Dewan Syura Arab Saudi Segera Siapkan Waktu Khusus Cium Hajar Aswad untuk Jemaah Muslimah

gomuslim.co.id- Mencium hajar aswad saat melaksanakan ibadah haji dan umrah membutuhkan perjuangan ekstra di tengah jemaah yang saling berdesakan. Meski bukan sebuah kewajiban saat menunaikan ibadah haji, namun amalan sunnah ini juga menjadi keinginan banyak Muslim dunia termasuk jemaah wanita. Selama ini Muslimah kesulitan mencium Hajar Aswad karena harus berdesakan dengan Muslim laki-laki.

Menanggapi hal tersebut, baru-baru ini Komite Urusan Islam di Dewan Syura Arab Saudi tengah membahas rencana alokasi waktu khusus bagi Muslimah untuk mencium Hajar Aswad. Aturan ini terutama berlaku saat pelaksanaan haji dan umrah untuk memudahkan Muslimah melakukan amalan sunnah yang mungkin belum terlaksana.

Salah satu anggota komite, Modhi Aldeghaithar memberikan usulan ini agar Muslimah memiliki hak yang sama dalam menjalankan sunah mencium hajar aswad. Ia menilai, selama Muslimah kesulitan mencium Hajar Aswad. Ini karena mereka harus berbaur dengan para Muslim. “Hak yang sama harus kita berikan juga kepada Muslimah yang sedang melaksanakan ibadah,” ujarnya.

Modhi mengusulkan agar minimal para Muslimah punya waktu khusus tiga kali sehari dengan jeda waktu sekitar 2 jam agar mereka bisa mencium Hajar Aswad. Gagasan ini tengah dalam pembahasan Dewan Syura Saudi. Kemungkinan besar, usulan ini akan mendapat persetujuan, seperti dilansir publikasi Saudi Okaz.

Umat Islam meyakini Hajar Aswad merupakan batu suci yang ditempatkan di sudut timur Kabah. Dalam sejarah Islam, batu itu diberikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Ibrahim AS saat membangun Kabah. Awalnya, batu itu diyakini berwarna putih. Tetapi, lambat laun berubah warna menjadi hitam karena dosa-dosa manusia.

Mencium atau menyentuh Hajar Aswad merupakan amalan yang dianjurkan dikerjakan usai bertawaf mengelilingi Kabah. Tetapi, karena semakin banyak jemaah yang datang, maka amalan ini dibolehkan dijalankan dalam jarak jauh.

Sebagai informasi, Hajar Aswad yang bermakna batu hitam adalah sebuah batu yang sangat dimuliakan. Ia merupakan jenis batu ruby, yang berasal dari Surga. Sebagian besar umat Islam, terutama yang menunaikan ibadah haji, berusaha untuk menciumnya, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Umar bin Khathab RA pernah menyatakan, Rasulullah SAW sendiri pernah menciumnya. Saat Umar bin Khathab berada di hadapan Hajar Aswad dan menciumnya ia berkata, “Demi Allah, aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu (Hajar Aswad--Red), niscaya aku tidak akan menciummu.” (Hadis No 228 Kitab Shahih Muslim).

Hajar Aswad terletak di sudut sebelah tenggara Ka'bah, yaitu sudut tempat memulai Tawaf, atau sebelah kiri Multazam (tempat dikabulkannya doa yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Kabbah).

Menurut sejumlah sumber, batu hitam ini berukuran sekitar 10 sentimeter (cm) dengan luas lingkaran pita peraknya sekitar 30 cm. Tingginya dari lantai dasar Masjid al-Haram sekitar 1,5 meter. Karena pernah dipukul, akibatnya batu Hajar Aswad pun pecah. Pecahannya berjumlah delapan buah dengan ukuran yang sangat kecil. Mereka yang ingin menciumnya, harus memasukkan kepalanya ke dalam lingkaran pita berwarna perak mengkilat.

Sebagian besar umat Islam meyakini, bahwa berdoa di sekitar Hajar Aswad akan dikabulkan. Abdullah bin Amr bin Ash RA mengatakan bahwa ketika batu Hajar Aswad itu turun, dia lebih putih daripada perak. Dan seandainya dia tidak tersentuh oleh kotoran-kotoran jahiliah, niscaya setiap orang sakit, dengan penyakit apa pun, yang menyentuhnya akan sembuh.

Bahkan, ada yang meyakini bahwa dengan mengunjungi dan menyentuhnya, maka niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Ali bin Abi Thalib Ra meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Hurairah RA, "Wahai Abu Hurairah, sesungguhnya pada Hajar Aswad itu terdapat 70 malaikat tengah memohonkan ampun (kepada Allah) untuk orang-orang Muslim dan mukmin dengan tangan-tangan mereka, seraya rukuk, sujud, dan bertawaf. Ia akan memberi kesaksian pada hari kiamat bagi siapa saja yang memegangnya dengan penuh keyakinan dan benar."

Yang terpenting dan harus menjadi perhatian umat Islam, kendati terdapat berbagai kemuliaan pada Hajar Aswad, umat Islam diimbau untuk tetap menjaga hati dan keimanan kepada Allah SWT saat menyentuh atau menciumnya agar tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang menyekutukan Allah. (njs/dbs)


Back to Top