjid ketika bewisata di Ujung Genteng.

Masyarakat berkeinginan mewarnai lingkungan wisata yang lebih berbasis halal dan bernuansa religi.  “Jadi kalau orang pergi ke daerah Ciracap atau daerah selatan itu orang mengenal, ‘Oh ini yang ada masjid wisatanya ya. Jadi Ujung Genteng bukan hanya dikenal karena ramai berjajar kafenya,” ujarnya.

Dengan  adanya program geopark, dan berkembangnya daerah tersebut sebagai destinasi wisata nasional, menurut Henda  masyarakat khawatir akan dampak negatif pariwisata. “Sebab itu kultur masyarakat yang bernuansa religi harus tetap dipertahankan. Kami tidak masalah siapa yang kelola pembangunannya. Yang penting, kami punya masjid. Itu juga sebagai bagian dari menangkal dampak pariwisata yang kurang bagus. Itu saja targetnya,” tuturnya. (njs/dbs)


Back to Top