OPQ 2016

Ungkap Rahasia Zakat Perkaya Umat di Olimpiade Pecinta Quran

gomuslim.co.id- Zakat adalah bagian dari rukun Islam yang wajib ditunaikan, sejak zaman dahulu zakat sudah dikenal dan diajarkan oleh Rasulullah SAW dan anjurannya sudah dijelaskan dalam Alquran.
 
Pada talkshow di hari ke-5 Olimpiade Pecinta Qur’an, Rabu, (9/11) dengan tema yang diangkat: "Zakat Memperkaya Umat" disampaikan oleh pembicara dari Badan Amil Zakat Nasional Ustadz Faizal Azhar Harahap. Pada kesempatan tersebut, Ustadz Faisal memaparkan betapa pentingnya zakat dalam kehidupan umat Islam.
 
Perintah berzakat telah disampaikan dalam surah At-Taubah Ayat 60, karena itu wajib hukumnya sebagai umat muslim menunaikan zakat sebagai pembersih harta. "Orang yang membayarkan zakat akan mendapatkan keberkahan yang berlimpah dari Allah SWT," katanya.
 
Ustadz Faisal juga memaparkan zakat terbagi atas dua macam, yakni Zakat Mal dan Zakat Fitrah. Zakat Mal adalah zakat yang dikeluarkan dengan waktu yang tidak ditentukan. Sedangkan Zakat Fitrah adalah zakat yang dibayarkan pada saat bulan Ramadhan. Dalam Aquran kata ganti zakat bisa diartikan sebagai  sodaqoh dan infaq.
 
Dalam surat At-Taubah ayat 60 dijelaskan mengenai shodaqoh yang memiliki makna zakat. Saat ini, pembayaran zakat mulai diabaikan padahal potensi pembayar zakat di Indonesia besar. Ada berbagai yayasan atau organisasi yang mengurusi amil zakat, namun perlu dicermati jika hendak memilih badan amil yang sesuai syariat, yang mana penyalurannya tepat diberikan kepada golongan orang-orang yang berhak.
 
Tambah Ustadz Faisal, ada delapan golongan orang yang berhak mendapatkan zakat, antara lain golongan: Fakir, yakni orang yang tidak memiliki tempat tinggal dan kebutuhan hidupnya berkekurangan, Miskin, adalah orang yang memiliki tempat tinggal namun kehidupannya berkekurangan, Amil, seseorang yang mengelola zakat berhak mendapatkan zakat, dan jumlahnya sama dengan golongan yang lain yakni seperdelapan, Mualaf, dalam artian orang yang kembali ke Agama Islam. Penjelasan Mualaf perlu diperhatikan, Mualaf bukan orang yang baru masuk Agama Islam namun, Mualaf adalah orang yang kembali masuk ke Agama Islam. Karena pada hakekatnya setiap ruh bersaksi bahwa Allah SWT adalah tuhan. Mualaf juga dapat diartikan sebagai orang yang masih mencari keyakinan dalam memeluk agama Islam, berhak mendapatkan zakat.
 
Selanjutnya ada Gorimin, yakni golongan orang-orang yang memiliki hutang, namun kepentingan hutangnya bukan untuk kepentingan maksiat, hutang yang dimaksudkan adalah hutang yang dipergunakan untuk mempertahankan hidup, Budak, dalam arti hamba sahaya atau tawanan perang, Fisabilillah, yakni orang yang menegakkan dakwah di jalan Allah SWT, salah satyu contohnya adalah guru yang mengajar di daerah yang mempertahankan Agama Islam, dan Ibnu Sabil atau Musafir, yakni orang yang kehabisan bekal di perjalanan.
 
Jika melihat dari delapan golongan yang berhak mendapatkan zakat maka tidak disebutkan golongan anak yatim dan kaum janda. “Yatim dan janda diberikan zakat bukan karena statusnya namun dilihat karena kemiskinannya, yatim yang hidupnya berkecukupan tidak diperbolehkan mendapatkan zakat," ungkap ustadz Faizal.
 
Zakat juga harus disalurkan berdasarkan fiqihnya, maka akan menjadi syariat,  namun sebaliknya jika tidak akan mendatangkan kemudorotan.
 
"Sedangkan sodaqah tidak memiliki golongan khusus dalam penyalurannya. Zakat dikeluarkan dari sebagian harta dan menyalurkannya kepada yang berhak, jika terdapat penyelahgunaan dana zakat, maka Badan Amil Zakat Nasional akan menjalankan penertiban bagi yayasan-yayasan yang menyalahgunakan kepentingan akan ditindak pidana," ungkapnya.
 
Syariah zakat akan melahirkan etika yang mulia dan baik dalam kehidupan manusia, orang yang rajin berzakat, shodaqah dan infaq maka orang tersebut akan bertambah rezekinya, dan Allah SWT telah menjamin akan hal itu.
 
"Bagi yang berpenghasilan di atas 3,5 juta per bulan, maka wajib hukumnya untuk membayar zakat sebesar 2,5 persen dari gaji perbulan, ini disebut dengan zakat profesi," jelasnya.
 
Selain itu dengan berzakat akan dapat meningkatkan keimanan seseorang, karena dengan mengeluarkan zakat artinya sebagain hak orang lain, dikeluarkan dari harta pribadi. Ini merupakan pembersih atas harta yang dimiliki
 
"Zakat merupakan tabungan yang langsung di jalan Allah, orang yang berzakat akan dilipat gandakan rezekinya serta orang yang bersedekah akan menghilangkan sifat-sifat kikir, dan pelit," ungkapnya. 
 
Di akhir pembicaraan ustadz Faizal menuturkan bahwa zakat harus dijadikan sebagai gaya hidup (lifestyle) dan membiasakan diri untuk bershodaqah serta infaq, karena zakat, sodaqoh dan infaq akan menumbuhkan rasa berbagi, memperkuat iman, belajar bersyukur atas nikmat Allah SWT dan akan memperkaya umat. (nat)

Back to Top