Bina Masyarakat di Tempat Tugas, Polisi Ini Ajarkan Anak-Anak Desa Baca Alquran

gomuslim.co.id- Pengajaran Alquran kepada anak adalah hal yang paling pokok dalam Islam. Dengan hal tersebut, anak akan senantiasa dalam fitrahnya dan di dalam hatinya bersemayam cahaya-cahaya hikmah sebelum hawa nafsu dan maksiat mengeruhkan hati dan menyesatkannya dari jalan yang benar.
 
Para sahabat nabi benar-benar mengetahui pentingnya menghafal Alquran dan pengaruhnya yang nyata dalam diri anak. Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mengajarkan Alquran kepada anak-anaknya sebagai pelaksanaan atas saran yang diberikan Rasulullah Muhammad SAW. dalam hadits yang diriwayatkan dari Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqqash: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
 
Baru-baru ini, tengah menjadi sorotan ada seorang polisi berpangkat Bripda asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengajarkan anak-anak desa binaannya mengaji. Bripda Muh Rivadi Pradana adalah seorang polisi yang berpenampilan agamis ini selalu dicintai rakyat. 
 
Di tengah aktivitasnya sebagai Bhabinkamtibmas, ia mendatangi rumah warga satu per satu untuk sekedar bersilaturahmi. Ia juga mengajar anak-anak mengaji di desa binaanya di Desa Mpili, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, NTB.
 
Polisi muda yang akrab disapa Kak Dana ini adalah mantan personel Sabhara Polda NTB yang dimutasi ke Polres Bima guna untuk memenuhi kuota personel Polres setempat. Penempatan tugas yang baru dan jauh dari tanah kelahirannya rupanya tidak membuat Rivadi berkecil hati. Ia menjalani tugasnya dengan sepenuh hati untuk membangun desa binaanya. Dia juga mengajar anak-anak mengaji tanpa memungut bayaran, hingga mereka pandai membaca Alquran.
 
Rivadi mengaku awal mulanya ia mengajari anak-anak mengaji ketika ia melihat banyak anak-anak desa itu selalu berkeliaran tanpa jelas tujuan saat azan maghrib. Kemudian Rivadi pun berinisiatif mendekati para orangtua untuk meminta izin mengajarkan anak-anak mengaji. Alhasil, niat baik Rivadi disambut positif oleh orangtua mereka.
 
“Saya terketuk melihat anak-anak di desa ini, saya mengajarkan mereka bukan karena saya pintar. Tetapi, saya hanya ingin menyalurkan ilmu yang sedikit saya punya kepada anak-anak,” ujar pemuda kelahiran Mataram 24 November 1995 itu. 
 
“Selain itu, saya memberikan nasihat untuk rajin-rajin belajar dan selalu hormat kepada orangtua dan guru,” tambahnya. Di sela mengajar anak mengaji, Rival juga menyosialisasikan bahaya narkoba.
 
Pendidikan agama bagi seorang anak merupakan hal yang penting karena bekal bagi kehidupan mereka nantinya. Alquran merupakan kitab umat Islam dimana setiap umat Islam harus bisa membaca dan mempelajarinya. Pendidikan agama bagi anak dapat dilakukan dengan berbagai cara, salahsatunya dengan mendatangkan guru mengaji seperti halnya yang dilakukan oleh Bripda Rival.
 
Alasan mengapa harus mengundang guru adalah untuk memberikan cara belajar Iqra pada anak jika orang tua belum begitu paham mengenai hal tersebut. Pelajaran yang ia lakukan adalah mengenalkan Iqra pada anak dapat dimulai sejak anak pada usia lima sampai dengan enam tahun. Atau melalui cara mendaftrakan anak ke tempat pengajian di masjid terdekat. Jika ingin mendatangkan guru pilih guru yang tepat. 
 
Guru mengaji Alquran ini memiliki cara mengajar yang menyenangkan, misalnya saja dengan menyelipkan kegiatan berdiskusi mengenai bahaya narkoba seperti halnya yang dilakukan oleh Bripda Rival. (nat/dbs)

Back to Top