Dorong Kebangkitan Bursa Efek Syariah, Baznas dan PT Henan Putihrai Jalin Kerja Sama

gomuslim.co.id- Investasi berbasis syariah di Indonesia diyakini akan terus mengalami pertumbuhan. Hal demikian dilihat dari potensi Indonesia sebagai negara dengan basis populasi muslim terbesar di dunia. Melihat adanya peluang tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melakukan kerja sama dengan PT Henan Putihrai yang merupakan salah satu perusahaan sekuritas dalam jual beli saham konvensional dan syariah.

Baru-baru ini, PT Henan Putihrai meluncurkan produk saham syariah yakni HPX Syariah. Sistem online trading syariah di perusahaan ini telah mendapatkan sertifikasi dari DSN MUI. Selanjutnya, melalui sistem ini, PT Henan Putihrai akan memberikan infaq sebesar 20 persen dari penghasilan bersih (net fee) transakai perdagangan efek rekening syariah nasional melalui Baznas yang semakin mewarnai Pasar Modal Syariah Indonesia. 

Ketua Badan Amil Zakat (Baznas) Bambang Sudibyo mengatakan, kerja sama tersebut merupakan upaya Baznas turut mendorong kebangkitan bursa efek syariah di tengah pasar saham konvensional saat ini. “Setiap penghasilan yang diperoleh ada hak fakir miskin, langkah yang dilakukan oleh PT Henan Putihrai merupakan yang pertama kali dan diharapkan dapat menjadi best practice yang harus disyiarkan supaya ditiru,” ujarnya, Kamis (10/11).

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan zakat dan infak akan menguatkan prinsip syariah yang telah tersertifikasi dalam setiap produk saham syariah. Sehingga, menurutnya, setiap perusahaan yang masuk dalam daftar perdagangan efek sudah seharusnya menunaikan zakat dan infak perusahaannya.

Selain itu, menurut Bambang, Baznas mendukung bursa efek syariah untuk bangkit karena telah menerapkan prinsip-prinsip syariah di dalamnya. “Melalui zakat, Allah berjanji akan melipatgandakan harta yang dimiliki atau dalam hal ini keuntungan perusahaan,” katanya.

Selama ini, kata Bambang, sudah banyak contoh perusahaan di sektor riil yang menunaikan zakat dan infak perusahaan dan perkembangannya menjadi sangat pesat. Hal ini adalah pertama kalinya Baznas bekerja sama dengan perusahaan sekuritas yang memiliki izin khusus di Bursa Efek Indonesia.

Sementara itu, Director Head of Equity Brokerage Division Hendra Martono menuturkan sistem perdagangan online ini memang masih menampilkan saham-saham konvensional. Namun, para penggunanya hanya bisa bertransaksi dengan membeli saham-saham syariah. “Ini pertama kali kami mengadakan berkah--berinvestasi sambil sedekah--sambil meluncurkan HPX Syariah,” tuturnya.

Sebagai informasi, HPX adalah sistem perdagangan saham melalui aplikasi online trading, di mana saham-saham yang bisa ditransaksikan adalah saham-saham sesuai dengan prinsip syariah. Indeks saham syariah Indonesia mencatatkan pertumbuhan 20 persen year to date per 20 September 2016. Hal tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi, dibandingkan dengan indeks saham syariah global lainnya.

Head of Islamic Capital Market Development Bursa Efek Indonesia Irwan Abdalloh mengatakan, dalam lima tahun terakhir, indeks saham syariah Indonesia (ISSI) tumbuh 43 persen, sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 41 persen. “Saham yang termasuk dalam Daftar Efek syariah (DES) per Juni 2016 sebanyak 306 saham dan mencapai 53 persen dari seluruh komposisi saham terdaftar di Bursa Efek Indonesia,” paparnya.

Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia no 80/DSN-MUI/III/2011, tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek diharapkan dapat memancing investor masuk pasar modal. Sebab, tidak ada keraguan tentang hukum bertransaksi saham syariah sehingga pasar modal syariah semakin bangkit. (njs/dbs)

 


Back to Top