Perkuat Konsep Destinasi Wisata Halal, Pemprov NTB Tambah Juru Sembelih Bersertifikat

gomuslim.co.id- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat serius menyiapkan destinasi wisata halal untuk wisatawan Muslim dunia. Tidak hanya menyiapkan wisata yang ramah bagi wisatawan, penyiapan seperti hotel dan restoran halal juga tidak luput jadi perhatian pemerintah. Baru-baru ini Pemprov NTB tengah menyiapkan tambahan juru sembelih halal bersertifikat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB H Aminurrahman menuturkan adanya penambahan juru sembelih halal membantu masyarakat memperoleh bahan makanan yang aman dan halal. “Sudah ada 30 juru sembelih halal yang dilatih dan memperoleh sertifikat dari MUI, tapi setiap tahun akan terus kami tambah,” ujarnya beberapa waktu lalu.  

Lebih lanjut ia mengungkapkan, upaya memperbanyak jumlah juru sembelih halal dalam rangka memberikan daging hewan yang dipotong dalam keadaan aman, sehat, utuh dan higienis kepada masyarakat sebagai konsumen. Penguatan dari sisi kehalalan produk ternak potong juga penting dilakukan karena NTB sudah diakui sebagai destinasi wisata halal dunia.

“Pemerintah dalam hal ini terus memberikan upaya terbaik dalam menyiapkan produk halal supaya masyarakat terbantu. Dengan memperbanyak juru sembelih halal ini juga dalam rangka mendukung NTB sebagai pusat destinasi wisata halal di Indonesia,” tambahnya.

Selain itu, menurutnya, para juru sembelih halal tidak hanya bisa menyembelih ternak di Indonesia. Tapi juga bisa di luar negeri, seperti Australia yang saat ini membutuhkan tukang sembelih yang memiliki sertifikat halal dari lembaga Islam. “Orang yang sudah memiliki sertifikat sebagai penyembelih halal sangat dicari di luar negeri. Bahkan, saya pernah bertemu dengan orang Lombok yang jadi tukang sembelih domba di Australia,” jelasnya.

Para juru sembelih halal yang sudah dilatih dan memperoleh sertifikat halal dari MUI, kata Amin, merupakan pelaku usaha yang sudah melakoni profesi  sejak bertahun-tahun. Meskipun demikian, Disnakeswan NTB bekerja sama dengan MUI NTB menginginkan agar mereka benar-benar memahami tata cara penyembelihan ternak sesuai syariat Islam.

“Ada yang dari rumah potong hewan yang tersebar di Kota Mataram, seperti Sekarbela. Mereka sudah lama jadi jagal, tapi kami ingin mereka lebih memahami penyembelihan ternak secara halal,” ungkapnya.

Sementara itu, pengamat halal dan mantan menteri pertanian Anton Apriyantono menegaskan, juru sembelih di Indonesia memang sudah seharusnya memiliki sertifikat halal. Pasalnya, Indonesia merupakan negara berpopulasi Muslim terbesar dunia dengan kebutuhan makanan halal yang tentu tinggi. “Memang sudah seharusnya juru sembelih memiliki sertifikat kompetensi agar produk yang dihasilkan lebih terjamin,” katanya.

Anton menambahkan, pelatihan ini bisa dilakukan lembaga pelatihan mana pun yang tentu sudah terakreditasi, termasuk Majelis Ulama Indonesia. “Setelah lulus pelatihan, juru sembelih akan mendapatkan akreditasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi dan menjadi akreditasi mereka sebagai juleha,” tambahnya.

Di sisi lain Anton menekankan jaminan juru sembelih untuk menghasilkan produk-produk yang halal sangat diperlukan masyarakat sebagai jaminan makanan halal. Selain para juru sembelih, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) juga harus memiliki sertifikat halal yang didahului dengan memiliki para pekerja bersertifikat. (njs/dbs)

 


Back to Top